Papi, Mami pergi dulu. Staycation dengan Yos sampai Minggu."
Aku duduk di tepi tempat tidur, menatapnya. "Mami yakin?"
Chika berbalik, duduk di pangkuanku. "Mami yakin, Papi. Yos sudah lama mengajak Mami. Akhirnya Mami punya waktu."
"Dia politisi, Mami. Apa aman?"
Chika tertawa. "Justru itu yang membuatnya menarik, Papi. Dia punya kekuasaan, uang, dan koneksi. Dan dia juga punya shabu."
Ia menciumku. "Mami akan kirim video, Papi. Janji."
Ia bangun, mengambil tas kecilnya, dan pergi. Aku mendengar mobilnya menjauh, meninggalkan aku sendiri dengan rasa cemburu yang sudah biasa.
Pukul 16.00 - Tiba di Villa
Ponselku bergetar. Pesan dari Chika: "Papi, Mami sudah sampai. Villa di Puncak. Mewah banget."
Foto menyusul: pemandangan dari balkon villa, perbukitan hijau, kolam renang pribadi.
Lalu video pendek: Chika berjalan di dalam villa, memperlihatkan ruang tamu luas, kamar tidur utama dengan tempat tidur king size, dan kamar mandi dengan bathtub besar.
"Ini tempat Mami akan bercinta dengan Yos selama tiga hari, Papi. Mami sudah tidak sabar."
Pukul 17.00 - Kedatangan Yos
Video baru masuk. Chika duduk di sofa ruang tamu. Seorang pria masuk, sekitar 50 tahun, rambut putih di pelipis, tubuh masih bugar, mengenakan kemeja batik. Ia tersenyum melihat Chika.
"Sayang," kata Yos, memanggil Chika. "Akhirnya kita punya waktu."
Chika berdiri, mendekatinya. "Aku sudah lama menunggu ini, Yos."
Mereka berciuman, dalam dan lama. Tangan Yos meraba pinggang Chika, turun ke bokongnya.
"Kamu makin cantik, Chika."
"Kamu makin ganteng, Yos."
Yos tertawa. "Aku sudah tua, Sayang."
"Tapi pengalamanmu yang membuatmu menarik."
Mereka duduk di sofa. Yos mengeluarkan sesuatu dari tasnya - bong shabu, korek, dan kristal putih.
"Kamu siap?" tanya Yos.
"Aku siap."
Yos menyiapkan bong, memanaskan kristal. Chika menatapnya dengan mata berbinar.
Pukul 17.30 - Sesi Shabu Pertama
Video menunjukkan Chika dan Yos duduk bersebelahan. Yos menghisap bong, menahan asap, lalu menghembuskannya. Chika mengikuti.
"Mmm," desah Chika. "Ini yang Mami rindukan."
"Kamu sudah lama tidak?"
"Sejak bersama Marlex beberapa minggu lalu."
Yos tersenyum. "Kita akan membuat akhir pekan ini tak terlupakan."
Mereka bergantian menghisap bong. Mata Chika mulai berkilat, napasnya cepat. Efek shabu mulai bekerja.
"Yos," bisik Chika. "Aku sudah panas."
"Kita baru mulai, Sayang."
Pukul 18.00 - Pemanasan
Video menunjukkan Chika duduk di pangkuan Yos. Gaunnya masih terpakai, tapi Yos sudah meraba pahanya.
"Kamu pakai bra apa?" tanya Yos.
"Bra putih. Yang kamu suka."
Yos tersenyum. "Buka."
Chika membuka resleting gaunnya dari belakang, menurunkan gaun itu sampai pinggang. Bra putih terlihat, membalut payudaranya.
"Cantik," bisik Yos.
Ia mencium leher Chika, sementara tangannya meraba payudara Chika melalui bra. Chika mendesah, kepalanya terkulai ke belakang.
"Buka bra-nya," bisik Chika.
Yos membuka bra Chika dari depan, melepaskannya. Payudara Chika terbuka, putingnya sudah tegang.
"Kamu sudah siap," kata Yos.
"Aku sudah siap sejak aku datang."
Yos menunduk, menghisap puting kanan Chika. Lidahnya memutar di sekitar puting, sementara tangannya meremas payudara kiri. Chika mendesah keras, tangannya meraih kepala Yos, mendorongnya lebih dalam.
"Mmm, Yos... kamu masih jago."
"Aku sudah lama tidak melakukannya, Sayang. Tapi aku tidak akan pernah lupa bagaimana membuatmu nyaman."
Yos berganti ke puting kiri, menghisapnya dengan ritme yang sama. Chika menggeliat, efek shabu membuat sensasinya berlipat ganda.
"Yos... aku ingin lebih..."
Pukul 18.30 - Oral Seks
Yos turun, berlutut di lantai. Ia membuka gaun Chika sepenuhnya, menurunkannya sampai ke lantai. Chika hanya mengenakan celana dalam putih.
"Cantik," bisik Yos, menatap tubuh Chika. "Kamu masih cantik seperti pertama kali aku melihatmu."
"Kapan itu?"
"Tahun 2017, di acara partai. Kamu pakai gaun merah, rambutmu panjang."
Chika tersenyum. "Kamu masih ingat?"
"Aku tidak akan pernah lupa."
Yos menarik celana dalam Chika perlahan, membiarkan vaginanya terbuka. Ia menunduk, menjilat dari bawah ke atas, mengumpulkan cairan yang mulai keluar.
"Mmm, Yos..."
Yos menghisap klitoris Chika, bibirnya mengisap lembut. Lidahnya memutar-mutar, membuat Chika menggeliat.
"Kamu sudah basah, Sayang."
"Karena kamu."
Yos memasukkan dua jari ke dalam vagina Chika, menggerakkannya masuk-keluar. Lidahnya terus menjilat klitoris. Chika meraih kepala Yos, mendorongnya lebih dalam.
"Aaa... Yos... aku mau keluar..."
"Keluarlah, Sayang. Aku di sini."
Chika mencapai orgasme, tubuhnya bergetar. Yos terus menjilat, memperpanjang kenikmatannya.
"Cantik," bisik Yos, melihat Chika yang masih terengah-engah.
Pukul 19.00 - Posisi Misionaris
Yos berdiri, membuka celananya. Kontolnya sudah tegang, panjang dan ramping, sekitar 16 cm.
"Kamu siap, Sayang?"
"Aku siap."
Yos membaringkan Chika di sofa. Ia naik ke atasnya, kontolnya menekan vagina Chika.
"Masukin," bisik Chika.
Yos memasukkan kontolnya perlahan, sentimeter demi sentimeter. Chika mengerang panjang, merasakan kontol Yos memenuhi dirinya.
"Kamu ketat, Sayang."
"Karena aku sudah lama tidak denganmu."
Yos bergerak perlahan, keluar-masuk dengan ritme stabil. Chika mendesah, matanya terpejam.
"Lihat aku, Sayang."
Chika membuka matanya, menatap Yos.
"Kamu cantik," bisik Yos. "Terutama saat kamu dinikmati."
Yos mempercepat gerakannya. Chika menjerit, mencapai orgasme lagi.
"Aku mau keluar," desah Yos.
"Keluarkan di luar."
Yos menarik kontolnya, mengocoknya di atas perut Chika. Ia menyemprotkan sperma ke perut Chika, putih dan kental.
"Cantik," bisik Yos, melihat spermanya di tubuh Chika.
Pukul 19.30 - Sesi Kedua Shabu
Mereka istirahat sebentar. Yos menyiapkan bong lagi.
"Kita baru mulai, Sayang. Masih ada dua malam."
"Aku tahu. Aku sudah siap."
Mereka menghisap shabu lagi. Efeknya membuat mereka lebih bergairah.
"Yos," bisik Chika. "Aku mau kamu memanggil temanmu."
Yos tersenyum. "Kamu yakin?"
"Aku yakin. Aku ingin merasakan dua pria sekaligus."
Yos mengambil ponselnya, mengirim pesan. "Dia akan datang dalam satu jam."
"Siapa dia?"
"Temanku, Andi. Dia juga politisi. Dan dia juga suka chemsex."
Chika tersenyum. "Sempurna."
Pukul 20.30 - Kedatangan Andi
Pintu villa diketuk. Yos membuka pintu, menyambut seorang pria sekitar 45 tahun, tinggi, rambut disisir rapi, mengenakan kemeja putih.
"Yos, lama tidak jumpa," kata Andi.
"Andi, terima kasih sudah datang."
Mereka berjabat tangan, lalu masuk. Andi melihat Chika yang duduk di sofa, hanya mengenakan bra dan celana dalam.
"Chika, ini Andi," kata Yos. "Andi, ini Chika."
Chika berdiri, mendekati Andi. "Senang bertemu denganmu, Andi."
"Senang juga, Chika. Yos sudah sering cerita tentangmu."
"Cerita baik, kuharap."
"Tentu."
Chika mencium Andi, lidahnya langsung masuk. Andi terkejut, tapi langsung membalas.
"Kamu langsung," bisik Andi.
"Aku tidak suka basa-basi."
Pukul 21.00 - Sesi Ketiga Shabu
Mereka bertiga duduk di sofa. Yos menyiapkan bong lagi. Mereka bergantian menghisap, mata mereka mulai berkilat.
"Efeknya mulai terasa," bisik Andi.
"Kita baru mulai," kata Yos.
Chika duduk di antara mereka berdua. Ia meraih tangan mereka, meletakkannya di pahanya.
"Kalian siap?" tanya Chika.
"Kami siap," jawab Yos.
"Buktikan."
Pukul 21.30 - Pemanasan Bertiga
Yos mencium leher Chika dari kiri, Andi dari kanan. Tangan mereka meraba tubuh Chika, membuka bra-nya, melepas celana dalamnya.
"Kalian membuatku panas," bisik Chika.
"Itu tujuannya," kata Andi.
Yos menghisap puting kanan Chika, Andi menghisap puting kiri. Chika mendesah, tangannya meraih kepala mereka berdua.
"Mmm... ini enak..."
"Kamu suka?" tanya Yos.
"Suka..."
Mereka bergantian, Yos turun ke perut Chika, Andi masih menghisap putingnya. Yos menjilat vagina Chika, lidahnya masuk ke dalam.
"Aaa... Yos..."
Andi berganti posisi, kini ia yang menjilat vagina Chika, sementara Yos menghisap putingnya.
"Kalian membuatku gila..."
"Itu tujuannya," kata Andi, tersenyum sebelum kembali menjilat.
Pukul 22.00 - Posisi Ganda Vagina dan Pantat
"Kalian siap untuk posisi favoritku?" tanya Chika.
"Siap," jawab Yos dan Andi bersamaan.
Yos berbaring di sofa, kontolnya tegang. Chika naik ke atasnya, memasukkan kontol Yos ke vaginanya. Andi berdiri di belakang Chika, mengoleskan pelumas ke lubang pantatnya.
"Kamu siap, Sayang?" tanya Andi.
"Siap."
Andi memasukkan kontolnya ke pantat Chika perlahan. Chika menjerit, merasakan dua kontol memenuhi dirinya.
"Kamu luar biasa," desah Yos. "Vaginamu ketat."
"Pantatmu juga," kata Andi. "Lebih ketat."
Mereka bergerak bersama, keluar-masuk secara bergantian. Yos mendorong dari bawah, Andi mendorong dari belakang. Chika menjerit, mencapai orgasme.
"Aaa... aku mau keluar..."
"Keluarlah, Sayang. Kami di sini."
Chika mencapai orgasme, tubuhnya bergetar hebat. Yos dan Andi terus bergerak, merasakan kontraksi di sekitarnya.
"Aku mau keluar," desah Yos.
"Keluarkan di luar," bisik Chika.
Yos menarik kontolnya, menyemprotkan sperma ke perut Chika. Andi terus bergerak di pantatnya.
"Giliran gue," kata Andi.
Ia mempercepat gerakannya, lalu menarik kontolnya dan menyemprotkan sperma ke punggung Chika.
"Cantik," bisik mereka berdua, melihat tubuh Chika yang penuh sperma.
Pukul 22.30 - Posisi Doggy Style
"Belum selesai," bisik Chika. "Aku masih ingin lebih."
Ia merangkak di sofa, bokongnya terangkat. "Siapa yang mau di depan?"
"Aku," kata Yos.
Yos berdiri di depan Chika, Chika menghisap kontol Yos yang sudah setengah tegang. Andi berdiri di belakang Chika, memasukkan kontolnya ke vagina Chika.
"Kamu suka?" tanya Andi, mendorong kontolnya dalam-dalam.
"Suka..."
Andi bergerak dengan ritme cepat. Chika menghisap kontol Yos, membuatnya tegang kembali.
"Aku mau keluar," desah Andi.
"Keluarkan di dalam."
Andi mencapai klimaks, menyemprotkan sperma ke dalam vagina Chika. Ia menarik kontolnya, melihat sperma mengalir keluar.
"Giliran gue," kata Yos.
Yos menggantikan posisi Andi, memasukkan kontolnya ke vagina Chika dari belakang. Chika masih menghisap kontol Andi yang sudah lemas.
"Kamu hebat, Sayang," bisik Yos.
"Terus... jangan berhenti..."
Yos bergerak cepat, lalu mencapai klimaks, menyemprotkan sperma ke dalam vagina Chika.
Pukul 23.00 - Sesi Keempat Shabu
Mereka istirahat, menghisap shabu lagi. Efeknya membuat mereka tetap terjaga dan bergairah.
"Kita lanjut?" tanya Chika.
"Tentu," jawab Yos.
"Kapan saja," kata Andi.
Pukul 23.30 - Posisi 69 dengan Dua Pria
"Aku mau merasakan kalian berdua di mulutku," bisik Chika.
Yos berbaring telentang, Chika naik ke atasnya, vaginanya di atas mulut Yos. Andi berbaring di samping, Chika meraih kontol Andi dan menghisapnya.
Yos menjilat vagina Chika dari bawah, lidahnya masuk ke dalam. Chika menghisap kontol Andi, tangannya mengocok kontol Yos.
"Mmm... ini enak..."
"Kamu suka?" tanya Andi.
"Suka..."
Mereka berganti posisi. Sekarang Andi yang menjilat vagina Chika, Yos yang dihisap.
"Kalian membuatku gila..."
"Itu tujuannya," kata Yos, tersenyum.
Pukul 00.00 - Posisi Terakhir
"Untuk sesi terakhir, aku mau kalian berdua di depanku," bisik Chika.
Yos dan Andi berdiri di depan Chika. Chika berlutut, menghisap kontol mereka bergantian.
"Kalian mau keluar di mana?" tanya Chika.
"Di wajahmu," kata Yos.
"Di tubuhmu," kata Andi.
Chika tersenyum. "Aku siap."
Ia menghisap kontol Yos sampai klimaks. Yos menyemprotkan sperma ke wajah Chika. Chika menjilat spermanya sendiri, lalu menghisap kontol Andi sampai klimaks. Andi menyemprotkan sperma ke payudara Chika.
"Cantik," bisik mereka berdua, melihat Chika yang penuh sperma.
Pukul 00.30 - Setelah Semuanya
Chika berbaring di sofa, tubuhnya lemas. Yos dan Andi duduk di sampingnya.
"Papi," bisik Chika ke kamera yang masih merekam. "Mami sudah puas. Mami akan istirahat, lalu besok Mami akan lanjut lagi."
Ia tersenyum. "Papi, Mami harap Pami menikmati tontonan ini. Mami sayang Papi."
Ia mencium kamera, lalu mematikan rekaman.
Hari Sabtu - Pukul 10.00 - Sesi Baru
Pagi hari, Chika bangun dengan tubuh masih telanjang. Yos dan Andi masih tidur di sampingnya.
Ia mengambil ponselnya, merekam video pendek.
"Selamat pagi, Papi. Mami baru bangun. Mami masih telanjang, masih penuh sperma. Tapi Mami bahagia."
Ia tersenyum. "Hari ini Mami akan bercinta lagi dengan Yos dan Andi. Mami akan kirim video lagi."
Ia mencium kamera. "Sampai nanti, Papi. Mami sayang Papi."
Pukul 11.00 - Sesi Shabu Pagi
Mereka bangun, menghisap shabu lagi. Efeknya membuat mereka bergairah kembali.
"Kita lanjut?" tanya Yos.
"Tentu," jawab Chika.
"Kapan saja," kata Andi.
Mereka bercinta lagi, berganti posisi, berganti pasangan. Chika selalu di tengah, selalu dipenetrasi dua kontol sekaligus.
Chika terbangun di antara Yos dan Andi. Tubuhnya masih telanjang, masih lengket oleh keringat dan sperma kering dari malam sebelumnya. Efek shabu mulai berkurang, tapi masih cukup untuk membuatnya tetap terjaga.
Yos sudah bangun, duduk di tepi tempat tidur sambil merokok. Andi masih tidur di samping Chika, dengkurnya pelan.
"Selamat pagi, Sayang," bisik Yos, melihat Chika membuka mata.
"Pagi, Yos." Chika menggeliat, tubuhnya terasa pegal. "Ada shabu?"
Yos tersenyum, mengeluarkan bong dari laci samping tempat tidur. "Tentu. Kita harus memulai hari dengan benar."
Chika duduk, mengambil bong itu. Ia menghisap dalam-dalam, menahan asap di paru-parunya, lalu menghembuskannya perlahan. Efeknya langsung terasa - dopamin mengalir, membuatnya segar dan bergairah kembali.
"Bangunkan Andi," bisik Chika. "Aku ingin memulai."
Pukul 06.30 - Pemanasan Pagi
Yos membangunkan Andi dengan menggoyang bahunya. "Bangun, ada yang ingin dimulai."
Andi membuka mata, melihat Chika yang sudah telanjang di sampingnya, tersenyum nakal. "Pagi, Cantik."
"Pagi, Andi. Aku sudah siap."
Mereka bertiga menghisap shabu bersama. Bong beredar dari satu ke yang lain, mata mereka mulai berkilat, napas cepat.
"Aku ingin kalian menikmatiku," bisik Chika. "Aku ingin menjadi objek kalian hari ini."
"Kamu yakin?" tanya Yos.
"Aku yakin. Lakukan apa pun yang kalian inginkan padaku."
Yos dan Andi saling pandang, tersenyum. Mereka tahu ini akan menjadi hari yang panjang.
Pukul 07.00 - Sesi Oral Pagi
Chika berbaring telentang di tempat tidur, tubuhnya terbuka lebar. Yos dan Andi duduk di sampingnya, menatap tubuhnya.
"Cantik," bisik Yos, tangannya meraba payudara Chika.
"Mulailah dari sini," kata Andi, menunjuk vaginanya.
Yos menunduk, menjilat vagina Chika dari bawah ke atas. Lidahnya masuk ke dalam, memutar-mutar. Chika mendesah, tangannya meraih kepala Yos.
Andi tidak mau ketinggalan. Ia naik ke atas, mendekatkan kontolnya ke mulut Chika. "Hisap."
Chika membuka mulut, menjilat ujung kontol Andi, lalu menelannya setengah. Ia menghisap dengan ritme yang sama dengan jilatan Yos di vaginanya.
"Mmm... ini enak," desah Chika di antara hisapan.
"Kamu suka jadi objek?" tanya Andi.
"Suka... aku suka dinikmati..."
Yos memasukkan dua jari ke dalam vagina Chika, menggerakkannya masuk-keluar sambil terus menjilat klitoris. Chika menggeliat, hampir mencapai orgasme.
"Jangan keluar dulu," bisik Yos. "Kita baru mulai."
Chika menahan orgasmenya, bernapas dalam-dalam.
Pukul 07.30 - Giliran Andi Menjilat
Yos dan Andi berganti posisi. Sekarang Andi yang menjilat vagina Chika, sementara Yos berdiri di samping kepala Chika, kontolnya di depan mulut Chika.
"Hisap," perintah Yos.
Chika menghisap kontol Yos, menjilat batangnya dari pangkal ke ujung. Yos menggenggam rambut Chika, menggerakkan pinggulnya perlahan.
"Kamu hebat, Sayang," desah Yos.
"Mulutmu luar biasa," kata Andi di antara jilatan.
Chika terus menghisap, lidahnya memutar di sekitar kepala kontol Yos. Andi memasukkan lidahnya ke dalam vagina Chika, membuatnya mengerang ke dalam mulut Yos.
"Aku mau keluar," desah Yos.
"Keluarkan di mulutnya," kata Andi.
Yos mencapai klimaks, menyemprotkan sperma ke dalam mulut Chika. Chika menelan semuanya, lalu menjilat kontol Yos hingga bersih.
"Giliran gue," kata Andi.
Andi naik, mendekatkan kontolnya ke mulut Chika. Chika menghisapnya, dan dalam beberapa menit, Andi mencapai klimaks, menyemprotkan sperma ke dalam mulut Chika. Chika menelan semuanya lagi.
Pukul 08.00 - Posisi Misionaris dengan Yos
"Sekarang, aku ingin merasakan kalian di dalamku," bisik Chika.
Yos naik ke atas Chika, memasukkan kontolnya ke vagina Chika. Ia bergerak perlahan, menikmati setiap sensasi.
"Kamu ketat," desah Yos.
"Karena aku sudah lama tidak denganmu."
Yos mempercepat gerakannya. Chika mendesah, matanya terpejam.
"Lihat aku," perintah Yos.
Chika membuka matanya, menatap Yos.
"Kamu cantik. Terutama saat kamu dinikmati."
Yos mencapai klimaks, menarik kontolnya dan menyemprotkan sperma ke perut Chika.
Pukul 08.30 - Giliran Andi Misionaris
Yos turun, Andi naik menggantikan. Ia memasukkan kontolnya ke vagina Chika yang masih basah oleh sperma Yos.
"Kamu penuh," desah Andi.
"Iya. Sekarang giliran kamu mengisinya."
Andi bergerak cepat, mencapai klimaks dalam beberapa menit. Ia menarik kontolnya, menyemprotkan sperma ke payudara Chika.
Pukul 09.00 - Posisi Doggy Style
"Berbalik," perintah Yos.
Chika merangkak di tempat tidur, bokongnya terangkat. Yos berdiri di belakangnya, memasukkan kontolnya ke vagina Chika dari belakang.
"Kamu suka posisi ini?" tanya Yos.
"Suka... ini posisi favoritku..."
Yos bergerak cepat, menampar pantat Chika setiap beberapa detik. Chika menjerit campur erangan.
Andi berdiri di depan Chika, mendekatkan kontolnya ke mulutnya. "Hisap."
Chika menghisap kontol Andi sambil dipenetrasi Yos dari belakang. Ia bergerak maju-mundur, menikmati kedua sensasi.
"Aku mau keluar," desah Yos.
"Keluarkan di pantatnya," kata Andi.
Yos menarik kontolnya dari vagina, mengarahkannya ke lubang pantat Chika. Ia memasukkan kontolnya ke pantat Chika, bergerak cepat, lalu mencapai klimaks, menyemprotkan sperma ke dalam pantat Chika.
"Giliran gue," kata Andi.
Andi menggantikan posisi Yos, memasukkan kontolnya ke vagina Chika dari belakang. Chika masih menghisap kontol Yos yang sudah setengah tegang.
Andi bergerak cepat, mencapai klimaks, menyemprotkan sperma ke dalam vagina Chika.
Pukul 09.30 - Sesi Shabu Kedua
Mereka istirahat sebentar, menghisap shabu lagi. Efeknya membuat mereka tetap terjaga dan bergairah.
"Kita lanjut?" tanya Chika.
"Tentu," jawab Yos.
"Kapan saja," kata Andi.
Pukul 10.00 - Posisi Ganda Vagina dan Pantat
"Aku ingin merasakan kalian berdua sekaligus," bisik Chika.
Yos berbaring di tempat tidur, kontolnya tegang. Chika naik ke atasnya, memasukkan kontol Yos ke vaginanya. Andi berdiri di belakang Chika, mengoleskan pelumas ke lubang pantatnya.
"Kamu siap?" tanya Andi.
"Siap."
Andi memasukkan kontolnya ke pantat Chika perlahan. Chika menjerit, merasakan dua kontol memenuhi dirinya.
"Kamu luar biasa," desah Yos.
"Gerakkan pinggulmu," perintah Andi.
Chika bergerak naik-turun di kontol Yos, sementara Andi mendorong dari belakang. Mereka bergerak bersama, keluar-masuk secara bergantian.
"Aaa... aku mau keluar..."
"Keluarlah. Kami di sini."
Chika mencapai orgasme, tubuhnya bergetar hebat. Yos dan Andi terus bergerak, merasakan kontraksi di sekitarnya.
"Aku mau keluar," desah Yos.
"Keluarkan di dalam."
Yos mencapai klimaks, menyemprotkan sperma ke dalam vagina Chika. Andi terus bergerak di pantatnya.
"Giliran gue," kata Andi.
Ia mempercepat gerakannya, lalu mencapai klimaks, menyemprotkan sperma ke dalam pantat Chika.
Pukul 10.30 - Mandi Bersama
"Kita mandi," kata Yos. "Aku ingin melihatmu basah."
Mereka bertiga pergi ke kamar mandi. Chika berdiri di bawah pancuran, air mengalir di tubuhnya. Yos dan Andi berdiri di sampingnya, menatap tubuhnya yang basah.
"Cantik," bisik Yos.
"Seperti bidadari," kata Andi.
Yos mengusap sabun ke tubuh Chika, tangannya meraba setiap bagian. Andi mengusap sabun ke punggung Chika, turun ke bokongnya.
"Kalian membuatku bergairah lagi," bisik Chika.
"Itu tujuannya," kata Yos.
Yos memasukkan jarinya ke vagina Chika, menggerakkannya di dalam air. Andi memasukkan jarinya ke pantat Chika.
"Kalian... aaa..."
Mereka terus meraba Chika di bawah air, membuatnya mencapai orgasme lagi. Chika menjerit, tubuhnya bergetar di bawah pancuran.
Pukul 11.00 - Bercinta di Kamar Mandi
"Di sini," bisik Chika. "Aku ingin bercinta di sini."
Yos menyandarkan Chika ke dinding kamar mandi, mengangkat salah satu kakinya. Ia memasukkan kontolnya ke vagina Chika, bergerak di bawah air.
"Kamu suka?" tanya Yos.
"Suka..."
Andi berdiri di belakang Chika, memasukkan kontolnya ke pantat Chika. Mereka bertiga bergerak bersama, air mengalir di tubuh mereka.
"Aku mau keluar," desah Yos.
"Keluarkan di luar."
Yos menarik kontolnya, menyemprotkan sperma ke perut Chika. Air langsung membersihkannya.
"Giliran gue," kata Andi.
Andi mempercepat gerakannya, lalu menarik kontolnya dan menyemprotkan sperma ke punggung Chika.
Pukul 11.30 - Sesi Shabu Ketiga
Mereka keluar dari kamar mandi, mengeringkan tubuh. Chika duduk di sofa, hanya mengenakan handuk. Yos menyiapkan bong lagi.
"Kita lanjut?" tanya Chika.
"Tentu. Kita punya sepanjang hari."
Mereka menghisap shabu lagi, mata mereka berkilat, napas cepat.
Pukul 12.00 - Posisi 69 dengan Dua Pria
"Aku ingin merasakan kalian berdua di mulutku," bisik Chika.
Yos berbaring telentang di sofa, Chika naik ke atasnya, vaginanya di atas mulut Yos. Andi berbaring di lantai, Chika meraih kontol Andi dan menghisapnya.
Yos menjilat vagina Chika dari bawah, lidahnya masuk ke dalam. Chika menghisap kontol Andi, tangannya mengocok kontol Yos.
"Mmm... ini enak..."
"Kamu suka?" tanya Andi.
"Suka..."
Mereka berganti posisi. Sekarang Andi yang menjilat vagina Chika, Yos yang dihisap.
"Kalian membuatku gila..."
"Itu tujuannya," kata Yos, tersenyum.
Pukul 12.30 - Posisi Terbalik
"Berbalik," perintah Yos.
Chika berbalik, sekarang ia yang berbaring telentang di sofa. Yos naik ke atasnya, memasukkan kontolnya ke vagina Chika dalam posisi terbalik - kepala Chika di antara kaki Yos.
"Kamu suka posisi ini?" tanya Yos.
"Suka... aku bisa melihat kontolmu masuk ke dalamku..."
Yos bergerak perlahan, membiarkan Chika melihat bagaimana kontolnya masuk dan keluar dari vaginanya. Andi berdiri di samping, Chika meraih kontol Andi dan menghisapnya.
"Aku mau keluar," desah Yos.
"Keluarkan di perutku."
Yos menarik kontolnya, menyemprotkan sperma ke perut Chika.
Pukul 13.00 - Makan Siang
Mereka istirahat untuk makan siang. Chika hanya mengenakan kemeja tipis tanpa bra dan celana dalam. Yos dan Andi hanya mengenakan celana pendek.
"Papi," bisik Chika ke kamera yang masih merekam dari sudut ruangan. "Mami sedang makan siang dengan Yos dan Andi. Mami masih telanjang di balik kemeja ini. Mami sudah siap untuk sesi berikutnya."
Yos duduk di samping Chika, tangannya meraba paha Chika di bawah meja. Andi duduk di seberang, matanya menatap tubuh Chika dengan penuh nafsu.
"Kamu tahu," kata Yos, "Andi dan aku sudah merencanakan ini sejak lama."
"Benarkah?" tanya Chika.
"Iya. Kami ingin menghabiskan akhir pekan denganmu, memuaskanmu sepuasnya."
"Dan kalian berhasil."
Pukul 14.00 - Sesi Sore - Chika Sebagai Objek
"Untuk sesi sore ini," kata Yos, "kami ingin kamu hanya berbaring dan menikmati. Kami yang akan melakukan semuanya."
Chika berbaring telentang di tempat tidur, tangan dan kakinya terbuka lebar. Yos dan Andi berdiri di sampingnya, menatap tubuhnya.
"Cantik," bisik Yos.
"Seperti lukisan," kata Andi.
Mereka mulai meraba tubuh Chika, dari leher, turun ke payudara, perut, hingga vaginanya. Yos menjilat puting kanan, Andi menjilat puting kiri.
"Mmm... ini enak..."
"Diam dan nikmati," perintah Yos.
Yos turun, menjilat vagina Chika. Andi tetap di atas, menghisap putingnya. Chika mendesah, matanya terpejam.
Yos memasukkan dua jari ke dalam vagina Chika, menggerakkannya masuk-keluar. Lidahnya menjilat klitoris. Chika menggeliat, hampir mencapai orgasme.
"Jangan keluar dulu," bisik Yos. "Kita baru mulai."
Chika menahan orgasmenya, bernapas dalam-dalam.
Pukul 14.30 - Giliran Andi Menjilat
Yos dan Andi berganti posisi. Andi yang menjilat vagina Chika, Yos yang menghisap putingnya.
"Kamu suka?" tanya Andi.
"Suka... terus..."
Andi memasukkan lidahnya ke dalam vagina Chika, memutar-mutar. Yos menggigit puting Chika perlahan, membuatnya menjerit.
"Aaa... kalian... membuatku gila..."
"Itu tujuannya," kata Yos.
Andi mempercepat jilatannya, membuat Chika mencapai orgasme. Chika menjerit, tubuhnya bergetar.
Pukul 15.00 - Posisi Misionaris Bergantian
Yos naik ke atas Chika, memasukkan kontolnya ke vagina Chika. Ia bergerak perlahan, menikmati setiap sensasi.
"Kamu ketat," desah Yos.
"Karena aku sudah lama tidak denganmu."
Yos mempercepat gerakannya. Andi duduk di samping, menonton sambil mengocok kontolnya.
"Aku mau keluar," desah Yos.
"Keluarkan di perutnya."
Yos menarik kontolnya, menyemprotkan sperma ke perut Chika.
"Giliran gue," kata Andi.
Andi naik ke atas Chika, memasukkan kontolnya ke vagina Chika yang masih basah oleh sperma Yos. Ia bergerak cepat, mencapai klimaks dalam beberapa menit, menyemprotkan sperma ke payudara Chika.
Pukul 15.30 - Posisi Doggy Style
"Berbalik," perintah Yos.
Chika merangkak di tempat tidur, bokongnya terangkat. Yos berdiri di belakangnya, memasukkan kontolnya ke vagina Chika dari belakang.
"Kamu suka posisi ini?" tanya Yos.
"Suka..."
Yos bergerak cepat, menampar pantat Chika setiap beberapa detik. Andi berdiri di depan Chika, mendekatkan kontolnya ke mulutnya.
"Hisap."
Chika menghisap kontol Andi sambil dipenetrasi Yos dari belakang.
"Aku mau keluar," desah Yos.
"Keluarkan di pantatnya."
Yos menarik kontolnya dari vagina, mengarahkannya ke lubang pantat Chika. Ia memasukkan kontolnya ke pantat Chika, bergerak cepat, lalu mencapai klimaks, menyemprotkan sperma ke dalam pantat Chika.
"Giliran gue," kata Andi.
Andi menggantikan posisi Yos, memasukkan kontolnya ke vagina Chika dari belakang. Chika masih menghisap kontol Yos yang sudah setengah tegang.
Andi bergerak cepat, mencapai klimaks, menyemprotkan sperma ke dalam vagina Chika.
Pukul 16.00 - Sesi Shabu Keempat
Mereka istirahat, menghisap shabu lagi. Efeknya membuat mereka tetap terjaga.
"Kita lanjut?" tanya Chika.
"Tentu," jawab Yos.
"Kapan saja," kata Andi.
Pukul 16.30 - Posisi Ganda Lagi
Yos berbaring di tempat tidur, Chika naik ke atasnya, memasukkan kontol Yos ke vaginanya. Andi berdiri di belakang Chika, memasukkan kontolnya ke pantat Chika.
Mereka bergerak bersama, keluar-masuk secara bergantian. Chika menjerit, mencapai orgasme.
"Aku mau keluar," desah Yos.
"Keluarkan di dalam."
Yos mencapai klimaks, menyemprotkan sperma ke dalam vagina Chika. Andi terus bergerak di pantatnya.
"Giliran gue," kata Andi.
Ia mempercepat gerakannya, lalu mencapai klimaks, menyemprotkan sperma ke dalam pantat Chika.
Pukul 17.00 - Mandi Sore
Mereka mandi bersama lagi. Chika berdiri di bawah pancuran, Yos dan Andi mengusap sabun ke tubuhnya.
"Kita akan istirahat sebentar," kata Yos. "Lalu kita lanjutkan malam ini."
"Setuju," kata Andi.
Chika tersenyum. "Aku siap kapan saja."
Pukul 18.00 - Makan Malam
Mereka makan malam bersama. Chika hanya mengenakan gaun tipis tanpa bra. Yos dan Andi sudah berpakaian rapi.
"Kamu cantik malam ini," kata Yos.
"Terima kasih."
"Andi dan aku sudah menyiapkan kejutan untukmu nanti malam."
"Kejutan apa?"
"Kamu akan lihat."
Pukul 20.00 - Sesi Malam - Kejutan
Yos dan Andi membawa Chika ke ruang tamu. Di sana, sudah ada dua pria lain yang menunggu - teman-teman Yos yang lain.
"Ini kejutannya," kata Yos. "Mereka akan bergabung dengan kita malam ini."
Chika tersenyum lebar. "Kalian sungguh... luar biasa."
Malam itu, Chika menjadi objek seks untuk empat pria. Mereka bergiliran, kadang hanya satu yang bermain, kadang dua, kadang tiga, kadang empat sekaligus.
Chika mencapai orgasme berkali-kali, tubuhnya penuh sperma dari berbagai pria.
Pukul 22.00 - Sesi Shabu Malam
Mereka istirahat, menghisap shabu lagi. Chika duduk di tengah, dikelilingi empat pria.
"Kalian membuatku sangat bahagia," bisik Chika.
"Kami juga," kata Yos.
"Kita lanjut?"
"Tentu."
Pukul 23.00 - Sesi Terakhir Malam
Untuk sesi terakhir, keempat pria berdiri di depan Chika. Chika berlutut, menghisap kontol mereka bergantian.
Satu per satu, mereka mencapai klimaks, menyemprotkan sperma ke wajah, mulut, dan tubuh Chika.
"Cantik," bisik Yos, melihat Chika yang penuh sperma.
Hari Minggu - Pukul 06.00 - Bangun Pagi
Chika terbangun di antara empat pria. Tubuhnya masih telanjang, masih penuh sperma kering. Efek shabu mulai berkurang, tapi masih cukup untuk membuatnya tetap terjaga.
Yos sudah bangun, duduk di tepi tempat tidur. "Selamat pagi, Sayang."
"Pagi, Yos."
"Kita punya satu hari lagi. Kamu siap?"
Chika tersenyum. "Aku siap."
Pukul 06.30 - Sesi Shabu Pagi
Mereka menghisap shabu bersama. Efeknya membuat mereka bergairah kembali.
"Hari ini, kita akan melakukan sesuatu yang berbeda," kata Yos.
"Apa itu?"
"Kami akan bergiliran menjadi sutradara. Masing-masing dari kami akan mengatur adegan yang kamu lakukan."
Chika tersenyum. "Aku suka ide itu."
Pukul 07.00 - Adegan Pertama - Sutradara Yos
"Adegan pertama," kata Yos. "Kamu akan berbaring telentang. Dua pria akan menjilat putingmu, satu pria akan menjilat vaginamu, dan satu pria akan berdiri di kepalamu untuk kamu hisap."
Chika berbaring telentang. Empat pria mengambil posisi masing-masing. Yos menjilat puting kanan, Andi menjilat puting kiri, pria ketiga menjilat vagina, dan pria keempat berdiri di kepalanya.
Chika menghisap kontol pria keempat sementara tiga pria lainnya menjilat tubuhnya. Ia mencapai orgasme dalam beberapa menit.
Pukul 07.30 - Adegan Kedua - Sutradara Andi
"Adegan kedua," kata Andi. "Kamu akan merangkak. Dua pria akan menyetubuhi vaginamu dan pantatmu dari belakang. Satu pria akan berdiri di depan untuk kamu hisap. Satu pria akan menonton."
Chika merangkak di tempat tidur. Dua pria memasukkan kontol mereka ke vagina dan pantatnya. Satu pria berdiri di depan, Chika menghisap kontolnya. Satu pria duduk di kursi, menonton sambil mengocok kontolnya.
Mereka bergerak bersama, Chika menjerit, mencapai orgasme.
Pukul 08.00 - Adegan Ketiga - Sutradara Pria Ketiga
"Adegan ketiga," kata pria ketiga. "Kamu akan duduk di pangkuan Yos, vaginamu terisi kontolnya. Dua pria akan berdiri di sampingmu, kamu hisap kontol mereka bergantian. Satu pria akan menjilat pantatmu dari belakang."
Chika duduk di pangkuan Yos, kontol Yos di dalam vaginanya. Ia menghisap kontol Andi, lalu kontol pria keempat, bergantian. Pria ketiga menjilat pantatnya dari belakang.
"Kamu suka?" tanya Yos.
"Suka... ini luar biasa..."
Pukul 08.30 - Adegan Keempat - Sutradara Pria Keempat
"Adegan keempat," kata pria keempat. "Kamu akan berbaring telentang. Keempat pria akan bergiliran menyetubuhimu. Masing-masing satu menit, tanpa henti."
Chika berbaring telentang. Keempat pria bergiliran, masing-masing satu menit, memasukkan kontol mereka ke vaginanya, lalu berganti.
Setelah empat putaran, Chika mencapai orgasme berkali-kali.
Pukul 09.00 - Sesi Shabu
Mereka istirahat, menghisap shabu lagi.
"Kita lanjut?" tanya Chika.
"Tentu. Kita punya sampai siang."
Pukul 09.30 - Adegan Kelima - Bebas
"Sekarang, adegan bebas," kata Yos. "Lakukan apa pun yang kamu inginkan."
Chika tersenyum. "Aku ingin kalian berempat berbaring. Aku akan bergiliran menunggangi kalian."
Keempat pria berbaring di tempat tidur. Chika bergiliran menunggangi mereka, masing-masing beberapa menit, sampai semua mencapai klimaks.
Pukul 10.30 - Mandi Pagi
Mereka mandi bersama. Chika berdiri di bawah pancuran, keempat pria mengusap sabun ke tubuhnya.
"Ini akhir pekan yang luar biasa," bisik Chika.
"Kami juga menikmatinya," kata Yos.
"Kapan-kapan kita ulangi?"
"Tentu. Kapan pun kamu mau."
Pukul 11.30 - Persiapan Pulang
Chika berpakaian, mengenakan gaun yang sama. Yos dan Andi membantu membereskan barang-barangnya.
"Papi," bisik Chika ke kamera yang masih merekam. "Mami akan pulang sekarang. Mami sudah puas. Mami akan bercinta dengan Papi nanti."
Ia tersenyum. "Mami sayang Papi."













