Bapak: sekarang lagi trend, anak muda upacara pakai sepatu kets.
Baiklah, fix pinjam sepatu nomor2, karena komentar Bapak, karena sepatu hitam yang lama juga agak sempit -entah kenapa-
occasionally subtle
RMH

d e v o n
Phantogram Three
Cookie Run:Kingdom Official!

Product Placement
The Bowery Presents
Fieri Frames
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
The Stonewall Inn
Interview Vampire Daily
taylor price
Claire Keane

PR's Tumblrdome

Discoholic 🪩
todays bird
cherry valley forever
🪼
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from Philippines

seen from Canada
seen from Malaysia
seen from Honduras

seen from Argentina
seen from Chile
seen from Philippines
seen from Nicaragua
seen from United Kingdom
seen from Philippines
seen from Ecuador

seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from Singapore

seen from Türkiye
@ceritananti
Bapak: sekarang lagi trend, anak muda upacara pakai sepatu kets.
Baiklah, fix pinjam sepatu nomor2, karena komentar Bapak, karena sepatu hitam yang lama juga agak sempit -entah kenapa-

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Jika hari ini kita bertemu dan esok aku bertamu, maka maukah kamu…
Lanjutin di reblog-anmu :D
..memindahkan homebaseku😅
Jenis orang di sekelilingmu
1. Yang mengingatmu saat ia susah.
2. Yang mengingatmu saat ia senang.
3. Yang mengingatmu saat ia susah dan senang.
4. Yang tidak mengingatmu saat susah maupun senang.
..terus tukang fotonya mewek sejadi-jadinya, seumur2 baru kali ini ngedit foto terus meweknya sampai basah bermenit2🤧
Ya Rabb, berikan kesehatan dan umur yang berkah untuk orang tua kami, aamiin.
Lokasi: Masjid Raya Al-Kautsar, Kendari, Sulawesi Tenggara
Taqabbalallahu minna wa minkum.
.
.
.
Lebaran.
Ramadhan pergi, berganti Syawal.
Lebaran.
Anak yang jauh, pulang ke bapak-ibunya. Sahabat lama kembali berbicara masa kecilnya. Mahasiswa ditanya kapan wisudanya. Si Bujang (single-fighter, eh single-lillah) ditanya kapan nikahnya (jawab saja, not today).
Lebaran.
Pintu rumah dibuka lebar-lebar. Juga tangan dan maafnya. Makanan dibariskan di meja tanpa biaya. Tamu datang dan pergi. Suasana menjadi lebih ramai dari biasanya.
Lebaran.
Banyak pesan maaf puitis dan panjang dikirimkan, namun hanya dibalas "iya sama-sama". Jika menemukan satu, mungkin itu aku.
Maaf adalah bendera lebaran. Memaafkan tidak mengubah kejadian, ia mempermudah masa depan. Mohon maaf lahir dan batin.
Cr: MMH dengan beberapa ubahan.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Lokasi: Masjid Terapung Al-Alam Kendari, Sulawesi Tenggara
Jika Anak Bertanya tentang Allah
Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe). Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH . Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…
Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?” Tanya 2: “Bu, bentuk Allahitu seperti apa?” Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah? Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana? Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?
Jawablah :
“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”
Jangan jawab begini :
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.
Jawablah begini :
“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬اۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)
[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)
Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?
Jangan jawab begini :
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. [Al-Hadid (57) : 3]
Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.
Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.
Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.
[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17) {ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}
Jawablah begini :
“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris )
“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”
Atau bisa juga beri jawaban :
Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.
Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?
Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana ?“
Jangan jawab begini :
“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.” Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip Allahu Akbar itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]
Dia bersemayam di atas ’Arsy. <— Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.
Juga jangan jawab begini :
“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.
Jawablah begini :
“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”
“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” (Hadis)
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)
Allah sering lho bicara sama kita.. misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)
Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”
Jangan jawab begini :
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”
Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”
“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)
Jawablah begini :
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.
Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
Katakan juga pada anak:
“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?! (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
“Kenapa, Bu ?”
“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal
Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”
Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Allah. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis).
Wallahua’lam.
Sumber : Jika Anak Bertanya tentang Tuhan | Muxlimo’s
Being a mom is a big deal, preparation is a must. Karena nasib peradaban ini dipercayakan pada tangan para ibu.
Go follow @SuperbMother | superbmother.tumblr.com
..masuk list bacaan😁
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Allahummagfirlaha warhamha wa'afiha wa'fu'anha😢
..apalagi untuk yang telah ditunggu sekian waktu ini😊

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
..semakin banyak kata-katamu, semakin tidak berarti.
nomor 2 ke nomor 1, usai sahur, saat memberi kejutan A5s ke nomor 3
“Paak, Buu.. maaf ya tahun ini ga pulang”.
“Iya, ga apa-apa. Yang penting sehat-sehat di sana”.
Namun ada isak yang kudengar, pasti ada rindu yang ditahan.
Allaahummaghfirli waliwalidayya warhamkhumma kaama rabbayani soghiraa…
Ramadhan, 1440 H.
..baca ini bikin mewek, karena mulai tahun depan insyaallah akan menjalani Ramadhan di perantauan🤧
SYUKUR, BANGGA, SOMBONG
Ada orang-orang yang ketika mendapat nikmat, ia berterima kasih pada Tuhannya, itulah yang dinamakan syukur.
Ada orang-orang yang ketika mendapat nikmat, ia berterima kasih pada Tuhannya, lalu ucapan terima kasihnya, ia pampangkan di hadapan orang lain, sambil ia perlihatkan nikmat yang ia dapatkan, itulah yang dinamakan bangga.
Ada orang-orang yang ketika mendapat nikmat, ia berterima kasih pada Tuhannya, lalu ucapan terima kasihnya, ia pampangkan di hadapan orang lain, sambil ia perlihatkan nikmat yang ia dapatkan, dengan maksud untuk memperlihatkan bahwa ia lebih unggul dari orang lain, itulah yang dinamakan sombong.
Hati-hati, seringkali, kita terkecoh, antara sedang bersyukur, sedang bangga, dan sedang sombong. Satu-satunya yang tahu isi hati kita, adalah kita sendiri.
Maka, pastikan, ketika kita akan bersyukur, apakah syukur kita itu masuk kepada bangga? Ketika kita akan berbangga, pastikan, apakah kita termasuk sombong?
Hati-hati, seringkali, kita terkecoh
SYUKUR, BANGGA, SOMBONG Bandung, 20 Mei 2019 @Choqiisyraqi
Positive side
Untuk setiap hal yang sedang kamu risaukan, orang-orang di sekelilingmu akan terbagi menjadi dua golongan, golongan yang memberimu energi positif dan golongan yang menambah risaumu secara sadar pun tak sadar.
Dan untuk tema yang-tak-kusangka ini, terima kasih kepada Pak G, kepada A, dan kepada Pak S atas dukungan positifnya. Semoga jika memang takdir menuliskan saya ke sana, semoga semangat dari kalian akan membersamaiku di sana.😢
+ Kenapa orang membuka media sosial setelah lelah bekerja?
- Sebab tak ada yang bisa diajak bicara perihal letih dan harapan esok.
..ini kok sedih, tapi untungnya saya ada kawan dan keluarga untuk diajak bicara🤧

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hey, kamu, terima kasih atas bantuan hari ini dan selama ini. Terima kasih karena tak menganggap jarak ini jauh. Terima kasih karena menjadi satu di antara yang sering mengajak pulang bareng. Semoga Allah balas dengan lebih baik. Dan semoga Allah pertemukan dengan yang baik, karena kamu, orang baik.
Ku kepada Mu, yang sempat kukira, namun sepertinya tidak☺
alhamdulillah, kami telah tunaikan hak kami sebagai warga negara dan kami titipkan amanat kami kepada bapak dan bapak untuk #IndonesiaMenang semoga ikhtiar kami bersamaan dengan Irodah Allah
A.S.