Keajaiban Kecil untuk Landon
source: http://lovequotepic.com/50/walk-to-remember-love-quote
Apa kabarmu? Baik-baik saja, kan? Ya, aku tahu kau merindukanku. Sama seperti dirimu, aku pun sangat merindukanmu. Amat sangat. Namun untunglah bila aku merindukanmu, aku diberi izin untuk memandangmu dari atas sini. Hey, jangan marah dan merasa dicurangi begitu. Muka masammu itu justru semakin membuatku mencintaimu dan semakin merindukanmu. Dan entah mengapa, hal itu juga membuatku tersenyum bahagia sepanjang waktu.
Oh iya. Selain merindukanmu, aku juga merindukan Beaufort dan semua yang ada di dalamnya. Bagaimana pun juga, jauh sebelum aku mencintaimu seperti ini, mereka adalah bagian terpenting dalam hidupku. Dan sewaktu aku hidup, aku belum sempat mengucapkan terima kasih kepada mereka. Berhubung Tuhan memberiku kesempatan menulis surat hanya untuk dirimu, tolong kau sampaikan kepada mereka kalau aku sangat berterima kasih atas semua kebaikan mereka. Sampaikan pula, bahwa aku mencintai mereka dengan segenap jiwa ragaku. (Kau juga tidak lupa, kan, untuk berterima kasih pada Miss Garber? Kalau bukan karena ide drama Natal-nya, hubungan kita mungkin tidak akan sampai di titik ini. Tapi, entahlah. Mungkin juga tanpa drama Natal itu, kau masih akan tetap mencintaiku. Iya, kan? Hahahahaha.)
Anyway, kabarku baik, kalau kau khawatir bagaimana kabarku di sini. Walaupun masih terasa kurang karena tidak ada kau di sini, tapi aku bahagia kok. Well, setidaknya di sini aku tidak lagi merasakan rasa sakit seperti aku berada di dunia. Kepalaku terasa ringan seperti kapas sekarang. Dan aku yakin hal itu pasti membuatmu bahagia juga, kan? Aku bukannya tidak tahu kalau sewaktu dulu kau menjagaku di rumah sakit, kau selalu tidak pernah tidur dengan nyenyak. Kau selalu gelisah dan itu membuatku merasa bersalah. Terlebih ketika melihat manik matamu yang menyimpan banyak kesedihan karenaku, rasa sakitnya terkadang melebihi rasa sakit dari penyakitku sendiri. Lucu, ya? Bagaimana Tuhan menciptakan rasa sakit yang lebih sakit hanya dengan melihat orang yang kita cintai sedang bersedih. Jadi, aku mohon kau jangan lagi bersedih ketika sedang mengingatku. Sebab ketika kau bersedih, rasanya seperti ada ribuan pisau menghunjam jantungku. Sakit sekali. Maka, berbahagialah, Landon. Kau berhak untuk itu. Hidupmu berharga dan layak untuk diperjuangkan.
Kau tahu tidak betapa bangganya aku kepadamu? Aku bangga melihatmu tidak lagi merasa keberatan ketika disuruh datang ke gereja Baptis selepas kepergianku. Aku bangga melihatmu tidak pernah lupa membaca alkitab setiap hari. Aku bangga ketika kau punya tujuan hidup dan berhasil mencapainya. Aku bangga melihatmu mengenakan jas doktermu itu. Kau sangat tampan, Landon. Kau adalah pria paling tampan di dunia. Aku juga bangga ketika kau akhirnya mau berdamai dengan ayahmu. Lebih dari itu, aku sangat bangga pada banyak kebaikan yang telah berubah di hidupmu. Meskipun aku tidak bisa lagi menemani setiap langkah hidupmu, tapi aku yakin kau tahu kalau aku akan selalu mendukungmu sebab aku mencintaimu. Apalagi sekarang aku dekat dengan Tuhan. Itu memudahkanku meminta-Nya agar mengirimkan satu malaikat untuk senantiasa menjagamu. Ah, menjadi manusia baik semasa hidup di dunia dahulu ternyata memberikan banyak keuntungan bagiku saat ini. Kau mungkin akan cemburu jika melihat betapa Tuhan sangat menyayangiku. Maka dari itu, Landon, jangan letih untuk berbuat baik kepada orang lain. Apabila terasa melelahkan, ingatlah akan hal ini: bahwa setiap kebaikan yang kaulakukan kelak akan dibalas dengan kebaikan yang lain pula. Mungkin tidak sekarang, tapi Tuhan tidak pernah tidur.
Oops.. Kenapa aku terdengar seperti pendeta Hegbert yang sedang berkhotbah sekarang? Hahahahaha. Maafkan aku. Semenjak aku berada di sini, sepertinya aku menjadi lebih relijius. Walaupun, yah, harus kuakui tidak jarang aku mengingat dan membayangkan bagaimana rasa bibirmu di bibirku. Hyaaaah. Sekarang Tuhan jadi tahu kalau jiwaku tidak benar-benar suci. Aku malu, Landon. Ya ampuuun! Pipiku pasti memerah seperti udang rebus sekarang. x_x
Baiklah. Sebelum semuanya menjadi semakin kacau (sebab sekarang Tuhan menatapku sebal), ada baiknya aku menyudahi suratku ini. Walau sebenarnya masih banyak yang ingin aku ceritakan. Tapi kurasa, Tuhan akan memberiku kesempatan lagi untuk mengirimi surat kepadamu. Jadi sebaiknya aku simpan saja cerita lainnya di lain waktu. Tidak apa, kan?
Sekali lagi, Landon, aku sangat mencintaimu. Seperti katamu, cinta kita seperti angin. Kita tidak bisa melihatnya, namun kita bisa merasakannya.
P.S: ditulis setelah menangis menonton ulang film legendaris (yang justru tidak laku di negara asalnya, tetapi meledak di kawasan benua Asia) A Walk To Remember. Landon Carter yang malang, harusnya diberi keajaiban kecil, kan? Eheee~