Tulen
Satu lagi resolusi 2020 yang alhamdulillah sudah tercapai.. yey! haha
jadi kan gue udah kepo sama Stifin tuh udah lamaaa banget, dan barulah kemarin. yes. ahad kemarin gue nyoba kan, nah.. ternyata gue setulen itu pake “perasaannya”. jiah.. sesungguhnya aku tak percaya dengan hasilnya, walaupun memang sudah jauh-jauh hari yaa.. pasrah gitu, dari 5 macem Mesin kecerdasan dan 2 tipe (apa tuh istilahnya buat introvert dan ektrovert di stifin?) yah itulah pokoknya. ternyata gue adalah seorang Fi (Feeling introvert).
kata yang ngetes, “kamu ini Feeling, introvert, golongan darah O, Cewek pulak. Tulen!” dan gue cuma “eh seriusan lu? gue sebegitu pake hatinya? seriusan gue punya hati? masa siiiiiihhhh???”
setelah dijelasin dan divalidasi dengan berbagai ciri khas seorang Fi, barulah gue menyadari “oh iya ya, kadang gue gitu. gue pikir itu spontannya gue, ternyata karena memang begitulah bawaan lahir gue”.
apa yang paling membuat gue bersyukur dengan mewujudkan tes ini adalah karena orang rumah udah tes semua kecuali abang, kemudian ternyata hasil tes gue sama dengan hasil tes Ummi. mamak awak yang selama ini sering awak salah pahami huhu I love you mak!, sebab ternyata selama ini awak banyak denial dengan fakta kalau gue juga se-perasa itu (selalu merasa gue itu thinking dan ga masuk sama urusan perasaan). nah dengan mengetahui kalau kami sama, gue jadi lebih bisa menempatkan empati gue terkait perasaan ummi, lebih bisa akhirnya memahami ummi tuh maunya apa, kayak gimana dan seterusnya. dengan pengetahuan bahwa kami ternyata punya mesin kecerdasan yang sama gue berharap hubungan kami jadi jauh lebih baik.
you know gais, I think the answer of my du’a satu lagi sudah diijabah oleh Allah. bagi seorang Fi, saat ia merasa bermusuhan dengan seseorang yang disayanginya, itu seperti bermusuhan dengan diri sendiri. and it’s hurt a lot. ditambah dengan ‘introvert’ yang merupakan sumber kekuatan Fi, (dari dalam ke luar). kalau innernya terluka, you can imagine how bad it looks from the outside. and I actually have suffering from it. now, since Allah, Himself, heals me, I feel much better and I feel stronger than before. ***
ini postingan tercurhat mungkin, tapi gapapalah.. karena bercerita memang cara gue melepaskan beberapa beban yang mengganjal.


















