Berawal dari jumpa melalui bait kata, rangkaian kalimat yang terkadang mengada-ada, lewat narasi yang tidak terencana namun bukan sekedar wacana.
Menumbuhkan kagum dan suka dalam sekedip mata, menjadi berani menggaungkan nama dalam sepi yang paling sunyi di antara banyaknya pinta.
Menjelma menjadi sesuatu yang ditengadahkan tanpa alfa, berharap menjadi jawaban dari segala resah dan lara. Belum diketahui ujung dari cerita tetapi jumawa berharap teka-teki ini akan indah.
Ketika Tuhan akhirnya mengetuk pintu hati dua anak manusia yang terlanjur keras dan menolak segala macam tanda. Mencoba maju dan berterus terang terhadap segala rasa lengkap dengan segala risiko penolakan yang dengan lapang dada diterima.
Sebuah keberanian yang akhirnya mampu menghilangkan ragu, memukul habis kata tidak percaya, menepis kekhawatiran dan gundah sehingga yang tersisa hanya isyarat diam tanda iya.
Semoga itulah kita—kau juga aku.
Akhir April, 10.46 | 30 April 2021.