Setelah ngepoin akun instagram seorang penulis yang masyaallah selalu healing buat para single, terutama wanita, baru tahu kalau beliau udah menikah. Karna benar-benar nggak seheboh penulis lain yang saat menikah mengumbarnya di akun-akun sosmednya. Bahkan nggak ada pemberitaan. Bahkan apapun yang beliau posting selama ini seperti biasanya nggak terselip pamer kemesraan. Tiba-tiba setelah beberapa bulan open qna ada yang nanya udah nikah belum sih, dijawab udah. Lah kapan nikahnya. Wah masyaallah. Bahkan kita nggak tau siapa suaminya.
Yang aku suka itu seperti ini. Dulu aku pernah begitu yakin bahwa suatu saat kalau udah menikah, aku akan keep semua buncahan bahagia yang ingin aku pamerkan di semua media sosialku. Yha walaupun akun media sosialku juga cuma ada teman-temanku. Wkwk. Waktu itu aku sangat yakin bisa menjaganya.
Lalu keyakinan itu patah saat begitu banyak penulis yang saat singlenya begitu semangat berkoar-koar untuk tidak pamer kehalalan, mengangkat isu-isu pamer kemesraan, tapi nyatanya setelah nikah kalah juga dengan nafsu pamer kemesraan.
Sampai disitu aku menjadi lebih terbuka bahwa memang tidak mudah menahan nafsu pamer di media sosial, pamer apapun. Entah bahagia, kesedihan, kegalauan, walaupn dibalut sedemikian rupa. Tapi saat posting dalam hati ada setitik rasa ingin mengabarkan pada dunia tentang apa yang kita rasa. Namanya juga manusia. Bahkan aku sampai berfikir kayaknya nggak ada deh yang bisa tetap keep bahkan tetap menjadi seorang yang selama ini dia branding di media sosialnya.
Hingga kemarin aku dipertemukan dengan seorang itu. Masyaallah.
Semoga tetap seperti itu ya kakak. Semoga kelak aku juga bisa mencontoh, ah, sepertinya mulai sekarang aku harus belajar untuk tidak sembarang pamer dimedia sosial. Berat ya shay :')
20 Desember 2021











