Ada Jalan yang Lain
Hidup, yang menurut kita meniti jalan tak bercabang ini. Sebenarnya memberi kita banyak sekali pilihan persimpangan. Tapi, apa yang ada di setiap persimpangan tampak abu-abu kecuali jalan lurus yang sudah bisa kita tebak-tebak selama ini.
Kita terlalu penakut untuk meniti jalan yang baru. Begitu takutnya. Karena kata orang, tidak ada masa depan yang jelas di sana.
"Bukankah memang takdir tentang masa depan sendiri itu adalah rahasia? Bukankah memang masa depan itu tidak bisa ditebak? Tapi kenapa orang menyandarkan masa depan pada apa yang bisa mereka kira-kira?" ujarmu dalam pikiran.
Tapi meski pikiranmu berkata demikian. Pandanganmu diselimuti ketakutan untuk meniti jalan yang lain. Jalan yang tidak pernah diambil oleh keluargamu, oleh tetanggamu, oleh teman-temanmu, oleh orang-orang yang kamu kenal. Hatimu masih dipenuhi rasa takut akan kegagalan. "Nanti apa kata mereka?"
* * * *
Sementara di saat yang sama, jalan yang kita tempuh ini tampak membosankan. Tampak menjalani hari demi haru, satu per satu masalah kita hadapi. Tapi tidak memberikan rasa bahagia yang pernah kita miliki sewaktu kecil dulu. Saat semua hal adalah hal baru dan pertama kali kita temui dalam hidup.
Dan semua pertanyaan itu menyeruak di pikiran kita :
Bagaimana jika ternyata pasangan hidup terbaik yang kuharapkan, ada di jalan yang lain?
Bagaimana jika ternyata, rasa takutku justru akan terkalahkan, saat aku mengambil tantangan baru, di jalan yang lain?
Bagaimana jika pekerjaan yang kuimpikan, ternyata harus menempuh jalan yang lain?
Bagaimana jika ternyata, aku yang sesungguhnya bisa kutemukan di jalan yang lain?
Bagaimana jika semua jawaban atas pertanyaanku, hanya berjarak sejengkal jika aku memilih jalan yang lain
* * * *
Ditulis olehku, untukmu yang tengah di persimpangan ketakutan.
KG














