Saya juga sering melakukan copy-paste dari kata-kata orang lain untuk kemudian saya kirimkan atau sebarkan kepada orang lain lagi.
Tapi tidak 100% copy-paste. Maksud saya, kata-kata itu saya salin tapi saya modifikasi, saya olah kembali, saya utak-atik, sehingga gaya tulisan menjadi "Devi banget" gitu, lho. Kayak saya yang nulis. Namun inti pesannya sama. Istilahnya dalam Bahasa Inggris : paraphrasing.
Ini hal sepele, namun masalahnya tidak semua orang mampu paraphrasing. Jadi kalau copy-paste tulisan itu ya dilakukan 100%. Pleg-ketipleg sama persis dengan sumbernya alias nyontek. Plagiat. Yang bikin saya tambah geram, bahkan typo aja tidak dibetulkan. Spasi ganda juga tidak dihilangkan. Penempatan tanda baca pun sama persis.
Nulis itu sulit, pemirsa sekalian. Sulit. Tidak gampang merangkai kata-kata. Lha ini kan sudah tinggal nyalin, nggak perlu mikir, tapi editing sedikit aja kok ya ora gelem.
Hih. Njaluk dikapakno.













