Tiga belas bulan sembilan tahun dua ribu sembilan belas. Bulan penuh atau purnama di pisces. beberapa hari yg lalu, sudah aku putuskan benar untuk tidak main sosial media dulu.kecuali, untuk berdagang saja. malam sebelumnya, aku tidak bisa tidur karena kopi dan cemas. aku bangun dan menyalakan telepon genggam yg sedari sore aku matikan dan mendengarkan podcast Sadhguru tentang makanan hidup dan makanan mati. impulsif, aku langsung memesan sayur dan buah organik. tanpa menimbang-nimbang apakah uangku cukup atau tidak. aku hanya pingin makan sayur dan buah yg sehat dan jelas asalnya dan bertekad untuk mencoba makan buah dan sayur mentah saja selama lima hari.sampai makan siang berjalan cukup lancar dan aku rasakan manfaatnya tidak lagi makan nasi dan makan-makanan berat, aku tidak mengantuk dan tidak butuh kopi. hari ini,aku memutuskan untuk berhenti minum kopi atau apapun yg mengandung kafein. karena, hari ini aku sadar mereka memicu kecemasanku.sampai sore hari, pedagang cilok bumbu kacang buatan rumahan langgananku sejak kecil lewat,dulu yg menjual kakek pendiam. sekarang, diteruskan oleh anaknya yg sama juga pendiamnya. aku sedang memangku mangkuk salad ke-duaku. karena, satu mangkuk tidak cukup membuatku kenyang dan akhirnya, âpuasaâ ku batal. aku buru-buru mengambil mangkuk dan uang lima ribu rupiah dan segera menyodorkannya ke penjual cilok itu dan rasanya melegakan sekali. cilok yg dijual pemuda itu bukan seperti cilok kebanyakan sekarang, bentuknya kecil-kecil dan empuk, saus kacangnya kental,asin dan pedas. persis! seperti apa yg lidaku butuhkan saat itu, yg baru setengah hari makan buah dan sayur mentah saja.
  Malam ini bulan penuh,setelah memberi makan kucing-kucing. aku menyalakan dupa untuk menghilangkan bau amis. juga, sebagai temanku untuk meditasi. meditasi saat bulan purnama adalah kewajiban untukku.tapi, saat setelah dinyalakan dan aku mengingat bahwa saat meditasi kemarin, banyak sekali distraksi fisik yg aku rasakan : gatal hidung, linu, gatal tangan dll. distraksi yg begitu kuat sejauh ini. lalu, aku fokus ke nafas saja dan fokus dengan tenang dan secara sadar perasaan gatal dan distraksi lainnya perlahan sirna. harusnya saat aku menulis ini, aku sedang meditasi. tapi, aku mengikuti intuisiku untuk menulis di sini. mungkin, bisa dibilang âChannelingâ oleh purnama atau oleh jiwa sadarku sendiri, ataupun ke duanya. sebelumnya, aku melihat berita hutan di bakar di riau dan sekitarnya dan merasakan kesedihan yg amat sangat, juga berita soal politik dan kasus-kasus perempuan lainnya--yg tidak aku ikuti. tapi, masih suka muncul. karena, algoritman. aku benar-benar merasa dunia baik-baik saja di Tumblr, karena aku hanya mengikuti akun-akun imut, peri, penyihir, kebun,hewan-hewan dan kehangatan lainnya.
 Setelah merilis zine Matahari dan Bulan, aku jarang menggambar lagi. paling hanya menggambar untuk pesanan atau jualan. tapi, menggambar sebagai suatu panggilan jarang aku lakukan lagi. aku lebih banyak menulis dan mendengarkan podcast. entah karena saat membuat zine itu selama dua minggu, energiku meledak-ledak ke luar semua atau hanya sedang di fase lelah saja dan sebelum membuat post ini, aku berpikir, apa karya yg pas? dan aku mengumpulkan beberapa karya yg bertema pelukan. karena, rasanya itulah yg dunia butuhkan sekarang. Aku banyak melewati hal, hubungan penuh kekerasan, pertemanan yg musti dirawat dan pertemanan yg musti dijauhi, pekerjaan mencari uang dan merawat luka dan trauma yg sampai mati akan aku bawa. bahkan, di saat yg sama saat penderitaan ini hadir, dunia juga tidak sedang baik-baik saja. Aku sudah benar-benar menyaring siapa yg aku ikuti di sosial media, di twitter hanya akun-akun agraria dan hewan. tapi, aku tetap bisa membaca karena algoritma yg tidak ingin aku tahu soal tentang sikap presiden dan remeh temehnya. tapi, soal berita kebakaran hutan dan petani yg diusir dari lahannya sendiri di Kebumen membuatku sedih sekali dan sisi gelapku kadang bertanya apa sebaiknya mati saja? atau dunia memang harus selalu sekejam ini? pada petani, pada rakyat yg hanya pingin berkatifitas dan menghirup udara yg tidak beracun seperti para menteri dengan âair purifyerâ yg sejuk di rumahnya masing-masing, pada hewan yg tak memiliki rumah lagi, pada pohon-pohon yg sudah lebih sepuh dari umur manusia penghancur itu sendiri. aku membuat grup untuk membantu kehidupan yg lebih berkelanjutan. tapi, aku sedang bingung untuk mulai dari mana.
  teman-teman kita adalah bagian dari kerusakan itu sendiri dan aku akan merangkumnya sedikit. kebakaran hutan itu dibakar secara sengaja untuk pengosongan lahan agar bisa ditanami sawit, sawit itu bukan hanya menjadi minyak goreng, tapi juga dijadikan berbagai macam olahan industri seperti make-up, peralatan mandi, cemilan, mie instant, dll. lalu, hutan Amazon dibakar juga karena alasan yg sama yaitu untuk pengosongan lahan, untuk memproduksi pangan hewan dan peternakan hewan. Aku tidak menulis ini untuk agenda apapun, aku percaya setiap orang memiliki perjalanannya masing-masing.
  Aku percaya perubahan kecil yg kita buat akan sangat berarti, bukan soal menjadi 100% sempurna. tapi, bagaimana kita berada dalam perjalanan untuk mencapai itu. Akan sangat baik jika bisa memulai dengan mengontrol pemakaian produk yg mengandung sawit, mulai dari pemakaian yg sehari-hari kalian gunakan, banyak cara menggantinya, misalnya bisa dengan membuat sendiri deodorant saja, kalian, sudah mengurangi pembelian deo pasaran yg mengandung alumunium dan alkohol juga, mengandung sawit dan melakukan animal testing. banyak hal-hal kecil yg bisa diubah menjadi lebih ramah untuk diri sendiri, untuk kantung dan untuk bumi. puasa makan daging seminggu sekali saja, memasak menggunakan minyak kelapa lebih segar walaupun lebih mahal, memasak makananmu daripada membeli, kamu adalah apa yg kamu konsumsi. karena, energi tidak pernah bisa dihancurkan, hanya bisa dipindahkan. begitupun hal-hal yg kita konsumsi.
  Aku percaya setiap orang sudah berusaha menjadi lebih baik. post ini bisa untukku, bisa untuk kalian yg bekerja di korporat, bisa untuk kalian yg bekerja di pabrik, bisa untuk kalian yg bekerja di perusahan sawit itu sendiri dan bisa untuk siapapun yg pingin memeluk ibu bumi . kalau kita mau tumbuh bersama-sama kita bisa memulai dengan mengosongkan gelas yg ada di dalam diri dan menerima informasi baru tanpa penilaian benar dan salah.percakapan saling mendukung dan masukan informatif sangat diperlukan saat ini. teman-teman jangan takut dibilang aneh dan dicap macam-macam. karena, kita memang macam-macam. aku terbuka untuk pertanyaan soal ini dan diskusi soal subtitusi produk-produk yg lebih ramah untuk tubuh dan bumi.












