Hi, hello.
Udah lama ga nulis di tumblr, here we go again!
taylor price
h

@theartofmadeline
tumblr dot com
Game of Thrones Daily
AnasAbdin
ojovivo
Misplaced Lens Cap

Origami Around
Keni
Sweet Seals For You, Always
Alisa U Zemlji Chuda

Kiana Khansmith
Not today Justin
TVSTRANGERTHINGS
noise dept.
Sade Olutola

❣ Chile in a Photography ❣
Jules of Nature
Lint Roller? I Barely Know Her

seen from Netherlands
seen from Belgium
seen from United States
seen from Germany

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Portugal

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@anomalihati
Hi, hello.
Udah lama ga nulis di tumblr, here we go again!

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Oct 1st : My Girl trends.
but i got
chatGpt helped me, cause something couldn't explain.
2024, jp.
ke dua tiga bulan 8
hei serta mulia ya. penuh senang kan ya jalani hidup bersama.... (?)
semoga aku ya, hehe.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bukankah ada banyak luka yang harusnya memang terbuka agar ia cepat kering dan sembuh? Luka kita mungkin sama, cara menyembuhkannya adalah dengan membiarkannya tetap terbuka, dan kita membiasakan diri dengan sakit dan perihnya, hingga ia hambar dan tidak terasa lagi. Berdamai itu membiasakan, sebab mustahil untuk melupakan.
Melupakan itu hal yang sulit dan rumit, sebab memang begitulah memori otak kita dirancang, agar selalu mengingat pada peristiwa penting dalam hidup kita, entah baik atau pun buruk.
Tidak ada yang bisa mengatur lisan dan tindakan orang lain bukan? Kitalah yang seharusnya bisa mengatur bagaimana untuk meresponnya, tidak memang, tapi begitu seharusnya.
Untuk setiap luka yang hari ini kita dapatkan dan masih membekas, berdoalah pada Tuhan, agar diberikan hati yang lapang dan sabar. Ujian itu mustahil ada jika tanpa jawabannya, dan kita pun harus belajar agar lulus dari ujian tersebut, dan sebaik-baik belajar adalah dengan berkaca pada pengalaman. Entah pengalaman kita atau orang lain.
Dewasa itu rumit ya... Gapapa, insyaallah serumit-rumitnya menjadi dewasa, ia akan berbuah kebaikan. Selalu sertakan Allah ya, untuk setiap langkah kita.
@jndmmsyhd
Doa yang Datang dari Hati Orang yang Lelah
Sekarang ada di fase 'menebak' tanda-tanda Allah untuk menyerah. Tidak ada yang salah. Memang kalau aku tidak menyerah, apa yang mungkin dapat berubah?
Untuk aku yang terbiasa effortless ditambah jarang punya target yang besar, pencapaian-pencapaian biasa seringkali membuatku cukup puas dengan diriku sendiri. Kemudian, perjalanan selama dua bulan ini bikin aku sadar bahwa baru kali ini aku bermimpi tinggi-tinggi. Sampai alam bawah sadar ikut bantu amini dan gerakin semuanya, intentionally. Sampai ada perasaan meledak di dalam, saking excited-nya dengan apa yang akan dicapai.
Makanya sebenarnya agak heran juga selama 2 bulanan ini, sense of fight aku bisa sebesar ini dan justru malah semakin kuat saat cuma diri sendiri yang berusaha dibantu oleh Allah. Katanya, the lack of support is support itself, hahaha. Apakah ini yang dinamakan reverse psychology?
Kalimat itu aku yakini terus dan aku udah mendorong sekuat yang aku bisa. Turns out, beberapa tanda mulai berubah di depan dan keputusan harus diatur ulang. Ini kaya.. Allah ngasih tau bahwa aku bisa aja bakal terus-terusan ngedorong pintu di toko yang belum buka atau udah tutup, atau udah ga beroperasi. Cuma pengandaian sih, intinya:
Ternyata ada saatnya kita harus berhenti mendorong serta menghamburkan sumber daya.
Sekarang mengambil keputusan berbalik arah dan sejujurnya udah sepekan selalu sakit kepala (kerasa secara fisik) karena mikirin semua pertimbangan dan alternatif kemungkinannya sendiri. Tulisan ini sebelumnya udah mengendap di draft beberapa hari cuma belum ngerasa mindful untuk nulisnya juga, saking ribut isi kepala. Ada beberapa chat dari temen terdekat juga yang aku tunda balas beberapa hari, dengan alasan yang sama.
Sebenernya nggak ada kesedihan di sini. Seperti kata Teh Qoonit dalam captionnya:
Jika seluruh kebebasan, mimpi-mimpi, dan karya yang ingin diciptakan tujuannya surga, maka tak ada masalah jika tertundanya pun untuk surga juga.
Malah, bisa jadi kesempatan surganya akan jauh lebih besar. Dari "karya" besar yang dicipta dalam ruang-ruang sunyi tanpa apresiasi manusia. Tanpa tropis, lembar ijazah, atau bahkan ucapan "terima kasih". Hanya dalam rangka wujud taat, bersyukur, sabar, dan keikhlasan hanya kepada Allah.
Yang aku harapkan semoga ke mana dan kenapanya menjadi lebih jelas di depan dan yang telah dikerjakan semoga dinilai. Mungkin memang ada yang ketinggalan sampai harus putar balik. Mungkin ada perbaikan jalan di depan sehingga perjalanan harus ditunda. Mungkin kendaraannya perlu di-service dulu supaya perjalanannya selamat. Mungkin harus ngambil atau ngejemput sesuatu/seseorang dulu di tempat lain. Apapun ya, semuanya mungkin-mungkin saja.
Pelan-pelan coba memahami cara kerja Allah "memperjalankan". Mungkin emang harus ketemu seseorang/kejadian tertentu dulu supaya "kejelasan" harus ngapain itu diperoleh. Ini semacam, ketemu orang di jalan yang ngingetin, "teh, itu bannya bocor!" Ya mau nggak mau, kita akan melipir dulu ke bengkel kan? Bodoh banget kalau denial bannya gak kenapa-kenapa padahal aslinya kenapa-kenapa.
Mungkin karena sebelum-sebelumnya masih dengan keputusan yang sama sambil terus berkontemplasi setiap harinya dan meluruskan niat. Ternyata bukan niatnya yang salah, simply belum waktunya aja. Atau simply, memang tidak akan pernah jadi waktunya, and it's super okay.
Gapapa juga, apa yang udah diusahakan sampai sejauh ini ngga pernah sia-sia kok. Banyak belajar itu seru. Gapapa, mungkin bukan ke sana "sabil" nya, yang jelas harus tetep minta ditunjukkan "shirath" yang "mustaqim". Kalau menurut tafsir:
Sabil itu jalan kecil yang kita tempuh berkenaan dengan "resource" yang kita miliki. Misalnya kita punya keahlian di suatu bidang lalu mengambil peran di bidang tersebut itulah sabil. Ada sabil yang lillah, ada juga sabil yang bengkok/buruk/sesat. Begitulah terminologi sabil digunakan dalam kitab suci.
Menurut Quraish Shihab, shirath bisa diartikan sebagai jalan tol. Kita tidak bisa keluar atau tersesat setelah memasukinya. Apabila memasukinya, kita telah ditelan olehnya dan tidak dapat keluar kecuali setelah tiba pada akhir tujuan perjalanan.
Shirath adalah jalan yang luas. Semua orang dapat melaluinya tanpa berdesakan. Berbeda dengan sabil yang banyak tetapi merupakan jalan kecil. Meski demikian, Quraish berpendapat, tidak apa kita menelusuri sabil asal pada akhirnya menemukan jalan tol yang luas lagi lurus itu.
Artinya, nggak masalah kita mau aktif di bidang yang kita senangi selama niat, langkah, dan tujuannya lillah. Soalnya bagaimanapun juga, cuma sabil yang lillah selalu mengarahkan kita pada shiratal mustaqiim. Dan kepentingan selamat harus selalu prioritas di atas semua kepentingan.
Maka di "sabil" manapun Allah akhirnya memperjalankan aku, semoga aku selalu terpandu (ahda sabilan) dan semoga selalu di "shiratal mustaqim" yakni jalannya orang yang diberi nikmat oleh Allah (nabiyin, shadiqin, syuhada, shalihin).
Mungkin sesekali di satu waktu sendiri suka merenung, "Ya Allah, masa di kehidupan yang cuma satu kali ini aku nggak bisa menjadi sesuatu yang aku inginkan? (tentunya ga keluar dari batasan syari'at ya)"
Tapi kalau dipikir-pikir lagi, nggak usah tersinggung atas ketidaktercapaian ini, soalnya kata Kak Asta Ebrahim di cuitan X-nya,
"Sikap kita dalam menghadapi takdir yang gak enak juga dinilai oleh Tuhan."
Okay, taruhlah putar balik itu emang takdir yang nggak enak. Terus apa boleh buat? Kita juga nggak bisa berbuat banyak. Yang sering kita lupakan adalah fakta bahwa hitungan pahala Allah masih berjalan. Still counting, semoga, sampai Allah panggil kita pulang sebagai hamba yang ridha dan diridhai-Nya.
Jadi doa paling realistisnya sekarang, mudah-mudahan nggak kehilangan intuisi dan sense of fight setelah putar balik.
Sebagai penutup, untuk Allah, terima kasih sudah memanggilku untuk menyeru-Mu belakangan ini. Walau masih dengan kecanggungan yang aneh dan kebingungan mau minta apa saking berdesakan isi kepala. Mohon ampun atas segala kesotoyanku.
— Giza, 'dipaksa' menyerah saat masih pengen berjuang nggak pernah semembingungkan ini. Mungkin inilah momen berkurbannya.
Rezeki datangnya serupa iseng-iseng berhadiah. Yang bekerja keras, belum tentu rezekinya lebih besar dari yang berjalan santai. Sebab begitulah hidup. Kamu hanya perlu menjalani sebisanya. Sekuatnya. Dan seikhlasnya..
When you're crying because of stress, it turns into crying over family, crying over my past, crying over losing my person, crying over the fact that they'll leave me eventually, crying about my body and crying about my life
Lelah sekali rasanya jika semua harus soal dunia, selalu perihal untung dan rugi.
Kemarin, ada hati yang sakit oleh keadaan dunianya, entah patah oleh rezeki yang tak kunjung membaik, atau sakit karena jodoh yang tidak tiba padahal usia sudah semakin bertambah.
Dan kini semua membaik, sebab menyerahkan semuanya pada pemilik waktu dan dunia. Hati dan harinya tenang, ia sekarang hanya bisa melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan.
"Perihal waktu dan masa depan, ia serahkan saja pada pembuat skenario terbaik. Allah."
Ternyata, setenang itu menyerahkan segalanya pada Allah, sebab ada bagian dan sisi kehidupan yang tidak bisa kita ikut campur, kita hanya bisa berprasangka baik dan melakukan yang terbaik dari amal-amal yang bisa kita pilih dan kerjakan.
Semoga, Ramadan ini menjadi obat, untuk setiap hati patah dan rapuh tersebab dunia dan keadaannya. Bukankah sebaik-baik obat adalah takdir yang diberikan dan disajikan oleh Allah? Ramadan dan obat terbaik.
@jndmmsyhd

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Saat Menjadi Orang Tua
Kira-kira, kalau kita menjadi orang tua, dan memiliki anak seperti diri kita, kita bakal bingung gak ngadapinnya?
Bingung karena anaknya sedang bingung sama masa depannya. Tidak membicarakan soal rencana-rencananya, sementara kita khawatir dengan umur kita yang mungkin takkan lama dan tak ingin meninggalkan anak yang lemah untuk menghadapi kerasnya kehidupan. Sementara kita melihat anak kita berdiam, tidak tahu apa yang direncanakan, ketika ditanya malah menghilang. Ketika diarahkan, malah marah karena merasa tidak diberi kebebasan.
Jangan-jangan kita bakal sebingung itu kalau ngadepin anak kita sendiri, yang anak itu, kayak kita.
Sementara saat kita sibuk dengan pikiran dan kecemasan kita sendiri. Orang tua kita sibuk bekerja untuk terus membuat roda kehidupan berputar. Dulu tak terpikirkan bagaimana orang tua bisa punya rumah, kendaraan, biayain sekolah, dan lain-lain. Sekarang saat menjalani usia dewasa, melihat semua angka-angka yang terbayang, bingung harus kerja apalagi biar bisa memenuhi kebutuhan tersebut agar nanti bisa membina keluarga yang memiliki standar hidup minimal yang baik.
Dan orang tua kita khawatir anak tercintanya tak cukup kuat untuk menghadapi kerasnya hidup. Mereka ingin hidup seterusnya sampai mereka merasa yakin dan percaya bahwa kalau mereka meninggal, anaknya akan cukup bekal.
Sementara kita masih terus khawatir dan mencemaskan perasaan-perasaan yang tidak penting. Bahkan kita merasa sudah cukup dewasa untuk berpikir dan bertindak, tapi ternyata tidak cukup berani untuk mengambil keputusan dan risiko. Berlindung dibalik ketiak orang tua jika ada masalah, takut hidup tak sesuai ekspektasi, takut kalau nanti di masa yang akan datang kita tak sampai ke impian.
Dan orang tua kita sebenarnya tidak menuntut itu semua. Bahkan mungkin mereka rindu untuk bercengkerama dengan anaknya. Mengingat-ingat bahwa dulu saat kita masih balita, ditimang-timangnya memenuhi ruang hatinya dengan kebahagiaan. Kita pernah sekecil itu di mata mereka, bahkan mungkin hingga saat ini.
Tapi kita lupa, merasa sudah cukup dewasa, banyak peran yang kita jalani. Banyak kecemasan yang membutuhkan penyelesaian. Kita lupa, bahwa kita masih menjadi anak, dan kita lupa caranya menjadi anak bagi orang tua kita sendiri.
Jika sudah waktunya, hujan pun akan turun. Jika sudah masanya, bunga pun akan mekar dan wangi.
Begitulah takdir Tuhan, doa-doa kita di masa lampau akhirnya dikabulkan begitu sudah waktunya.
Bukankah ada banyak hal yang diberikan sebelum kita siap menerimanya, hingga akhirnya berantakan dan hanya menjadi pelajaran.
Sengaja dikabulkan dengan cepat hanya untuk pelajaran. Sabar, jangan terburu-buru menagih doa, ya.
@jndmmsyhd
One day
Entah umroh dulu atau menggenap dulu, manut saja ya Allah. Mana saja mau.
Mau kapan nya, terserah Engkau. Semoga Engkau mampukan dan pantaskan. Yang penting Engkau ridho, mau duluan mana atau langsung dua duanya juga mau.
"Emang punya modal berapa kamu buat menikah dan buat umroh?"
Memang saat ini ga punya apa apa, tapi kenapa ga percaya dengan Allah yang maha segalanya? mengurus dunia dan seisinya saja Allah mampu, apalagi hanya perihal menikah dan ke tanah suci.
Yakin saja kita mampu kalau Allah mau, yang jadi pertanyaannya kita sudah pantas belum?
Pantaskan diri, semoga Allah mampukan tahun ini. Bismillah saja dulu, luruskan niat.
foto by @lughatul-qurania
Sudah tidak tertarik dengan pencapaian dunia. Mati rasa ketika teman persebayaan mencapai ini-itu. Pintaku hanya satu; yaAllah, berikanlah aku ketentraman hati dan kecintaan untuk melakukan ibadah wajib ataupun sunnah.
Karena kehilangan yang paling membuat rapuh adalah ketika nikmat ibadah telah tercabut.
Sudah tidak tertarik dengan pencapaian dunia. Mati rasa ketika teman persebayaan mencapai ini-itu. Pintaku hanya satu; yaAllah, berikanlah aku ketentraman hati dan kecintaan untuk melakukan ibadah wajib ataupun sunnah.
Karena kehilangan yang paling membuat rapuh adalah ketika nikmat ibadah telah tercabut.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ramadan #19
Menyadari bahwa pengetahuanku untuk menjalani hidup dan mempersiapkan akhirat begitu sedikit.
Belajar untuk lebih mudah bersyukur pada saat lapang dan sempit.
Lebih berhati-hati pada saat lapang agar tidak lalai.
Menyadari bahwa hidup ini sangat amat sementara, sehingga tidak perlu terlalu kecewa dengan hal-hal yang tak sesuai harapan dan keinginan, fokus pada keberkahan dan tujuan.
Mencari lebih banyak teman yang baik dan salih.
Orang tua menua seiring kita menua,bagaimanapun sikap mereka dengan segala keterbatasannya, tidak akan mengubah fakta bahwa mereka adalah orang tua kita. Berbaktilah mumpung mereka masih ada.
Banyak hal didunia ini yang lebih butuh landasan keimanan daripada pemikiran rasionalitas kita sendiri.
Berpikir bahwa diri adalah yang paling benar adalah awal dari kehancuran diri.
Hati-hati dengan apa yang keluar dari mulut, jika tidak bermanfaat lebih baik diam.
Apa pelajaran-pelajaran hidupmu yang ditemukan dan mungkin boleh dibagikan?
Jangan sampai kemudahan membuat kita lupa berdoa.
Jangan sampai kesulitan membuat kita lupa bersyukur.