"I crave a love so deep The ocean would be jealous" (at Turi Beach Resort)
Jules of Nature
$LAYYYTER
Monterey Bay Aquarium

Misplaced Lens Cap
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Game of Thrones Daily

Game Changer & Make Some Noise
almost home
I'd rather be in outer space 🛸
Cosmic Funnies

gracie abrams

Product Placement

shark vs the universe
Interview Vampire Daily
hello vonnie

Jar Jar Binks Fan Club
Doug Jones

seen from United States

seen from Zambia
seen from Philippines

seen from Canada
seen from Azerbaijan

seen from United States
seen from Brazil

seen from Sri Lanka

seen from Netherlands
seen from Singapore

seen from United Kingdom

seen from Sweden
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Singapore
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Mexico
seen from United States
seen from United States
@berkanopibintang
"I crave a love so deep The ocean would be jealous" (at Turi Beach Resort)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Trip to Japan - Budget
Jadi setelah semuanya siap, entah kenapa waktu berjalan cepat dan kerjaan bertubi-tubi dateng tanpa ampun. Apalagi H-1 dan H-2 keberangkatan, semua orang kayaknya bener-bener naro kerjaan di atas meja dengan pikiran “mumpung dyan belum pergi” huhuhu.
Sebelum posting tentang experience di Jepang selama 8 hari 7 malem (13-20 August 2016) ala dyan, berikut perkiraan pengeluaran sebelum sampai di Jepang
*disclaimer: penyusunan budget asli dari agenda sendiri, tanpa ada campur tangan jasa travel agent. Prinsip travel yang digunakan bukan backpacker tapi bukan juga traveling manja, pure keinginan sendiri dengan modal googling maupun tanya sana-sini.*
1. Flight Ticket
Garuda Indonesia dengan rute CGK-KIX lalu HND-CGK for IDR 5.600.000 (direct flight, baggage allowance 46kgs per person).
2. Lodging
- Di Osaka nginep di apartment temen, jadi gratis.
- Di Tokyo nginep di Sakura Hotel Hatagaya, daerah Shibuya-ku. 4D3N for IDR 3.033.461.
3. JR Pass
7-day pass for JPY 29,110 (rate 1 JPY = IDR 121.3).
4. Disneyland & DisneySea Tickets
2-day pass for JPY 13,200 (rate 1 JPY = IDR 130.25).
5. Cash JPY 70,000 (rate 1 JPY = IDR 129.5) -- yang selanjutnya engga cukup dan mengharuskan tarik tunai di Tokyo hahaha.
sticker visa yang bikin happy banget karena proses pembuatannya ngga nyusahin dan cepet banget <3
Trip to Japan - Preparation (2)
Setelah e passport udah di tangan, next one is applying visa. Well, bukan apply visa sih sebenernya. Cuma minta stiker visa waiver sebagai registrasi pra keberangkatan. Makanya banyak yang menganggap ke Jepang bebas visa. Ini info info terkait visa waiver tsb
- diberikan kepada WNI pemegang e passport - masa berlaku 3 tahun (ini gila sih. Gimana ngga bikin pingin ke Jepang lagi dan lagi. Ya ngga sih?) - stay di Jepang max. 15 hari di setiap kunjungan (multiple entry) Caranya cukup dateng ke kedubes Jepang (atau bisa juga di konjen kali ya? Not sure, please do check on their official web; http://www.id.emb-japan.go.jp/news14_30.html dengan membawa KTP (untuk ditukar tanda visitor), e passport, dan form yang telah diisi (form juga ada di link tsb).
Japan Embassy ada persis di sebelah Plaza Indonesia, pelayanan pembuatan visa mulai dari jam 09.30 sampai 12.00. Tapi untuk kesana, parkirlah di Plaza Indonesia, lalu jalan ke sebelahnya, karena Japan Embassy tidak menyediakan fasilitas parkir untuk visitor. Bagi yang kesana dengan mobil, cukup parkir di basement, lalu masuk ke mall, lalu keluar lagi dari pintu yang menghadap ke Jl. Thamrin, jalan ke arah kiri sedikit, sampai deh di Embassy.
Tapi bagi yang naik motor, harus extra effort nih. Layaknya mall mall bergengsi lainnya, Plaza Indonesia tidak memiliki parkir motor. Jadi harus ke belakang (arah kebon kacang) lalu masuk di gang persis belakang PI, yang keliatan banyak motor dan ojek online pokoknya deh. Masuknya pun dari belakang mall (yang adalah loading dock), lalu cari lift ke lt. 1, dimana ternyata lift itu keluar di bagian mall dekat toilet. Lalu jalan ke arah pintu keluar yang menghadap ke Jl. Thamrin. Embassy persis ada di sebelah kiri.
Begitu masuk, seperti biasa kita tuker KTP sama kartu visitor, lalu penjaganya akan bilang visa di lt. 2 ya. Terus masuk ke ruang sempit untuk scanning barang bawaan dengan 2 petugas di dalamnya. Setelah keluar pintu itu, ada pintu kaca yang kalau dilihat sekilas ada 2 row tempat duduk, ruang dengan pintu kaca tertutup di kiri, dan tangga menuju lantai atas. Karena ngga ada security atau orang yang berjaga, asumsi lantai 2 adalah naik tangga dong.
Begitu naik tangga.... Ruang kosong yang cuma ada kursi dan meja dan beberapa orang yang lagi sibuk ngelem foto ke kertas form dan rapiin berkas visa. Di sebelah kiri ada ruang pintu kaca lagi, tapi begitu mendekat, tulisannya "perpustakaan buka dari jam bla bla bla" waduh... Dimana loketnyaaa? Orang2 lain yang ada disitu pun ngga peduli dan pura pura ngga liat kami yang lagi celingak celinguk kebingungan.
Karena merasa aneh, si pacar inisiatif untuk tanya ke ibu penjaga perpus yang mukanya Jepang banget. Kita berdua sempet adu argumen apakah itu orang bisa bahasa Indonesia apa engga hahaha. Setelah si pacar tanya, ternyata pelayanannya di bawah. Jadi turunlah kita ke pintu kaca di kiri tadi. Di pintu tertempel kertas "pelayanan passport jam 09.30 - 12.00" dan "visitor dipersilahkan menunggu di foyer atas namun tetap mempehatikan nomor antrian" jadi yang di atas itu cuma foyer bukan lt. 2! Duhduhduh dasar suka skip. Orang ada tempelannya gini masih ngga ngeh juga hahaha.
Jadi masuklah tuh ke ruangan itu. Di dalemnya ada 5 loket, dan yang duduk nunggu ngga terlalu banyak. Ohiya waktu kesana itu Kamis, 9 Juni 2016, sampai di tempat jam 10.15, nomor antrian A076 kalau ngga salah. Setelah itu ada orang Indonesia yang seliweran bagiin kertas kecil, katanya untuk bukti pengambilan nanti. Soal nomor antrian, bermodal pengetahuan dari berbagai blog di Google, untuk WNI adalah yang A, while yang B adalah untuk WN Jepang. Mesin antrian ada di antara meja meja berisi form (entah form apa karena sama sekali ngga ada romajinya) dan loket pertama. Loket pertama dan kedua (dari arah pintu masuk) adalah untuk WN Jepang, ketiga dan keempat untuk WNI, dan kelima paling ujung khusus untuk travel agent.
Setelah dapat nomor antrian, duduk yang manis sambil liatin papan display di atas monitor tiap bunyi ting tong, karena displaynya cuma berkedip setelah bunyi, ngga akan ada suara panggilan nomornya. Ngga sampai 5 menit duduk, nomor di display udah 076, langsung maju ke loket, kasih e passport dan form (tanpa tanya apa apa, senyum polite aja, takut salah :B). Penjaga loket melihat passport sekilas, cap sana sini, tempel stiker kecil berisi kode di kertas pengambilan, lalu bilang "besok udah bisa diambil ya disini juga dari jam 13.30 sampai 15.00" wah rasanya happy banget nget nget! Bayangin aja, duduk ngga sampai 5 menit, proses ngga pake biaya sama sekali, tau2 udah disuruh dateng lagi buat ambil besok huaaaa God bless Japan! Padahal udah bawa banyak dokumen kalau kalau diperlukan (macam voucher hotel, e ticket pesawat, surat keterangan kerja, dll), tapi satupun ngga ada yang dipakai! Sakti banget si e passport ini untuk Jepang! Awalnya memang ngga ada rencana untuk ke Embassy hari Jumat, selain karena si pacar solat jumat, hari itu kita 5th year anniversary *blush. Tapiii karna udah too excitednya, berangkatlah kita ke Embassy setelah solat jumat. Kali ini pakai mobil karena setelah itu mau langsung dinner di Kemang rencananya.
Entah sanking excitednya atau sanking clumsynya, di otak tuh yakinnya ambil passport max jam 4 sore. Begitu liat kertas tanda pengambilan, tertulis sampe jam 3 sore whatttt. Shock. Udah buru2 berangkat jam 1an dari rumah, ternyata... Jalanan Jumat super ngga bersahabat. Jam 14.40 aja masih di Joglo ha ha ha. Akhirnya ngga jadilah kesana dan langsung puter ke Kemang. Dengan agak kecewa (si pacar sampe bingung kenapa juga harus kecewa, macam mau ke Jepang hari Senin aja katanya hahaha), akhirnya menunda pengambilan ke..... Senin! Hahahaha tetep at the soonest yakan.
Seninnya.. Niat pergi jam 12 tapi mager entah kenapa. Baru berangkat jam 1, langsung ngabur aja tanpa bilang pak bos dengan pikiran "ngga lama kayaknya, pas buat aja kemarin cepet banget). Jalanan sudirman-thamrin ditempuh 30mins via taxi. Selama perjalanan liat arus sebaliknya yang macet parah akibat pembangunan semanggi (macetnya dari kolong semanggi sampai deket bunderan HI gila!), udah mulai berniat pulang naik gojek aja.... Kalau cuaca bersahabat. Sampai di Embassy jam 13.35, takjub liat banyak banget orang di ruang yang kemarin itu.
Begitu pencet nomor antrian, A260 dimana yang didisplay masih A202. Udah lemes.... Takut ngga keburu di jam 3 huhu. Setelah berdiri di berbagai tempat dan akhirnya dapet duduk, perhatian tertuju ke display antrian. Sanking ngga ada kerjaannya (live candy crush udah abis, dragon land ngga bisa connect karna sinyal susah), ngitungin berapa lama lagi antrian sampai 260. Ternyata rata rata orang di loket max. 1 menit. Jadi apes apesnya ya 58 menit lagi. Dan ternyata cukup akurat, nomor 260 ada di display di jam 14.29.
Setelah ke loket, tinggal kasih kertas bukti pengambilan dan kertas nomor antrian, lalu penjaganya (yang juga kebetulan penjaga pas apply visa kemarin) langsung sigap kasih passport, suruh cek, dan bilang "sudah benar semuanya? Terima kasih atas kunjungannya" -> jadi udah dibilang begini baru sadar harus cepet cepet gerak dari loket. Anak ini kayaknya terbengong bengong sanking happynya liat stiker kecil di halaman visa pertama passport barunya :"D Visa waiver diupload di post selanjutnya
Yayy tanggal 10 sama babahong lagi 🙆🏻

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Iftar with Kaisar & adik2 Islahudiniah ❤️ with Galeb, Carissa, Ayu Nurul, Santy, Noor Raidah, Putra, Nadia, Wisnu, Azka, and Endar at Qauli Group – View on Path.
Trip to Japan - Preparation (1)
Ide mau ke Jepang ini udah muncul dari sekitar March 2016, bermula dari obrolan ngga penting soal temen si sulung yang lagi ngikut suaminya tugas di sana, lalu si sulung (awalnya) becandaan pingin kesana karena mumpung ada tempat tinggal gratis, eeeh langsung disambut serius lah sama si bungsu ini hahaha kapan lagi ke Jepang yakan! Jadi fix lah berangkat pas summer tepatnya 12-20 August 2016.
Kenapa summer? Apa yang mau diliat di summer? Bukannya itu lagi paling panas ya? – tipikal pertanyaan yang udah berkali kali terdengar tapi cuma bisa dijawab dengan pasrah “itu satu satunya jadwal yang available buat si sulung”. Yaa alasan terbesar si bungsu ini boleh jalan jalan ke Jepang sama bokap adalah karena ada si sulung yang nemenin. Kalau sendirian atau sama temen temen mah mana boleh :“). Jadi cuma bisa pasrah ketika si sulung declare berangkatnya di August. Gapapa gapapa, yang penting ke Jepang! Dari jaman kecil udah mimpi mimpi ke Jepang (mostly karena terbius berbagai kartun dan komik yang udah jadi hobi dari kecil), tapi karena sadar diri betapa overprotective nya bokap, cuma bisa pasrah sampai tiba tiba ada rencana ini di 2016 yay!!!
First step udah pasti cari tiket murah. Dapetlah Garuda PP 5.600.000 dari temen yang kerja di travel agent. Terbilang murah secara masuk via Kansai dan keluar via Haneda (bisa dicek kalau PP yang beda kota gini biasanya baliknya mahal parah). Moreover, itu direct flight! Yay! Tiket ini bakal saving time banget untuk jalan jalan nanti, secara si bungsu ini udah nafsu banget bikin itinerary super padet biar sempet berkunjung ke banyak tempat dalam 8D7N itu (read: ngga mau rugi hahaha)
Selanjutnya adalah hunting hotel. Kakak beradik ini sepakat untuk explore Kansai dan Tokyo selama seminggu itu. Dan karena temen si sulung tinggal di Osaka, jadi kita perlu cari hotel di Tokyo. Bear in mind that Japan is an expensive country, jadi biaya apapun itu harus dihitung kalau kita cuma punya budget sedang sedang saja. Thanks to Agoda, the cheapest and easiest travel web. Bukan iklan, tapi disini kita bisa booking dengan keleluasaan free cancellation plus ngga akan ada transaksi di CC kita sampai H-sekian. Sampai detik nulis ini pun bookingan hotel masih ada 2, karena perdebatan panjang antara (si sulung) yang pingin capsule hotel dan (si bungsu) yang pingin hotel beneran. Will update about the hotel upon arrival nanti yaa :)
Walaupun masih berbulan bulan lagi, si bungsu ini cukup riweh sendiri dengan pengurusan visa bahkan dari April 2016! Ha! Perpaduan antara too excited mau ke Jepang dan emang dasar orangnya ngga bisa ngerjain sesuatu mepet2. Berkat kepo sana sini dari mulai April, tercetulah ide bikin e-passport, karena ngincer visa waiver Jepang. Sempet ragu juga sih secara di press release dari japan embassy bilang syarat visa waiver cuma bawa e-passport dan form isian. Tapi mencoba ngga ada salahnya kan.
Di 18 May 2016, berangkatlah ke Kantor Imigrasi Soetta untuk bikin e-passport (kenapa Soetta? Karena denger dan baca sana sini juga, konon KanIm inilah yang paling “mendingan” antriannya. Berangkat dari rumah sekitar jam 05.15, sampe sana jam 05.50. Dari depan sih kayak ngga ada penampakan makhluk hidup. Ternyata urusan passport ada di belakang dan…. Udah ada sekitar 20an orang duduk rapi menunjukan urutan antrian. Itu yang antri paling deket pintu dateng subuh kayanya D: tapi disini way much better than KanIm Warung Buncit sih..
Lalu akhirnya 07.30 pintu dibuka dan keluar seorang bapak berbatik bagiin map cengan cap imigrasi. Beliau bilang kita harus isi form yang ada plus lampirin dokumen dokumen pendukung; KTP, KK, Akta Lahir (akta bisa diganti jadi ijazah SD/SMP/SMA), dan passport lama jika ada. Semuanya harus ada yang asli dan yang copy ya.
Jam 08.00 loket dibuka, masuknya cepet langsung 6 orang 6 orang. Jadi ketika masuk dokumen kita diperiksa, kalau udah complete langsung dikasih nomor, kalau engga suruh lengkapin dulu. Dan 20an orang yang duduk antri tadi ternyata banyak yang punya lebih dari 1 nomor antrian… Jadi begitu masuk dan ambil nomor, ternyata dapet nomor 36 huhuhu. Waktu nunggu dimanfaatkan untuk main candy crush jelly yang udah seminggu ngga naik level dan make up-an dulu tentunya. Ngga oke dong kalau foto passport ntar lusuh (belajar dari kesalahan, ngga mau lagi kayak foto passport lama yang kayak abis ngeronda 3 hari 3 malem).
Sekitar jam 10.15 dipanggil, ngasih copy dokumen2 tadi, masukin sidik jari, difoto, disuruh cek ulang kebenaran data yang ada di monitor, dan ditanya “rencana mau kemana?” – kayaknya satu pertanyaan inilah yang disebut “wawancara” yang tertulis di web resmi Imigrasi. Setelah selesai, petugas bilang passport bisa diambil 5 hari kemudian, biaya 655.000 bisa dibayar di teller BNI mulai besok.
Singkat cerita, saya berasumsi bahwa 5 hari itu adalah hari kerja, jadi pikiran balik lagi ke KanIm adalah tanggal 25 May. Pengambilan passport dimulai jam 1 dan berakhir jam 4 sore. Berangkat dari kantor pas makan siang, sampai Soetta jam 2 dan banyaaaak banget orang antri ngga beraturan di pintu. This is the very first time ambil passport sendiri. Jadi yaudah deh planga plongo dulu dari pintu depan sampe beberapa menit. Karena ngga ada petunjuk apapun, dan orang orang ngerubutin meja pelayanan tanpa baris dan ngga beraturan. Setelah sadar, ternyata ini orang orang pada berdiri nunggu namanya dipanggil. Dipanggil manual, langsung diucapkan sama si petugasnya. Jadi no wonder pada ngerubung disitu, pasti takut ngga kedengeran! Ditambah di deretan tempat duduk belakang itu masih banyak banget orang orang yang mau bikin passport. Ohiya, pelayanan pembuatan passport memang max. Jam 10 pagi, tapi sekarang udah ngga ada batesan jumlah orang gitu (dulu kalau ngga salah max. 100 orang, cmiiw), jadi setiap orang yg naruh berkas masih di bawah jam 10, berkas akan tetap diproses hari itu juga. Nice improvement *applause.
Balik lagi ke antrian yang ngga jelas itu, akhirnya nanya orang yang berdiri persis di depan, “mas, maaf, ini ambil antriannya dimana ya?”, lalu si mas depan jawab “oh taro aja bukti bayar yang dikasih teller bank di keranjang itu, nanti dibawa ke dalem sama petugas trus dipanggilin nama kita” wah masnya kayaknya emang udah pro banget! Setelah naro bukti bayar, berdiri canggung (plus pegel senat senut gegara heels) di salah satu spot depan AC. Selama berdiri banyak orang yang baru dateng juga menanyakan hal yang sama soal antrian. Ternyata memang infonya kurang soal pengambilan passport ini~ Setelah nunggu beberapa lama, mulai resah. Mas mas yang tadi udah beberapa menit pulang, trus ibu ibu yang di belakang malah udah dipanggil. Lah kok??? merasa ke-skip…. Di tengah kebingungan, ibu ibu yg duduk di sebelah (yang udah dari 15menit lalu sangat aktif ngajak ngobrol sampe candy crush terpaksa diexit) nanya,
Si ibu: lah mba bukannya duluan dari ibu itu?
Dyan: iya ya.. Ngga ngerti deh bu (sambil pasang muka sok tenang)
Si ibu: oh mungkin karna mba e passport kali ya
Dyan: Oh iya mungkin yaa. Mungkin beda jadinya tempat penyimpanannya.
Si ibu: e passport jadi berapa lama mba?
Dyan: 5 hari bu (sengaja jawab ngambang, karena emang ngga yakin 5 hari kalender atau hari kerja), saya masukin rabu, ambilnya rabu lagi nih
Si ibu: oh lebih lama yaa. Saya masukin jumat, eh selasa kemarin disms katanya udah bisa diambil
Dang! Kok ngga pernah ya nerima sms pemberitahuan begitu? Jangan2 emang belum jadi??? Anjayyyy udah pake izin setengah hari sama si bos masa iya ngga dapet apa apa. Udah mau nangis rasanya waktu itu. Dan bego begoin diri juga karena yakin banget passportnya udah jadi.
Eh… 10 menit kemudian ternyata nama dipanggil…. Udah jadi itu passport. Rasanya seneng banget liat si buku kecil tosca itu, ngurus sana sini sendirian terbayar sudah… Walaupun pas dibuka, fotonya…. Ah sudahlah, yang penting ngga kaya orang mabok dan orang abis ngeronda. Surprisenya lagi, passportnya ternyata issued tertanggal 23 May 2016. Wuihh berarti 5 hari kalender prosesnya! Good job Imigrasi!
Selanjutnya adalah minta visa waiver ke Japan Embassy. Pinginnya sih langsung besoknya juga sekalian, tapi karena satu dan lain hal akhirnya tertunda. Soal visa waiver Jepang, di postingan selanjutnya yaa :)
"Love is not a habit, a commitment, or a debt. It isn't what romantic songs tell us it is. Love simply is." -Paulo Coelho DIY exploding box - June 10, 2016 (at The Edge Kemang Icon)
DIY exploding box for celebrating this day 🤗 Thank you for these amazing 5 years ☺️😚❤️ with Adian – View on Path.
This photo was taken at a random roti bakar pinggir jalan around 11.35pm last night. Cold, wet, heavy rain. And then I realized... Long distance relationship makes us bound even stronger instead of pulling us apart. Every single moment seems priceless. No matter how bad the situation is, I should be grateful. Having you beside me is such a blessing, that's more than I asked for. (at Jl. Ciledug Raya - Petukangan)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
After having 10 days without your call and text, finally... 👼🏼 – View on Path.
No, I'm not gonna promote BP Fun Day. I chose this photo as it's the latest one on my camera roll. I decided to make #20factsaboutme after being tagged by @sarikhairunnisa and @sarcill like hundred weeks ago 😛 So here we go.. 1. I'm currently depressed of my acnes. I do miss my normal skin 😭😭 2. Will be very angry when people write my name with Dian instead of Dyan. Different spelling, different meaning. 3. Fries before boys. 😜🍟💏 4. Heels worshiper. 👠 I'm just a midget without them. 5. Please don't annoy me if I'm on PMS. Please, just don't. 6. Really love coffee, and caffein never works. ☕️ 7. Love flowers, especially hydrangeas and white lilies. 8. Have beloved dolls named Michael (🐢, 18y/o), Cowdy (🐄, 12y/o), Beary (🐻, 12y/o), Ball (⚽️, 11 y/o), and Kanga (fox, 11 y/o) 9. Love reading novels and comics. 3 authors I adore the most: Paulo Coelho, J.R.R Tolkien, Aoyama Gosho. 10. Completely and irrationally terrified of cockroaches! 11. If you want to smoke right beside me, go ahead, I'm not anti-smoker. BUT I'll be mad if you show that disgusting picture of cigar pack. Yuck! 12. A great cook. Speciality: anything which starts with "instant", e.g instant noodle, instant spaghetti, etc. 😛 13. Have a bittersweet relationship with strawberries. I love strawberry flavor so much, but I hate the fruit. 14. Petrichor lover ー after reading this term, you'll definitely google it, wont you? ;) 15. My playlist is full of mellow songs. 16. Birthday and anniversary really matter for me. Don't you dare to negotiate that. 17. Wasn't born with a tolerance for spicy foods. 18. Smurf's village is the longest game I play so far. (From the very first time I had this smartphone, about 2.5years ago) 19. Love pastel colors and vintage thingy. 20. Someday I'll be a good mother. Now it's your turn! :)
Happy birthday to my partner, my confidant, Adian Caesario 🐻 I love you not because of who you are, but because of who I am when I'm with you ❤️ with @rioadian – View on Path.
Listening to Hello, You Beautiful Thing by Jason Mraz
We all have one song that always makes us smile 🌾 – Preview it on Path.
I was only 9yo when I fell in love with this noble guy :) – View on Path.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Graduation❤️ at Gedung Manggala Wanabakti – View on Path.
Cieee WII bowling bareng 😝 with ferdian, Hilmi, Puti Ranu, and Kak Timothy – View on Path.