Calon Nyonya 37
Baik, Bisa kau dengar aku? Jika tidak, mendekatlah, Jika enggan mendekat, tak mengapa, Luangkanlah waktumu hingga kamu mendekat, Perlahan semakin dekat, Aku akan tetap di sini berdiri, Hingga kau siap untuk dengarkan aku, Baik, Bisa kau dengar aku? Jika iya, ulurkan tanganmu, Jika enggan mengulurkan, tak mengapa, Berbicaralah denganku hingga kamu merasa nyaman, Perlahan semakin merasa aman, Aku akan tetap di sini menanti, Hingga kau siap untuk tanganmu ada dalam genggamku, Baik, Bisa kau melangkah bersamaku? Jika iya, rangkullah lenganku, Jika enggan kau menggandeng, tak mengapa, Rasakanlah kekokohan dari genggaman tanganku, Perlahan semakin menularkan kemantapan, Aku akan tetap di sini menunggu, Hingga kau siap untuk membahu menapaki jalan yang sama, Baik, Bisa kau tetap ada bersamaku? Jika iya, titik itu masih di sana di ujung jalan yang naik turun penuh liku adanya, Jika enggan kau bertahan, tak mengapa, Berbaliklah hingga kegamangan itu hilang, Perlahan hingga pudar terganti oleh keyakinan, Aku akan tetap di sebelahmu mendengarkan, Hingga kau siap untuk lebih kuat bertahan ada bersamaku dalam jalan panjang ini, Baik, Mawar putih, Semoga tidak memerah, Apalagi menghitam, Terlebih lagi layu, Aku yakin kau tetap di sini, Sebab, Sederhana, Cinta adalah jawaban segalanya.













