Ibu
Hari ini merupakan hari di mana air matamu
pernah luruh, seiringan dengan hati yang bergemuruh. Kau merasa dikoyak oleh sesuatu yang kau impikan, kau merasa hampir _mampus_ sendirian, kau merasa separuh dirimu mati rasa, sekaligus perih terasa
Lihatlah, lihatlah dengan cermat dari ubun hingga ujung kaki. Kau merasakan duplikasi dirimu dalam diri yang lain. Kau mengharu biru, kau tersedu-sedu, terlebih ketika kau mendapat julukkan baru, Ibu.
Kini ia tumbuh dan (sedang belajar) menjadi perempuan dewasa. Hanya doa dan doa, yang ia pinta darimu. Sekali lagi, terima kasih telah memilihku menjadi bagian dari darah dagingmu
27 ke 27













