Album Review: Into It. Over It.âââStandards
Evan Weiss, satu-satunya personel utama Into It. Over It. (2016)âââSpin.com
Para pelaku seni tak jarang keluar dari zona nyamannya untuk menciptakan sebuah karya seni yang berbeda dari sebelumnya. Thom Yorke (Radiohead) dan John Lennon (The Beatles) misalnya. Ketika sudah mulai merasa ânyamanâ dengan musik yang mereka buat, mereka akan mempelajari instrumen musik baru, kemudian membuat lagu dari instrumen yang baru saja mereka pelajari tersebut.
Evan Thomas Weiss, satu-satunya personel utama Into It. Over It (IIOI). juga berusaha untuk keluar dari zona nyamannya dalam berkarya, meskipun dalam level dan pendekatan yang jauh berbeda dengan Thom Yorke dan John Lennon.
Evan pernah membuat sebuah karya ambisius yang diberi judul 52 Weeks. 52 Weeks adalah sebuah album kompilasi yang ditulis dan direkam sendiri oleh Evan sebagai IIOI. Lagu-lagu dalam 52 Weeks dirilis setiap seminggu sekali selama satu tahun penuh.
Evan juga memiliki side projects bersama musisi-musisi lain, ketika karya-karyanya tidak dapat dimanisfestasikan dalam koridor Into It, Over It.
Dua di antaranya adalah: Their/Theyâre/There, band alternative/indie-rock/emo yang juga digawangi oleh legenda emo 90-an, Mike Kinsella (American Football, Owen, Capân Jazz) dan gitaris twinkle berbakat, Matthew Frank (Loose Lips, Sink Ships); dan Pet Symmetry, band pop-punk/emo yang beranggotakan Eric Czaja dan Marcus Nuccio dari band bernama Dowsing.
Pada tahun 2015, Evan bersama Josh Sparks (additional drummer) kembali berusaha keluar dari zona nyamannya dalam menciptakan sebuah karya musik. Tinggal di dalam kabin yang terasing dan terisolasi selama sebulan, tanpa telepon dan internet, mereka menciptakan dan mempersiapkan seluruh materi album penuh ketiga Into It, Over It yang kemudian dirilis pada tahun 2016 dengan judul Standards.
Meskipun berjudul Standards, âstandardsâ tidak serta-merta menjadi kata yang tepat untuk mendefinisikan kualitas dari album ini.
Standards (2016)âââtriplecrownrecords.com
Pertemanan Evan dengan Mike ketika bekerjasama di Their/Theyâre/There sedikit banyak mempengaruhi gaya bermusik IIOI, meskipun tidak terlalu kentara. Mike dengan proyek individu Owen, dikenal memiliki formulasi musik yang unik. Alternate tuning yang berbeda-beda di hampir setiap lagunya dikombinasikan dengan posisi capo yang bervariasi dan ketukan yang sedikit ganjil menjadi senjata utama Owen.
Formulasi tersebut seolah diadaptasi dan diberi twist khas a la IIOI. yang kemudian terlihat di beberapa lagu, diantaranya: Open Casket, Old Lace & Ivory dan Anesthetic.
Di album Standards, IIOI mengalami pendewasaan dari segi musikal dan lirik. Meskipun beberapa lagu di album Standards ini memiliki tempo cepat dan menghentak, suara vokal Evan tetap terdengar subtle, gentle dan tidak agresif. Liriknya pun kebanyakan bercerita tentang refleksi pribadi yang terjadi dalam kehidupannya.
Open Casket menjadi lagu pembuka album ini. Lagu ini memiliki nuansa folk, karena didominasi oleh petikan gitar dan ketukan drum dengan tone basah, yang umum digunakan pada lagu-lagu akustik. Uniknya, lagu ini âdidampingiâ oleh suara piano dan synth yang diberikan efek delay dan reverb, yang berfungsi sebagai ambience.
Lagu ini bercerita tentang kegelisahan Evan dalam hubungan pertemanannya yang tidak sehat dan kebimbangannnya untuk keluar dari hubungan yang tidak sehat tersebut. Secara gamblang Evan menceritakannya dalam petikan lirik:
âMy friends from where Iâm from are all a wreckâ
âHungover and divorced, they torch their twenties like itâs keroseneâ, dan
âI canât decide if I should stay or sleep outside,
with that look of sheer distrees from left to rightâ
Keragu-raguan Evan dalam mengambil keputusan dan bagaimana Ia berkutat dalam pikirannya sendiri yang rumit, kembali terlihat di petikan lagu kedua, Closing Argument, yang berbunyi:
âBut for the first time in a long time,
I truly had to search for my thoughts,
For the first time in a long time, Iâm lost.â
Bedanya dengan lagu pertama, lagu ini lebih bernuansa rock. Bahkan di sepertiga akhir lagu, terdapat breakdown singkat yang dapat mengajak pendengar untuk headbang.
No EQ, yang menjadi lagu ketiga sekaligus lagu yang paling catchy, kemudian didaulat menjadi single pertama album ini. Josh Sparks dengan permainan drum atraktifnya berhasil mengawal lagu ini dengan baik, sekaligus mengajak kita untuk melompat bersama sambil berteriak:
âAn aching brain, doesnât process things the same!â
Permainan drum atraktif Josh kembali ditunjukkan di lagu selanjutnya, Vis Major. Tanpa basa-basi, IIOI menggebrak dengan intens sejak lagu dimulai. Lagu ini merupakan lagu yang paling âurakanâ dibandingkan lagu yang lainnya, tetapi masih dalam garis benang merah yang sama. Mendengar lagu ini terasa seperti mendengar pemuda awal 20-an meluapkan angsts-nya dengan energi yang meluap-luap sambil berteriak:
âIn one ear, while deaf against the other!
Loud and clear, loud and clear!â
Into It. Over It. at Atlanta (2016)âââKatrina Barber
Twist menarik kemudian hadir di lagu kelima, Your Lasting Image dan keenam, Old Lace & Ivory. Kedua lagu ini seolah menjadi satu kesatuan yang harus didengarkan secara berurutan. Your Lasting Image berusaha mengajak kita beristirahat setelah hingar-bingar tiga lagu sebelumnya. Dengan petikan gitar yang dipenuhi dengan efek reverb dan sedikit reverse-reverb sebagai latar, ditemani oleh bebunyian strings dan piano, Evan Weiss menyanyikan kesedihannya ketika memori bersama orang yang dikasihinya mulai pudar:
âPhotocopied black and white,
this is your lasting image,
Your colors fade to remain distorted grey.â
Lagu ini diakhiri dengan ambience reverb yang mengawang-awang dan masih berjalan hingga awal lagu keenam, Old Lace & Ivory. Petikan gitar akustik kemudian muncul dengan dramatis, dibarengi dengan vokal Evan Weiss yang mendayu-dayu dan lantunan choir sebagai latar belakang:
âGlossed over, did you noticed Iâve been lost at sea?
My mindâs an island dredging deep within the shipâs debris.â
Lagu ini merupakan lagu dengan lirik paling puitis dan merupakan salah satu lagu terpenting dalam album Standards secara keseluruhan.
Seperti tidak ingin membuat pendengar terlalu terbuai, IIOI melanjutkan set album Standards dengan dua lagu upbeat berjudul Adult Contempt dan Required Reading. Kedua lagu ini memiliki nuansa pop-punk, dan lagi-lagi didominasi oleh permainan drum atraktif Josh yang memberi nuansa berbeda dibandingkan lagu pop-punk pada umumnya. Mendengarkan kedua lagu ini justru mengingatkan saya dengan band pop-punk senior yang baru saja membubarkan diri, Motion City Soundtrack ketika Tony Thaxton masih menjadi penggebuk drum.
IIOI kembali menyisipkan lagu akustik dengan formula yang serupa dengan lagu sebelumnya ke dalam set. Gitar akustik, bebunyian piano dan synth, serta penggunaan suara perkusi yang unik disajikan dalam lagu Bible Black. Evan melihat dirinya sebagai sebab dari kebiasaan buruk yang dilakukan oleh teman/kekasihnya yang kemudian dituangkan dalam petikan lirik:
âIâm just the bridge before the tunnel you cross before blacking out.â
Who Are You (Is Not Equal To) Where You Are sebagai lagu kesepuluh menawarkan sesuatu yang berbeda. Terdapat sedikit nuansa Blues dan Country-Rock di licks gitar yang dipetik oleh Evan Weiss dan hentakan drum Josh. Evan ingin menyampaikan bahwa berpindah tempat tidak akan membuat pribadi seseorang serta merta berubah. Lagu ini merupakan kritik yang disampaikan oleh Evan kepada orang yang dikenalnya, yang selalu berpindah-pindah tempat untuk mengubah diri, tetapi tidak pernah berubah.
âYou arenât where your head rests. The truth is, no personal touch made it all too much,â disampaikan untuk mempertegas pesan tersebut.
Evan Weiss at Northeast (2016)âââEmily Dubin
Pengaruh formula musik Mike sebagai Owen kemudian terlihat sangat kentara di lagu berikutnya, Anesthetic. Petikan gitar dengan ketukan ganjil didampingi dengan suara piano yang saling bersahutan, serta ketukan drum sederhana membuat lagu ini memiliki nuansa mirip dengan lagu-lagu Owen. Pada beberapa kesempatan, lagu ini juga mengingatkan saya akan Death Cab for Cutie. Untungnya, Evan memiliki karakter vokal yang khas sehingga dapat dibedakan dengan Owen maupun Death Cab for Cutie.
Anesthetic bercerita tentang perasaan depresi. Depresi dapat menyulitkan kita untuk bisa berfikir dan bertindak normal. Meskipun terus berusaha untuk mencapai tujuannya, Evan Weiss kerap disulitkan oleh perasaan depresi ini. Hal ini tertuang dalam petikan lirik:
âYou see some things never change
and not for lack of aiming,
fundamentals never swaying
but doubt shoots down the reason in my way.â
Album ini kemudian ditutup dengan santai, tanpa hingar-bingar melalui lagu pendek dan sederhana berjudul The Circle of the Same Ideas. Hanya dengan gitar akustik dan beat-beat sederhana, lagu ini menjadi penutup yang tepat untuk set panjang dan dinamis album Standards.
Melalui petikan lirik:
âItâs the circle of the same ideas, itâs like discussing the weather,
Itâs a failure and how it can feel to be a failure together,â
Evan menyampaikan perasaan lelahnya dalam stagnansi. Entah itu dalam sebuah hubungan, maupun dalam proses berkarya.
Proses keluar dari zona nyaman yang dilakukan Into It. Over It. dalam mempersiapkan album ini berbuah manis. Standards menjadi album terbaik yang pernah dirilis IIOI di antara puluhan karyanya (album, EP, singles dan split).
Menciptakan dan mempersiapkan lagu bersama Josh, sang additional drummer, ternyata merupakan keputusan tepat yang diambil oleh Evan. Terlihat bagaimana isian-isian drum pada album ini memberi dimensi dan pendekatan berbeda, yang tidak ada pada karya-karya sebelumnya.
Evan yang sudah memasuki umur kepala tiga, juga mengalami pendewasaan dalam proses penciptaan lirik. Evan seolah ingin mengokohkan diri sebagai senior diantara banyak band muda di scene musik Midwest-emo.
Pergaulannya dengan beberapa musisi berbakat di projeknya, Their/Theyâre/There dan Pet Symmetry, sedikit banyak memberi pengaruh dari segi pendekatan musikal. Album ini merupakan album yang penting dan layak disimak bagi penggemar musik Indie-rock, Alternative dan Emo.
*Originally published on: https://medium.com/brief-cuts , 21st April 2017