Aku sengaja tak menyapamu,
Karena itu mungkin yang kamu ingin,
Aku mulai menyadari,
Bahwa akulah yang selalu memaksakan,
Kini, aku sudah tidak ingin memaksa,
Bukan berarti aku menyerah,
Akan tetapi aku merasa,
Jika hadirku kini sudah tidak ada artinya lagi,
Semuanya memang karenaku,
Aku yang menunda nunda,
Harusnya kamu bisa lebih fokus terhadap diri kamu,
Fokus dengan tujuanmu,
Fokus dengan kebahagiaanmu,
Fokus dengan masa depanmu,
Atau mungkin fokus dengan pilihanmu yang seharusnya,
Banyak hal yang membuat aku melakukan ini semua,
Bukan berarti ruangmu telah hilang,
Ruangmu di sisiku masih tetap ada, masih sama seperti yang dulu,
Bohong jika aku tidak pernah menginginkanmu,
Bohong jika aku tak ingin bertegur sapa denganmu,
Bohong jika aku tak khawatir denganmu,
Bohong jika aku tak tersiksa atas apa yg sedang terjadi,
Lagi lagi..
Aku menyadarii,
Egois ku kini tak ingin kukedepankan lagi,
Untuk kebaikan kita berdua,
Meskipun aku tau ini sangat sulit dan perih untukku,
Namun aku yakin itu tidak denganmu,
Aku bersyukur kamu mewarnai dan turut hadir dalam hidupku,
Aku serahkan semuanya pada sang pencipta,
Untuk apa aku mengotot dan mempertahankan sesuatu jika katamu memang sudah tidak mungkin,
Hanya menambah perih bagiku,
Bahkan kulayangkan kalimat doa siapa tau bisa,
Namun kamu bersikeras itu tidak mungkin,
Sudah, sudah cukup untuk semua ini..
Terimakasih untuk semuanya, aku akan melanjutkan hidupku kembali meskipun tanpamu..











