Berdamai dengan Perasaan Delapan Tahun Lalu
Haaaaaaaaaaa.... ambil nafas panjang buat menceritakan semua ini. Dulu nggak pernah kebanyang bakalan berani nulis cerita ini, bukan cuma nggak berani tapi aku selalu menguburnya dalam2 kecuali sama teman2 terdekat saja. Langung saja yaaa.
Delapan tahun lalu sekitar kelas 1 SMA, pertama kali merasakan perasaan berbeda pada seorang laki-laki. Awalnya perasaan itu adalah perasaan nyaman dan nyambung dengannya karna seringnya ngobrol dan belajar bareng akhirnya timbulan perasaan lebih yang aku munculkan sendiri. Perasaan itu terus disimpan dan dipupuk hingga aku kelas 3 SMA. Teman dekat SMA tau kalau sebenarnya aku memiliki rasa lebih buat dia.
Ya itu karna aku yang ember, tapi setiap kali sahabatku ir*a menanyakan pasti selalu ku bilang enggak biasa aja, padahal raut wajah gak bisa dibohongi ya tapi tetep aja karna gengsi buat ngakuin peraan sendiri begitu terus sampai 8 tahun ini.
Kelas 3 SMA Akupun lanjut kuliah ke Yogyakarta dan si dia di Surabaya, tidak jauh memang jaraknya 7 jam memakai transportasi kereta api. Sekitar 2011/2012 awal waktu kelas 3 SMA karna beberapa hal aku blokir dia di FB berharap bisa melupakan dan tidak terjebak dengan perasaan yang dibuat2 sendiri. Tapi nihil, persiapan Tes ujian tulis nasional buat masuk perguruan tinggi sedikit terganggu karena tidak bisa fokus buat belajar. Tapi Allahdulillah ALLAH masih berbaik hati memberikanku kesempatan keterima di tes tersebut dan melanjutkan kuliah di jogja. Pertengahan 2012 aku un blokir FB dia, dan aku add lagi (konyol) keliatan banget masih labil dan bocah, di konfirm pulak sama dia. Ya sudah bisa kepo lagi 😂.
2012-2017 kuliah berjalan dengan normal, alhamdulillah berjalan dengan baik, walau tidak dipungkiri terkadang kepo dan penasaran sekarang dia lagi apa, sibuk apa, dan lainnya. Karna memang gak berani buat nanya, padahal waktu itu sahabatku juga satu kampus tapi karna malu tetap aja gak bertanya (dipendam sendiri, hanyut sendiri, bisanya cuma kepo lewat sosmed). Waktu itu bisanya cuma curhat sama teman2 dekat kuliah dan mereka bilang aku yang bodoh suka sama orang tapi gak pernah ketemu dan orang itu juga gak suka sama diriku (((kayaknya but I am not really sure))). Beberapa kali kepo tau dia pernah ke beberapa tempat yg ditahun yang sama aku juga ada dikota itu. Tapi lagi2 gak pernah ketemu.
Awal tahun 2019 tiba2 tamanku memberikan kabar kalau dia sudah dekat dengan seseorang, dia bilang aku harus mulai melupakan, jangan berada diposisi kek gini terus. Sampai kapan hidup didunia fantasi sendiri. Ketika tau itu rasanya jleb gak bisa digambarin, dalam hati cuma bisa bilang (ohhh oke sudah ada yang deket sekarang, sepertinya memang serius, sudah cukup arin buang2 waktunya, lets move on). Dan akhirnya sampai sekaramg ya megang belum pernah ketemu lagi. Perasaan yang telah dipendam 8 tahun ini akhirnya harus aku putuskan lanjut berharap atau just let it go.
Memutuskan untuk menulis cerita ini adalah bagian terberat buat aku karna itu artinya aku akan mengabarkan pada dunia (orang yang tidak sengaja membaca tumbler ini) karna aku memiliki perasaan pada seseorang selama 8 tahun lamanya tanpa ada action yang aku kerjakan. Aku hidup dalam doktrin2 yang aku buat sendiri. Aku selalu menanamkan pada diriku sendiri kalau suatu saat aku bakalan ketemu dengan dia dan aku yakin sebenernya kita memiliki perasaan yang sama but actually this is just my fantacy, benar2 kaget ketika dia sudah bersama dengan orang lain.
Dari 8 tahun dan berdamai dengan perasaan sendiri ada beberapa pelajaran yang harus aku ambil
• Kalau memang suka sama seseorang seenggaknya dari kita sendiri harus ada usaha supaya dia tau keberadaan kita dan dia tau kalau kita punya perasaan (dari bu yince)
• 8 tahun hidup dalam dunia fantasi sendiri sudah cukup untuk bersikap tidak adil buat perasaan sendiri.
• Kalau masih mau memperjuangin perasaan itu harus doing something, kalau gak mau doing something ya udah lupakan aja perasaanmu. Kubur dalam2. Tapi sekarng aku memilih untuk melupakainnya dan memulai hidup baru dengan memaafkan diriku yang dulu.
Begitu teman2 cerita berdamai dengan perasaan semoga teman2 bisa mengambil hikmahnya yaaa.
Sudah malam. Mari kita bobok, besok harus pada kerja yang sekolah haru bangun pagi biar gak telat sekolahnya Byeee