Wajar kalau orang jadi pengen golput abis nonton Sexy Killers. Tapi pointnya menurut saya bukan golputnya, bukan gak percayanya. Melainkan gak ada orang yang bisa kita kultuskan bener-bener baik dan bersih. Gak ada orang kayak gitu.
Barangkali orang-orang yang akhirnya memilih golput karena sebelumnya mereka terlalu menganggap sosok yang mereka dukung ini sosok yang bersih dan baik 100%. Dan saat mereka tau boroknya, akhirnya bingung sendiri. Kalo gitu, kita yang naif namanya. Hampir ga ada orang kayak gitu.
Politik kita itu lingkaran setan. Kalau kamu masuk politik gak bawa uang yang cukup (cukup=tumpeh-tumpeh), mau gak mau kamu harus meniti karir dari jadi kroco sambil jilat sana-sini. Pada akhirnya yang pinter ngomong dan cari muka yang dapet panggung.
Ketika para pengusaha rame-rame ngebawa gerbongnya masuk politik, kamu percaya aja gitu mereka tulus? Ya gak senaif itu juga. Ada persaingan dunia usaha yang mau gak mau mereka harus bertahan dan setidaknya kebijakan pemerintah bisa menjamin kelancaran bisnis mereka.
Salah? Ya belum tentu sih. Selama gak nyelewengin duit negara, gak korupsi, gak ngerugiin rakyat, dan gak ngelanggar konstitusi belum bisa dibilang salah kan.
(Hahaha ini saya berasa jadi kayak ngebelain ya)
Bayangin, bergerbong-gerbong orang dengan kepentingan macem-macem masuk ke arena politik untuk dapet kekuasaan yang katanya dari, oleh, dan untuk rakyat. Kamu bakal kultus dan percaya aja gitu sama dia/mereka? Ya janganlah.
Itu kenapa di demokrasi ga ada kekuasaan absolut. Kekuasaan dan kewenangan dipisah-pisah. Seenggaknya jadi eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Karena kita ga boleh percaya dan ngasih kekuasaan absolut ke satu orang/kelompok. Ada yang kerja, ada yang bikin aturan, ada yang ngawasin, ada yang ngadilin.
Dengan sistem pembagian kekuasaan gitu aja masih bisa kong kali kong colong-colongan. Itu makanya butuh partisipasi orang kayak kita. Mulai dari ngenalin siapa dan gimana rekam jejak para politisi, milih mereka pas pemilu, sampe kita ikutan ngawasin, ngomenin kerjaan mereka, dan โneriakinโ saat mereka korup.
Well, kita gak bisa naif. Negara demokrasi kita ini emang didesain begitu. Ada celah yang kalo orangnya baik ya baik, kalo orangnya jahat ya jahat. Pokoknya makin amburadul aja kalo kita gak partisipasi.
Ee jangan salah. Partisipasi kita bahkan bisa sampe nurunin presiden lho. Itu dimungkinkan oleh konstitusi. Kan kekuasaan di tangan rakyat, janganlah kita merasa lemah dan tak berdaya.
Balik ke poin awal. Nyoblos atau golput itu pilihan. Yang penting jangan naif dan reaktif deh. Pikir dulu mateng-mateng mau nyoblos 01, 02, atau golput.
Masih ada beberapa hari lagi sampe tanggal 17. Coba flashback lagi ke kampanye dan debat-
debat kemaren. Amatin gagasan, performance, dan ekspresi-ekspresi mereka. Secara subjektif kamu akan bisa menilai mana yang paling punya visi, kompeten, ngerti masalah, punya niat paling lurus, dan gak fake-fake banget.
Yang paling penting kita nemuin perbedaannya. Keberpihakan dan kecondongannya kemana. Apa yang jadi perhatian utama mereka. Yang dengan itu akan ada kebijakan yang mungkin gak akan langsung bikin kamu kaya, tapi seenggaknya bisa ngasih jalan buat kamu hidup dengan baik, tanpa masalah, dan bisa meraih cita-cita kamu.
Jujur aja saya skeptis sama โkesucianโ mereka. Tapi saya masih bisa ngeliat perbedaan dari jualan mereka selama debat dan kampanye. Seenggaknya itu ngasih harapan ke saya bakal ada kebijakan-kebijakan yang lebih baik lagi, yang tentunya akan nguntungin kubu yang menang, juga sekaligus kita sebagai rakyat.
Masih memungkinkan kok ada irisan antara kepentingan mereka itu dengan kepentingan kita sebagai rakyat. Ini yang kita perjuangkan.
Pada akhirnya, setiap pilihan ada konsekuensinya entah itu Kamu pilih 01, 02, atau golput. Yang jelas saat satu kubu yang menang, orang-orang yang mengisi pos-pos penting akan berbeda dengan kalau kubu lain yang menang.
Barangkali iya sama-sama brengsek. Tapi beda orang, artinya beda karakter, beda kompetensi, beda gaya, beda output, beda kepentingan yang diakomodir.
Menurut saya, ketika hampir semua orang gak bisa dipercaya, yang perlu kita lakukan adalah membatasi kekuasaan mereka supaya kekuasaan orang-orang brengsek ini gak makin absolut dan gak makin langgeng. Karena kekuasaan absolut cenderung korup.
Pemilu ini cuma โgameโ buat milih orang yang mimpin. Kamu boleh bereksperimen, kalo di pemilu lalu saya pilih si ini, kali ini saya pilih si ono buat ngeliat perbedaan keduanya. Kalo orang yang kayak gitu gak mampu, mungkin orang kayak gini yang mampu. This is just a 'game.โ
Pikirin juga, pihak yang kalah pastinya bakal jadi oposisi. Ini menarik juga, karena somehow mereka inilah yang bakal menyeimbangkan kekuasaan pemenang pemilu.
Kuncinya adalah membatasi kekuasaan. Buat saya, pemilu bukan cuma soal milih pemimpin, tapi juga perihal membatasi kekuasaan. Lewat pemilu ini Kamu bisa bilang 'Cukup, Ferguso!โ untuk orang yang menurut Kamu paling berpotensi korup.
Balik ke film Sexy Killers. Nontonnya jangan sepotong-sepotong yah. Ntar Kamu jadi cuma nganggep satu atau dua orang doang yg brengsek, padahal maksud film ini adalah 'everyone is an enemy.โ
Mampang Prapatan | Taufik Aulia