Konsep Dasar Magnet Rezeki
Bagian 3 Kosep Dasar Magnet Rezeki, Buku Kajian Magnet Rezeki karya Nasrullah dan Ardi Gunawan
Pernah ga dulu waktu kecil ngejar kupu-kupu? seru ya bisa lari lari, tangkap satu, terus tangkap satu lagi. kemudian kita letakan di kandang khusus. Esoknya kita tangkap lagi dan tangkap lagi.
Ketika kupu-kupu sudah ditangkap, lantas kita ingin bermain dengan satu kupu-kupu, yang mana menjadi favorit kita. Namun, ketika ingin membuka kandang, wushhhhh langsung saja seluruh kupu-kupu yang kita tangkap terbang keluar. Alhasil, sedihlah kita, galau, gelisah, dan akhirnya menangis.
Jika kupu-kupu diibaratkan sebagai rezeki, maka itulah yang kita dapatkan ketika kita âhanya tauâ untuk mengejar kupu-kupu. Kejar terus setiap harinya hingga kita lelah dan ketika kupu-kupu yang kita kumpulkan hilang, maka sedihlah kita.Â
Pantas saja bersedih, harusnya jika ingin menangkap kupu-kupu buat dulu tamannya. Sehingga kupu-kupu lain yang bahkan kita sama sekali belum pernah melihatnya, bisa tiba-tiba datang! Ajaib bukan?
Maka buatlah tamannya dulu baru kejar kupu-kupunya. Walau nanti ada kupu-kupu favorit kita yang hilang, tenang saja, nanti tiba-tiba datang kupu-kupu yang bahkan lebih indah dari kupu-kupu favorit kita. itulah Magnet Rezeki.
Bagaimana membuat taman tersebut? gampang, berangkat dari tujuan, kemudian pikirkan tamannya. Wujudkan tamannya dan urus dengan baik, kemudian seiring waktu akan terisi taman kita tersebut dengan keindahan kupu-kupu dan juga bahkan mahkluk lainnya. Namun, proses pembuatan taman tersebut harus dalam kondisi yang :
Pikirannya positif. Kita bisa mengendalikan pikiran kita. Ketika kita mampu untuk berpikir negatif (misal resiko atau ancamannya) maka kita juga pasti bisa untuk memikirkan benefitnya. Ingat, berpikir harus adil ya.
Hatinya harus positif, jangan dinodai dengan iri dengki dan penyakit hati lainnya. Terus bermunajat pada Nya adalah cara terbaik agar perasaan kita selalu positif. Ingat, penyakit hati juga merupakan sumber dosa, yang mana bisa memperbesar perisai kita dalam menghadapi rezeki.
Motivasi yang positif. Misal ketika ingin membeli mobil, jangan hanya berpikir âsaya harus beli mobilâ tapi tambahkan âuntuk kepentingan ummatâ atau âuntuk memudahkan silaturahim keluargaâ sehingga motivasi kita adalah membahagiakan dan membantu orang lain. tidak selalu harus kita yang dipikirkan.
endingnya, ketika kamu sudah menyiapkan wadahnya, rezeki pasti akan datang menghampiri. hanyalah masalah waktu saja hingga ia datang, dan juga kamu menjadi faktor utama dalam kedatangan rezeki tersebut. Maka dari itu, buatlah taman terbaik, yang terbebas dari segala hal yang negatif.