Beberapa hari kebelakang ini hati dan pikiranku sedang berkecamuk. Berkali-kali aku memikirkan untuk memantapkan hati agar bukan karena ego keputusan yang aku buat di usia yang mungkin bisa dikatakan krusial ini. Semua rencana dan kegalauan masih tersimpan di dalam hati dan sangat mengganguku untuk segera ke tujuan lain. Rasa lelah mulai datang sangat cepat hingga aku sulit stabil seperti awal. Di tengah kegundahan semua ini belum sempat meminta kepada-Nya, tanpa pernah terpikirkan, sekali lagi Allah membuka jalan dan menunjukkan kebesaran-Nya padaku, dengan cepat dan hebat Allah selesaikan semua kegundahan yang aku rasakan belakangan ini. Sebelumnya tidak pernah terbayang bagiku bisa mendapat akses langsung tanpa perantara orang-orang di bawahnya. Mengapa begitu? Karena di sini aku berjuang tanpa tumpuan siapa pun, tidak ada seorang pun yang aku kenal atau sedarah, sedangkan aku juga tidak pandai untuk menggunakan cara menjijikan untuk mendapatkan perhatian orang di bawahnya. Allah maha baik dan adil. Allah memberiku keberanian yang akhirnya aku bisa sampaikan ke mereka setelah bertahun-tahun aku simpan dan mencoba selesaikan sendiri walau tidak pernah selesai. Rasanya semua begitu cepat. Apakah mungkin aku harus menetap lebih lama lagi?
Meskipun begitu saat ini hatiku sudah lebih lega daripada sebelumnya. Aku lega karena perlahan bisa terselesaikan dengan cara-Nya. Rencana untuk mencari tujuan lain tetap ada dan sedang dijalankan. Alhamdulillah terima kasih ya Allah atas segala bentuk kasih sayang-Mu yang nyata dan sangat indah.
Jakarta, 11 Mei 2026
Pukul : 02.53 WIB
Nb : entah mengapa hari ini terasa gerah sekali dan anehnya mukena masih menempel sejak 30 menit yang lalu tanpa ada niat aku lepas. Berdialog pada-Mu kali ini juga terasa seperti kekasih yang sudah lama tidak bertemu. Rindu, rasanya ingin cepat bertemu dan cerita A-Z. Benar saja, selepas meluruhkan segala doa yang ku panjat aku langsung bawel kepada-Mu :') maaf yaa...













