the real my throw back
di tempat ku berada
aku sibuk dengan hal-hal yang tak ku senangi. aku sibuk dengan tuntutan demi tuntutan dengan alasan demi kebaikan diri ku sendiri. hoby pertamaku dibuat oleh lingkungan yang biasa orang sebut dengan rumah. cita-cita pertamaku digiring oleh teman masa kecil, dengan alasan jika aku menjadi itu aku menjadi keren bak halnya dengan superhero yang ku tonton pada malam hari. dan beberapa adegan mata ku ditutup dengan tangan alasannya itu perbuatan yang tak baik. keinginan pertamaku dilarang dengan alasan tidak ada masa depannya. aku sempat kesal dan tak lagi mendengar perkataan mereka. yang berbeda pemikiran dengan ku. sampai dimana aku berada sekarang aku coba bersikap nentral dengan pemikiran masyarakat aku tidak ingin menjudge aku tak ingin memberi saran. “karna menurut ku setiap orang mempunyai peran dan haknya masing-masing karna manusia bukan lah burung yang disangkar apalagi dipertandingkan”











