Kalau mau berkembang, ngapain takut terlihat bodoh.
Kadang kali kita ingin maju, tapi terjebak pada satu ketakutan: takut terlihat bodoh. Takut dianggap gagal, takut bertanya ke orang lain, takut kalo nanti diremehkan. Ketakutan itu membuat kita lebih sibuk menjaga citra “kelihatan pintar” daripada benar-benar belajar.
Jadi teringat perkataan om Bob Sadino, "orang pintar kebanyakan mikir, orang bodoh langsung jalan.”
Padahal kebanyakan orang hebat pernah ada di fase itu. Ray Dalio pernah bilang, “If you’re not failing, you’re not pushing your limits.” Salah dan kelihatan bodoh itu bukan tanda kamu kurang mampu, tapi tanda kamu lagi berani belajar di batas limitmu.
Masalahnya sering bukan di kemampuan, tapi di ego. Dalam buku Mindset, Carol Dweck menjelaskan bahwa orang dengan growth mindset, mereka itu berani salah dan terus belajar, sementara yang takut salah biasanya berhenti berkembang. Kita pengen terlihat pintar, padahal yang lebih penting itu jadi lebih baik.
Karena proses belajar selalu dimulai dari tidak tahu, orang-orang besar paham soal ini. Warren Buffett tetap rendah hati untuk terus membaca dan belajar. Satya Nadella bahkan mengubah budaya Microsoft dari know-it-all menjadi learn-it-all.
Tidak apa-apa belum tahu,
Tidak apa-apa bertanya,
Tidak apa-apa salah, asal mau belajar.












