Repeat till death

tumblr dot com
ojovivo
I'd rather be in outer space 🛸
Sade Olutola
The Stonewall Inn
Xuebing Du
sheepfilms
🪼
KIROKAZE

Origami Around
Lint Roller? I Barely Know Her
Cosmic Funnies

Andulka
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
noise dept.
trying on a metaphor
todays bird
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
seen from United States

seen from Netherlands
seen from Pakistan
seen from Jordan
seen from Jordan
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Netherlands

seen from United States

seen from United States
@ariefseptian
Repeat till death

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Start it again
Start it again
Wake up in
Morning weekend in pain
Why do we choose?
We dont choose
We decide
All sign by decider
Design from born and pretend
Dont you wonder it darling
Dont you asking for freedom or just tailing?
Do you asking for life then falling?
Just pray for the high one
Just play for the high one
Just pay for the high one
Who is the high one?
Dont ask but decide it
Or you just asking for money and fortune?
Love and hate
Slave for money and sex no fate
Here they come
Pure love pure love
Dont ask but decide it
We dont choose
We decide
We dont choose
We decide
Tragedi
Tiap pijakan, pola pemilihan dan cara menyikapi generasi hari ini baik secara individu dan berjamaah akan meninggalkan goresan kesadaran dalam dimensi ruang waktu yang berimplikasi pada kehidupan generasi yang mendatang terus menerus seperti itu. Ternyata kematian yang menyadarkan bahwa keabadian terjadi pula dalam rasio kesementaraan.
"Hana nguni hana mangke, tan hana nguni tan hana mangke"
"Di nu kiwari ngancik nu bihari seja ayeuna sampereun jaga"
"Ku dirina sewang sewangan, maenya teu karasa"
Belantara kini, 2019 hitungan masehi
Dieksploitasi lalu ogah merawat dan mendandani
Apa yang kau khawatirkan?
Sunyi abadi

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Repetisi
Setiap karya buah pikir manusia dalam medium apapun skala besar maupun kecil pasti memiliki pola repetisi disadari maupun tidak. Kecenderungan manusia yang observatif penuh dengan keingintahuan berbuah penemuan dan melahirkan cara-ciri atau jatidiri kian hari kian terkikis dengan gegap gempitanya teknologi yang membuai dan tak lepas dalam tiap inci kehidupan masyarakat "modern". Teknologi tersebut melahirkan pola "hype" "Ngetrend" yang kian membosankan dan membingungkan. Jika satu individu telah menjadi kiblat konsumsi maka yang lain gandrung tanpa "proses memilah-memilih plus-minus refleksi-bereferensi" seperti ditelan bulat-bulat layaknya semut yang mengerubungi gula. Pola seperti itu tidak melulu condong negatif namun tanpa sadar value diri yang meniru-niru kiblatnya kian tidak terbentuk "ingin seperti si A" dengan sakleknya. Satu melakukan maka lakukan semua, sangat membosankan dan kurang pengkayaan menjadi peniru yang ulung.
Dengan skala besar masyarakat pun begitu condong malu dengan cara-cirinya sendiri malu menjadi manusia nusantara dengan kayanya referensi perjalanan sejarah dan keanekaragaman hayati maupun manusianya seharusnya menjadi masyarakat (tiap individunya) yang santun, madani, inovatif, kreatif dan berdaulat. Namun jauh angan dengan kenyataan saat ini stagnan dengan repetisi yang memuakan dari hal mendasar dan hal besar tetap menjadi pengekor dan peniru yang ulung dengan tokoh tokoh yang itu-itu saja dengan kemasan yang sama pula. Seperti menjual sawah dan hasilnya dibelikan beras, memuakan sekali tradisi busuk dipertahankan dan yang baik dinafikan.
Perlu berhenti lalu saksikan dirimu, syukur dan tertawalah
"Kenapa tidak ditanam saja pohon buah yang juga memiliki daya fungsi untuk menyerap polutan dipinggir jalan toh kalo berbuah kan tidak ada lagi yang kelaparan"
"Kenapa ribet harus ke surga terus toh kamu diberi hidup aja kamu gatau bakal jadi begini dan itu sudah merupakan rahmat yang besar, bukannya mengabdikan diri untuk semua makhluk hidup malah minta ke sorga lalu membunuh serta mencaci dengan judul penaklukan memakai bendera agama belum apa-apa sudah merusak "Mana yang punyamunya? Gak malu dan merasa?" "Pemikiran dan perasaan awal akhir sejarahnya kamu lahir mau dikemanakan?" "Kenapa ukuran keimanan bisa dihitung oleh sesama makhluk bahkan malaikat pun tak punya hak" Hanya perilaku lemah lembut serta keharmonisan yang dapat mengajarkan dan menyentuh toh diberi hati yang bisa merasa bukan takut apalagi membenci didasarkan penggolongan, yang kau anut dan hayati terefleksi dari perilakumu dan kata katamu"
"Kenapa kalimat "Innalillahi wa inaillaihi rojiun" hanya dipakai ketika tertimpa sesuatu yang tak kau sukai bukannya dipakai dalam aspek kehidupan sehari hari kan enak mungkin, sehingga semua orang berbudi luhur berserah diri dan tersadar bahwa ia tak memiliki apapun kecuali semua rahmat dari penciptanya yang Esa dan agung yang sejatinya tak dapat digambarkan sehingga saling menjaga baik sesama manusianya dan tempat hidupnya, musnahlah semua definisi kaya miskin berpunya dan tak berpunya toh apa hebatnya manusia semuanya pun diberi"
"Konyol sekali orang yang membela penciptanya yang memiliki semua daya dan memberikan semua kehidupan dan kecukupan. Jadi siapa yang harusnya dibela? Semua orang sakti dan berilmu pun tak bisa menjadikan dirinya dengan sendirinya"
"Kenapa bangga akan pengetahuan yang " Katanya ini sih gini" "Katanya itu sih itu" Saling tak sepaham berakhir konflik yang mengakar tanpa mengetahui esensi. Tahu tidak bahwa pikiranmu pun diciptakan lalu DIBERI ilmu, tersungkurlah yang merasa lebih dari yang lain semoga cepat ingat"
"Semuanya kan perjalanan gimana cara untuk bersatu dari semua perbedaan dan mengutamakan kemaslahatan, yah tahan diri jangan memaksakan keinginan pribadi, orang arab harus mau tahu budaya orang papua, orang papua harus mau tahu budaya orang bugis toh belum apa apa merasa dirinya paling benar kamu makan gula ya manis makan garam ya asin sama kami juga, diberi sakit perut sambil ngitung berapa rambut yang tersemat di tubuhmu itu aja gabisa gimana mau merasa 'paling'. Bungkus merupakan hal yang paling tidak penting namun banyak yang terperdaya bungkus tanpa merasakan isinya"
"Kenapa alam rusak? Dan makhluk lain ikut menjadi korban ganasnya pengelolaan, Iya karena merasa banyak kebutuhan jasmaniah, padahal makan seperlunya kan gakan mati, bumi suci ini dicukupkan tidak akan ada krisis pangan atau polutan jika semua elemen saling memberi tanpa balutan ekonomi mikro makro gaji dll tektek bengek akar masalah perut dan ego, iya gampang tapi ini ngimpi, tapi sederhana tapi tetap ngimpi tidak terbangun pula"
"Identitas dan semua gelar yg tersemat hanya euforia tapi kebermanfaatan adalah keabadian yang senyap"
"Itu ini bukan soal 'cinta' cemburu punyaku punyamu, tapi soal input-proses-output, budi, cipta, rasa dan karsa yang mengikat bahkan terlalu abstrak sejak dalam nalar dan perasaan apa lagi dikatakan, yang ada hanya 'beliau' kamu diberi dan diadakan, tidak ada aku didalam aku sekali lagi hanya beliau"
"Negeri buaian di fase puncak angan dan kebutuhan namun pembohong dan membohongi apa yang telah tersepakati dinyamankan dalam parameter lingkaran labirin"
-Semuanya hanya mimpi untuk bersatu dan berselaras toh entar juga lupa dan kembali pulang ke asalnya semoga dengan selamat dan penuh kegembiraan. Jangan terlalu katanya pun juga jangan terlalu serius, yang serius hanya ibadah-
Dewasa ini adab dan keimanan adalah satu satunya hal yang kisanak dapat genggam dalam rahasia super privasi terbalut daging diantara ganasnya belantara sirkus kehidupan yang silih bergonggong satu sama lain sradak sruduk memutar nalar dalam asmaNya, hanyalah seorang pengecut yang dapat menilai iman dalam sesamanya yang seolah mempermainkan kau akan ke surga atau ke neraka yang sejatinya milikNya menebar terror kekufuran dan ketakutan, dakwah cinta hanya terjadi segelintir dakwah benci merajalela. Agama jadi nilai jual, pendidikan menghasilkan kotak berpikir sempit dan semu dalam kertas atau bijih biner teknologi tentang takhayul kemajuan sistem perbankan yang diisi segelintir elit tai yang membusungkan perut hasil kemunafikan sejarah darah hewani dalam insani. Kemana lagi suara suara getir dalam mulut goa akan diperbincangkan sementara perbincangan telah mencapai puncak debat memperebutkan tai singgasana hampa akan keadilan yang dibungkus dalam sandiwara semu yang belum juga lelah berakhir. Wisata hanya jadi wisata belaka tanpa tafakur perjalanan dan pengorbanan nenek moyang yang mengobar dahulu kala, akses milik semua bukan milik pribadi hasil privatisasi jual beli delik delik masam. Neraka kecil dalam kehidupan telah tercipta tanpa kau sadari maupun disadari. Tuhan sudah tak laku di bumi tuhan itu sendiri naudzubillah min dzalik.
Berita Kehilangan
Terlahir tak berdaya dengan ketidaktahuan lalu belajar atau dipaksakan untuk menerima sesuatu yang tidak kau ketahui lalu menjalaninya didasarkan buaian angan dan ambisi. Ikhlas itu melalui proses pencarian, pengkajian, merekam, meneliti dan menelaah berdasar pengalaman diakhiri dengan implementasi serta bertanya apa itu benar? Semua itu ada diluar sana cobalah menerima cobalah menjalani, cobalah mengkaji, hanyut dalam keselarasan semesta dan terdiam sesaat membedakan mana yang teringinkan dan dibutuhkan dengan cara dan keunikanmu masing-masing. Cobalah maafkan ke-aku-anmu dan temukan dirimu sendiri karena sesungguhnya Dialah yang Maha. Siapa dirimu ragukanNya? Kesempatan untuk menjauhi kesejutaan bertuan buah pengharapan dan memaafkan dari prasangka terhadap semua penghidupan dan kepulangan yang datang dariNya. Berbahagialah! Datang dari ketidakberdayaan dan ketidaktahuan dan pulang dengan ketidakberdayaan dan ketidaktahuan pula.
Suksesi.
Melepaskan, merelakan, dan mengikhlaskan memang sulit adanya apalagi untuk sesuatu yang tak pernah kau gapai. Berandai, bermimpi, dan berkhayal memang asyik adanya tetapi kenyataan jauh lebih rumit dari sekadar angan. Petualangan, perjalanan, dan bepergian bukan hanya untuk melihat tetapi untuk berkaca dan berefleksi siapakah dirimu, peran apa yang kau ambil, memaknai. Perjalanan hidup layaknya alam yang bersuksesi, seiring waktu dapat menyembuhkan dirinya sendiri dari hujaman distraksi.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Scumbag school