Tentang Batas
Kenapa akhir pekan begitu dinantikan banyak orang? Kenapa Tuhan menciptakan mekanisme kenyang? Kenapa manusia pasti menemui kematian? Kenapa lebaran selalu menjadi momen spesial untuk semua orang?
Bayangkan kalau kita hidup selama-lamanya di dunia. Bayangkan kalau kekayaan kita tak terbatas. Bayangkan kalau kita tidak bisa kenyang. Atau bayangkan kalau setiap hari adalah hari libur.
Akhir pekan menjadi spesial karena dia hanya datang 1 kali dalam sepekan. Kehidupan menjadi berharga harena manusia hanya punya 1 kali kesempatan hidup di dunia. Makanan enak karena ada mekanisme lapar dan kenyang di tubuh kita. Lebaran selalu dinanti karena hanya ada 1 tahun sekali (setidaknya untuk lebaran idul fitri).
Kenikmatan itu ada karena batasan, bukan karena ketidakterbatasan. Kehidupan ini dipenuhi oleh pola-pola dan sepertinya ini adalah salah satu polanya. Kita menganggap uang begitu berharga karena uang kita terbatas. Entah itu terbatas dalam jumlah yang banyak maupun terbatas dalam jumlah yang sedikit. Sebab percayalah kalau uang kita tidak terbatas, lama-kelamaan kita akan menganggap bahwa uang itu tidak berharga dan kita akan mencari sesuatu yang berharga lainnya. Dan lucunya sesuatu yang berharga itu pasti terbatas. Emas, perak, berlian, perunggu, nikel, timah, minyak bumi, semua itu berharga karena mereka terbatas.
Kenikmatan selalu beririsan dengan kesenangan, dan kesenangan pun harus dibatasi kadarnya agar kita tetap merasakan bahagia. Sebuah paradox memang tapi itulah faktanya. Ada sebuah fenomena yang bisa mengurangi faktor kebahagiaan kita, namanya "Hedonic Adaptation". Yakni kondisi dimana kita sudah beradaptasi pada hal-hal yang tadinya membuat kita senang (uang, ketenaran, seks, jabatan, harta benda, dsb). Namun kenikmatan itu perlahan menurun karena kita sudah terbiasa dengan kesenangan itu hingga akhirnya kenikmatan itu hilang sama sekali.
Cara untuk melawan fenomena hedonic adaptaion adalah dengan "Practice Poverty", mempraktikkan kemiskinan. Kita harus terbiasa menurunkan level kesenangan untuk mempertahankan kenikmatan. Misalnya, setiap hari kita makan dan minum enak. Saat mulai terbiasa makan enak, maka nikmatnya makan enak itu akan hilang. Jadi biasakan untuk makan yang biasa-biasa saja, yang sederhana, yang barangkali rasanya tidak enak, agar kita bisa kembali menyadari betapa nikmatnya makanan enak itu.
Contoh lain. Misal kita senang sekali nongkrong, kumpul, dan guyonan dengan kawan dan sahabat. Tapi kalau intensitasnya terlalu sering, kita jadi beradaptasi dengan itu hingga kenikmatannya jadi menurun dan akhirnya hilang sama sekali. Jadi cobalah hidup dalam kesepian dan keterasingan agar kita kembali merasakan nikmatnya kumpul dan guyonan bersama teman dan sahabat.
Sepertinya kita harus mulai membiasakan untuk sadar bahwa kita adalah manusia yang banyak cacat dan dibatasi di berbagai aspek, dan menyadari bahwa batasan itulah yang mebuat kita menjadi manusia.
Sebab,
"kesempurnaan manusia ada pada ketidaksempurnaannya"













