Georgia O’Keeffe, from a letter to Alfred Stieglitz featured in My Faraway One: Selected Letters of Georgia O'Keeffe and Alfred Stieglitz: Volume One, 1915-1933

Origami Around
untitled
tumblr dot com
Xuebing Du

Love Begins


izzy's playlists!
sheepfilms
Keni
taylor price
EXPECTATIONS
occasionally subtle
art blog(derogatory)
macklin celebrini has autism
Jules of Nature
todays bird
almost home
Show & Tell

Discoholic 🪩
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Canada

seen from Canada
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Canada
seen from Brazil

seen from United States
@asyfp
Georgia O’Keeffe, from a letter to Alfred Stieglitz featured in My Faraway One: Selected Letters of Georgia O'Keeffe and Alfred Stieglitz: Volume One, 1915-1933

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Adakalanya memang kita ini perlu adil terhadap penilaian ke diri sendiri. Ketika diminta untuk menilai orang lain kita dengan mudah menyebutkan deretan daftar baik pada dirinya, tetapi ketika hal sama ditujukkan kepada diri, begitu sukar lisan dan hati untuk menyebut sedikit saja kebaikan di dalam diri.
Meskipun, jika pada akhirnya "terpaksa" menyebutkan kekurangan diri sebagai bentuk muhasabah betapa jauhnya diri kita dari nilai-nilai Ilahi, sehingga melejitkan semangat untuk perbaikan diri, itu bagus. Namun, kalau yang terjadi justru kita menjadi hilang semangat, merasa diri tidak pantas mendapatkan kebaikan bahkan pada Dzat yang Maha Memberi, barangkali ada yang perlu dikoreksi.
Menilai diri menggunakan kacamata 'keunggulan' itu selama tidak berujung pada ujub, sah-sah saja. Tujuannya adalah untuk melihat dari sekian banyak hal potensi yang Allah titipkan, ada dimana kelebihan yang kita bisa kapitalisasikan untuk bekal kebaikan.
Meskipun kebaikan mungkin tidak melulu membutuhkannya (baca: potensi) itu, namun jika kita mampu mendefinsikan, kemudian mendalami sehingga kita unggul pada bidang itu, sehingga kebaikan yang kita torehkan semakin optimal, bukankah itu manifestasi paling tinggi dari rasa syukur?
Saya yakin, setiap insan pasti Allah berikan satu kelebihan. Namun, melihatnya memang harus dengan kacamata adil. Sehingga pandangan bahwa kita memang punya kekurangan itu benar, namun di tengah banyak kekurangan pasti terselip permata yang berkilau dari kegelapan.
Oleh karena itu, mari memulai memberi jarak dari rasa tidak pantas itu, selamilah permata yang lama tersingkap itu, dan jadikan itu sebagai bentuk syukur tertinggi kepada Sang Maha Memberi.
Jadi gini rasanya lost contact
إِذَا أَرَدْتَّ شَيْئًا تُحِبُّهُ ، فَلَا تَعْصِ اللَّهَ فِي الوُصُوْلِ إِلَيْهِ ، حَتَّىٰ لَا يَكُوْنَ سَبَبًا فِي حِرْمَانِكَ مِنْهُ ، فَإِنَّ مَا عِنْدَ اللهِ لَا يُدْرَكُ بِمَعْصِيَتِهِ .
Jika engkau menginginkan sesuatu yang kau cintai, maka janganlah engkau memaksiati Allah untuk mendapatkannya, agar (kemaksiatan itu) tidak menjadi penyebab terhalangnya engkau dari sesuatu tersebut. Karena sesungguhnya, apa yang ada di sisi Allah tidak akan pernah bisa diraih dengan cara memaksiati-Nya.
Repost @ilhamfadillansyah

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pasti membosankan ya, cerita tentang keluarga yg sering bertengkar. Sama sih. Harusnya ngga usah meromantisasi hubungan dari awal
Muda dan Bodoh
berapa pun usia kita saat ini, tentu pasti kita punya banyak penyesalan atas berbagai keputusan yang kita ambil dan hal yang dulu kita lakukan.
penyesalan yang membuat kita hidup dalam rasa bersalah dalam waktu yang begitu lama, tidur tak pernah nyenyak, selalu gelisah dibayangi banyak ketakutan dan kekhawatiran sampai akhirnya bisa melepaskan diri dan bertanggungjawab.
penyesalan yang membuat kita tak berhenti bilang, "andai saja aku begini" atau "andai saja aku gak begitu". rasa pengen kembali ke masa lalu untuk mengulang dari awal, memperbaiki, dan mengetoki kepala sendiri agar tidak berbuat bodoh.
ada banyak alasan yang bisa kita paparkan mengenai kenapa kita berbuat demikian: keadaan yang memaksa kita, kelabilan emosi, ketidakmatangan pikiran, kealpaan orang dewasa yang bisa membimbing dan ketidaktahuan.
namun, bila dipikir lebih dalam, alasan terbesarnya sebenarnya sangat sederhana:
kala itu, kita masih begitu muda dan bodoh.
kita masih penuh ego dan emosi. masih begitu labil. masih haus perhatian dan validasi. penuh kebingungan. dan dengan resilien yang barangkali tidak sekuat sekarang.
dengan segala apa yang kita tahu dan mampu waktu itu, keputusan yang pernah kita buat sudahlah keputusan yang terbaik pada saat itu.
semua orang pernah muda. semua orang pernah bodoh. dan semua orang pasti punya kesalahan dan penyesalan dalam hidupnya. kita tidak sendirian mengalami itu semua.
maka, orang yang baik bukanlah orang yang tidak akan dan tidak pernah berbuat salah dan punya kekeliruan. karena bagaimanapun, kita semua hanyalah manusia biasa yang pasti punya khilaf dan ketidaktahuan.
lalu apa yang membedakan kita satu sama lain?
rasa bersalah, penyesalan, meminta maaf, usaha bertanggungjawab dan memperbaiki kesalahan, serta kemauan untuk berubah.
karena memang benar semua manusia akan melakukan kesalahan. tapi tak semua orang bersedia dan mampu untuk belajar dari kesalahannya dan menjadi orang yang tak lagi sama.
jadi, maukah kamu (kita) menjadi orang yang berbeda?
@milaalkhansah
The world remembering itself.
(Photo: d.)
Jika manusia tidak menyukaimu, maka yang tidak menyukaimu hanyalah manusia; lalu apa yang membuatmu sengsara karenanya? Dan jika manusia mencintaimu, maka yang mencintaimu hanyalah manusia; lalu apa yang membuatmu lupa diri karenanya?
Sudah sangat kita ketahui bersama, soal mencari ridha manusia itu melelahkan, karena manusia yang memiliki sifat hati yang gambang berubah, sesuai pada mau dan nafsunya.
Semoga, sabda Nabi ini bisa menjadi acuan kita dalam menjalani kehidupan, bahwa Nabi mengatakan
من التمس رضا الله بسخط الناس رضي الله عنه وأرضى الناس عنه، ومن التمس رضا الناس بسخط الله سخط الله عليه وأسخط عليه الناس.
"Barang siapa mencari ridha Allah meskipun manusia tidak menyukainya, Allah akan meridhainya dan menjadikan manusia ridha kepadanya. Dan barang siapa mencari ridha manusia dengan membuat Allah murka, Allah akan murka kepadanya dan menjadikan manusia pun murka kepadanya." (HR. Tirmidzi)
Menemukan kalimat indah dari Syekh Said Ramadhan Al-Buthi: "Sekalipun kau tidak disukai, kau hanya tidak disukai oleh manusia, lantas kenapa kau harus menderita? Sekalipun engkau dicintai, kau hanya dicintai oleh manusia, lantas mengapa kau harus sangat bangga?"
Maka cobalah menelisik hatimu kembali, lalu bisikkan pada jiwamu: "Wahai diriku, orang yang tidak menyukaimu itu hanya manusia—yang juga pernah lelah, juga luput pada prasangka. Esok ia bisa lupa, lusa ia bisa berubah, atau mungkin ia sendiri sedang terluka. Kenapa kau biarkan hujan kesedihan turun terlalu lama di rumah hatimu hanya karena tatapannya yang dingin? Dan ketika engkau dipuji dan dicinta, ingatlah mereka juga manusia; yang nafasnya pendek; ingatannya mudah kabur; dan cinta mereka bisa pudar sebelum matahari terbenam. Pujian mereka selembut kapas, tapi bisa terbang ditiup angin. Maka jangan kau jadikan suka dan benci mereka sebagai takdirmu; cukup jadikan hatimu seperti danau yang dalam nan tenang—riak dari batu yang dilempar manusia akan reda dengan sendirinya, karena dasarmu bukan di tangan mereka, melainkan di pangkuan Yang Maha Kekal. Cukup tersenyumlah, lalu kembalilah berjalan menuju Tuhan yang tak pernah lupa padamu."
Ponorogo, 12 Juni 2026. Hamba yang (semoga) selalu menjaga jalan pulangnya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Terkadang kamu dipaksa kuat oleh keadaan, dan dibuat ikhlas oleh kenyataan.
Jadi pandai-pandailah menjaga perasaanmu sendiri. Karena disaat kau susah dan juga sedih tak semua orang di muka bumi yang peduli selain sang ilahi.
Tadi sempet baca kata-kata bagus,
"ngeliat dia ngelanjutin hidupnya tanpa menoleh ke arahku sedikit saja, rasanya malu kalo masi kangen sama kenangannya."
Dan jujur aja, kalimat itu agak ngena.
Kayak tiba-tiba ada bagian lama di kepala yang kepanggil lagi.
Bukan karena aku pengen balik ke masa lalu, tapi karena rasanya masih ada sisa yang belum sepenuhnya selesai di dalam diri sendiri.
Dia udah jalan jauh banget sekarang, udah bisa ketawa lepas sama hidup barunya, sementara aku masih kadang berhenti di momen kecil yang dulu pernah berarti.
Hal-hal sepele yang mungkin buat dia udah nggak penting lagi.
Kadang aku ngerasa aneh sendiri, kenapa masih inget hal-hal kecil begitu. Padahal buat dia mungkin semua itu udah jadi bagian yang selesai.
Dan aku masih aja kadang nyari jawab darisesuatu yang nggak lagi nyari aku.
Kadang aku mikir, ini sebenernya rindu atau cuma kebiasaan yang kebetulan belum berhasil aku lepasin sepenuhnya. Soalnya kalau dibilang masih berharap, aku juga nggak tau. Tapi kalau dibilang udah bener-bener lepas, juga belum sepenuhnya. Ada hari di mana aku ngerasa udah baik-baik aja, tapi ada juga malam di mana semuanya tiba-tiba balik lagi. Dan aku cuma bisa diem sambil mikir, kok masih kebawa ya.
Di satu sisi aku pengen bener-bener lupa, biar bisa jalan tanpa ngerasa ada yang masih ketinggalan.
Tapi di sisi lain, bagian dari diriku masih nyimpen hal-hal kecil itu.
Entah karena masih berarti, atau karena belumsanggup ngelepasin sepenuhnya. Lucunya, yang aku simpen mungkin udah lama dia tinggalin.
Dan sadar hal itu kadang bikin malu sendiri.
Bukan karena masih kangen, tapi karena belum sepenuhnya berhenti.
Mungkin yang paling nyakitin bukan dia yang udah berubah, tapi sadar kalau yang aku tunggu sebenernya udah lama pergi.
Dan yang aku harapin buat balik, ternyata nggak pernah niat balik.
Kadang rasanya kayak nunggu kereta di stasiun yang udah tutup. Tetap berdiri, padahal tau nggak ada lagi yang dateng. Dan yang tersisa cuma diri sendiri yang belum bisa bener-bener pergi. Padahal semua tanda sebenernya udah jelas dari dulu.
Jadi sekarang aku coba jalan pelan-pelan aja. Nggak maksa diri buat lupa semuanya, tapi juga nggak terus-terusan balik ke hal yang sama.
Belajar nerima kalau ada hal yang emang cuma boleh jadi kenangan. Nggak semua yang pernah berarti harus dibawa terus. Dan mungkin nggak apa-apa kalau belum sepenuhnya sembuh. Yang penting nggak berhenti buat jalan ke depan.
Batu bara, 11 Juni 2026
Bunga itu tidak mekar dalam satu malam.
Ia tidak bangun pada suatu pagi lalu terus menjadi indah. Tidak. Sebelum itu, ada hari-hari yang panjang di dalam tanah. Ada waktu-waktu di mana tiada siapa nampak pertumbuhannya. Ada musim hujan yang melemahkan, ada musim panas yang mengeringkan. Namun akar itu tetap bekerja dalam diam.
Begitulah juga dengan manusia.
Kita selalu melihat hasil, tetapi jarang menghargai proses. Kita melihat seseorang yang tenang, lalu menyangka dia memang dilahirkan begitu. Kita melihat seseorang yang kuat, lalu menyangka dia tidak pernah hancur.
Padahal di sebalik ketenangan itu, ada malam-malam yang dipenuhi air mata. Di sebalik kekuatan itu, ada doa-doa yang dipanjatkan dengan suara yang bergetar.
Bunga itu tidak mekar ketika semuanya mudah.
Ia mekar setiap kali kau memilih untuk terus hadir untuk diri sendiri.
Pada hari-hari kau letih tetapi tetap bangun.Pada hari-hari kau kecewa tetapi tetap meneruskan langkah.
Pada hari-hari kau ingin menyerah tetapi memilih untuk bertahan sedikit lagi.
Ia mekar setiap kali kau berhenti mengejar apa yang bukan milikmu, dan mula menjaga apa yang Allah amanahkan kepadamu, dirimu sendiri.
Dan lebih daripada itu, bunga itu mekar setiap kali kau memilih Allah walaupun hati berat.
Ketika doa terasa lambat dimakbulkan. Ketika kehilangan masih menyakitkan. Ketika rindu masih belum reda. Ketika hidup tidak berjalan seperti yang kau rancangkan.
Namun kau tetap kembali, tetap mengangkat tangan.Tetap menyebut nama-Nya. Tetap membuka lembaran Al-Quran walaupun hati sedang kusut.
Tetap beristighfar walaupun kau sedar betapa banyak kekurangan diri. Kerana iman bukan tentang tidak pernah jatuh.Iman adalah tentang memilih untuk kembali, lagi dan lagi.
Dan mungkin suatu hari nanti, kau akan menoleh ke belakang lalu tersenyum. Kau akan sedar bahawa Allah tidak pernah tergesa-gesa membentuk kau.
Dia tidak menjadikan kau bunga yang mekar dalam satu malam. Dia menjadikan kau bunga yang akarnya kuat.
Bunga yang pernah dilanda ribut tetapi tidak tumbang. Bunga yang pernah kehilangan, pernah kecewa, pernah tersesat dalam kesedihan, tetapi tetap memilih untuk kembali kepadaNya.
Dan saat itu, kau akan faham.
Bahawa setiap langkah kecil yang kau sangka tidak bermakna, setiap doa yang kau ulang, setiap sujud yang kau panjangkan, setiap kali kau memilih Allah walaupun hati berat...itulah yang sebenarnya membuatkan bunga itu mekar.
Segala sesuatu yang tidak tepat bagimu, tidak akan bertahan dalam kehidupan
Gimana kalo ternyata kamu yang awalnya berusaha menjadi manusia yg waras, ternyata awal 15 San itu kamu juga punya kelainan jiwa? Itu kelainan jiwa pertama kamu? Dan sekarang yang kedua

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
The underground river boat tour in Zhijin Grand Canyon, Bijie, Guizhou, China
Il tour sotterraneo in barca fluviale a Zhijin Grand Canyon, Bijie, Guizhou, Cina 🇨🇳