Aku selalu ingat sebuah nasihat dari Jalaluddin Rumi, βuntuk hidup yang hanya satu tarikan nafas, jangan tanam apapun kecuali cinta.β
Dan semakin bertambah usia, aku semakin mengerti bahwa hidup memang terlalu singkat untuk dipenuhi kebencian, gengsi, dan pertengkaran yang tidak pernah benar-benar membawa ketenangan. Banyak manusia sibuk memenangkan ego, sampai lupa bahwa waktu terus berjalan dan hati perlahan menjadi asing terhadap dirinya sendiri.
Kita sering terlalu keras pada hidup. Terlalu sibuk mengejar sesuatu yang bahkan belum tentu bisa dibawa sampai akhir. Sampai akhirnya lupa menikmati hal-hal sederhana, seperti didengar dengan tulus, dipeluk saat lelah, atau sekadar memiliki seseorang yang tetap tinggal ketika dunia terasa tidak ramah.
Mungkin itu mengapa cinta selalu menjadi hal paling penting. Bukan hanya tentang mencintai orang lain, tetapi juga belajar mencintai hidup, menerima diri sendiri, memaafkan masa lalu, dan berhenti menyiksa hati dengan hal-hal yang tidak bisa diubah lagi.
Karena pada akhirnya, hidup benar-benar sesingkat satu tarikan nafas. Dan akan sangat menyedihkan jika waktu yang sebentar itu justru habis untuk saling melukai.















