Purwakarta merupakan salah satu kabupaten yang ada di Jawa Barat dengan pusat pemerintahan berada pada Kecamatan Purwakarta atau biasa disebut Kota Purwakarta. Purwakarta tentu tidak asing bagi saya karena setiap melewati Tol Cipularang, saya sering melihat exit tol yang bertuliskan Purwakarta. Walaupun hanya berjarak 1,5 jam dari Bandung saya belum pernah menjejakkan kaki ditempat ini. Perjalanan singkat kali ini terjadi karena penasaran dengan Air Mancur Sri Baduga yang katanya merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Mudah-mudahan tulisan ini dapat menjadi referensi bagi teman-teman yang ingin melakukan perjalanan one day trip ke Purwakarta dengan keberangkatan dari Bandung.Â
Perjalanan dari Bandung ke Purwakarta dapat menggunakan bus, shuttle bus, kereta api dan kendaraan roda dua dari Bandung. Pada perjalanan ini saya dan ketiga teman saya memilih untuk menggunakan kereta api. Selain murah meriah, kami juga ingin menikmati pemandangan selama perjalanan ke Purwakarta. Perjalanan dimulai dari titik keberangkatan Stasiun Bandung dengan menggunakan Kereta Api Lokal Cibatu-Purwakarta. KA ini akan melewati Stasiun Bandung dan berangkat pada pukul 08.15. Pada awal keberangkatan kami berkumpul di pintu utara dengan cukup mepet pada pukul 08.00 akan tetapi kami tidak dapat membeli tiket KA Cibatu-PWK dari pintu utara, alhasil kami terpaksa harus memutari stasiun untuk dapat membeli tiket dan menaiki dari pintu selatan Stasiun Bandung. Harga tiket kereta api ini sangat murah sekali yaitu Rp. 8000,-
Dengan tergesa-gesa kami memutari stasiun dan tiba dengan tepat waktu di pintu selatan. Perjalanan inipun berhasil dilanjutkan tapi ternyata kereta tetap delay karena ada rombongan yang sudah membooking tempat di kereta ini terlambat datang. Alhasil kami baru berangkat pada pukul 08.45. Selama perjalanan saya menyaksikan pemandangan sawah-sawah dan ladang yang sangat indah. Dan juga tebing yang tinggi yang kadang dibawahnya dialiri sungai. Bentuk muka bumi seperti ini akan sering kita lihat di daerah Jawa Barat. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 4 jam. hal ini dikarenakan kereta sangat banyak dan lama berhenti dari stasiun ke stasiun. Pukul 12 kami berhasil sampai di Stasiun Purwakarta.Â
Di Stasiun Purwakarta saya menemukan hal yang menarik, yaitu banyaknya gerbong-gerbong kereta api yang sudah tidak dipakai ditumpuk dengan rapi sehingga menghasilkan pemandangan yang unik. Sayangnya saya tidak bisa mengambil fotonya dengan keseluruhan karena tidak diperbolehkan oleh satpam stasiun.Â
Gerbong Tua di Stasiun Purwakarta
Pada awal perjalanan kami memang tidak merencakan dengan matang karena ingin menikmati saja sembari berkumpul kembali sambil bercanda ria. Sesampai di stasiun barulah kami mulai berfikir kemana perjalanan ini akan dilanjutkan sembari menunggu pertunjukan air mancur yang baru akan dimulai pukul 19.30.Â
Setelah shalat zuhur dan makan siang, kami memutuskan untuk mengelilingi Kota Purwakarta saja. Opsi lain yang bisa dilakukan adalah berkunjung ke Waduk Jatiluhur, akan tetapi karena jarak yang lumayan jauh (bisa 1 jam perjalanan) kata mang tukang parkir, kamipun mengurungkan niat tersebut. Ditambah dengan cuaca yang sangat panas. Akan tetapi jika ingin menuju waduk jatiluhur dari stasiun dapat menggunakan dua angkot. Pertama naik angkot ke Ciganea sehabis itu naik angkot kuning ke Waduk Jatiluhur.Â
Destinasi yang kami pilih untuk dikunjungi cukup terbatas karena wisata di Purwakarta banyak terletak di luar kecamatan purwakarta. Kami pun mulai berjalan menuju alun-alun kota purwakarta. Sepanjang perjalanan kota ini banyak dihiasi dengan gerbang-gerbang yang unik disetiap gang dan perempatan jalan. Banyak juga terdapat gantungan caping yang berisikan lampu dan lampion sepanjang jalan. Baru kami sadari kalau ternyata baru ada event internasional disini pada tanggal 2 April 2016 yang lalu. Wajar jika kota ini sedang dibuat begitu meriah.Â
Pada alun-alun Purwakarta terdapat dua taman. Ada Taman Maya Datar dan Taman Pancawarna. Alun-alun ini satu kompleks dengan Kantor Bupati Purwakarta. Pada alun-alun terdapat pendopo besar tempat beristirahat dan banyak terdapat air mancur dan patung. Ya, Kota Purwakarta memang banyak di penuhi patung seperti di Bali. Hampir di setiap sudut pusat kota kita dengan mudah menemukan patung. Kebanyakan merupakan patung pewayangan seperti arjuna dan lain-lain. Terdapat juga patung Sri Baduga atau lebih dikenal dengan Prabu Siliwangi yang merupakan Raja dari Kerajaan Sunda Galuh. Ditengah air terjun Sri Baduga juga terdapat patung Prabu Siliwangi yang sedang bersila menjadi pusat dari Air Mancur ini.Â
Pendopo besar di Alun-alun Purwakarta
Jalan Besar Antara Taman Maya Datar dengan Taman Panca WarnaÂ
Hiasan lampion pada acara Pementasan Bela Diri dari beberapa negara di Purwakarta.Â
Tempat yang sama pada Malam Hari.Â
Puncak dari perjalanan kami pun tiba. Pukul 18.30 sehabis shalat magrib kami pun beranjak ke Taman Air Mancur Sri Baduga. Pada saat perjalanan kami telah merasa bahwa ini adalah pertunjukan yang besar karena sangat ramai orang berbondong-bondong menuju arah yang kami tuju waktu itu. Dan ternyata kompleks Air Mancur sangat megah sekali. Pada gerbang depan terdapat Patung Badak dan Kuda yang DIkendarai seorang Raja yang sangat besar. Patung ini menimbulkan impresi tersendiri bagi kami. Untuk memasuki taman, kami harus memutar karena pintu masuk melalui pintu belakang taman. Ketika sampai di bagian pintu belakang. Orang-orang yang mengantri masuk sangat banyak, kami pun tak menyangka kalau yang menonton pertunjukan sebanyak ini. Memang pertunjukan ini hanya digelar pada malam minggu saja sebanyak dua kali pada pukul 19.30 dan yang kedua pada pukul 20.30.Â
Setelah pintu dibuka kamipun mulai memasuki kompleks taman. Karna masuk dari pintu bagian belakang, kami harus jalan memutari situ selama kira-kira 10 menit untuk sampai pada bagian depan air mancur. Menonton atraksi ini dilakukan dengan berdiri sepanjang pagar yang membatasi kawasan situ buleud (taman air mancur sribaduga). Atraksi dimulai dengan terdapat slide video yang ditembakan pada layar air. Kenapa layar air? Karena infokus ditembakkan pada layar yang terbuat dari air yang disemprotkan sehingga memberikan kesan tiga dimensi. Hal ini sangat memukau kami karena sangat cerdik dan kreatif. Sewaktu memutari situ saya juga melihat komputer pengendali dari pompa air yang digunakan untuk mengendalikan pertunjukan. Sekilar melihat komputer itu serupa dengan PLC/DDC yang sering digunakan dalam kontrol industri.Â
Pertunjukan dimulai, ini adalah pertunjukan air mancur terbaik yang pernah saya lihat dalam hidup saya. Ratusan pompa air di rancang sedemikian rupa untuk menghasilkan pertunjukan yang sangat bagus. Dikombinasikan dengan musik dan warna warni lampu menjadi pertunjukan memukau penonton yang datang. Dan saya lupa mengatakan untuk menonton pertunjukan ini tidak perlu membayar alias gratis. Untuk melihat gambaran pertunjukan bisa dilihat di youtube sehingga bisa melihat megahnya pertunjukan ini. Alhasil setelah pertunjukan berakhir kami bertahan didalam taman (walaupun sebenarnya tidak diperbolehkan kami berhasil membujuk satpol pp yang menjaga untuk memperbolehkan tinggal di dalam untuk menonton kembali pertunjukan untuk kedua kalinya). Pertunjukan yang kedua tak hentinya memukau kami.Â
Patung kuda di depan gerbang
Saat pertunjukan air mancur
Setelah selesei menonton pertunjukan kami pun pulang kembali ke Bandung dengan naik shuttle bus. Selain menggunakan shuttle bus juga bisa menggunakan bus yang melewati daerah cipaisan yang terletak 10 menit (jalan kaki) dari situ cibuleud. Kami sangat puas dengan perjalan ini karena mendapatkan pertunjukan yang luar biasa.Â
Berikut tim Purwakarta Flash TripÂ
Kiri-kekanan (Ayunda, Elfi, Eka, Iqbal).Â
Sampai jumpa di Flash Trip berikutnya. :D Mudah-mudahan ulasan ini dapat membantu teman-teman yang ingin berkunjung ke Taman Air Mancur terbesar di Asia Tenggara ini.Â
@elfiyulia @ayundatristianti @miqbalana