Tulisan ini, untukmu yang sedang membacanya.
Bagaimana kabarmu?
Sudah ada yang bertanya tentang kabarmu hari ini belum?
Apakah diri sendiri juga sudah menanyakan ke dirimu sendiri, kabarmu hari ini?
Di tengah kekacauan dunia, apakah hari ini ada sesuatu yang membuatmu bahagia? Meski sebelum dan setelahnya, kamu kembali ke kegelisahanmu. Tapi, sebelum tidur, coba ingat lagi hal baik yang kamu dapatkan hari ini dan membuatmu merasa dunia ini jangan dulu berhenti.
Keadaan memang lagi tidak menentu. Ada perang, ada pemerintahan yang kacau, keadaan ekonomi lagi gak baik-baik saja. Tapi, kalau kamu bisa jawab dengan jujur, apa hal dalam hidupnya yang masih baik-baik saja?
Semisal; masih bisa makan tiga kali sehari? masih sehat? masih ada hunian untukmu berteduh - beristirahat - dan menyendiri? Katanya, kalau kita masih punya dua hal dasar itu, sebenarnya kita sudah memiliki segalanya? :)
Eh itu bukan aku yang bilang, tapi Kanjeng Nabi Muhammad. Begini redaksi lengkapnya :
“Siapa yang pagi hari merasa aman di rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan akan dunia telah dikumpulkan untuknya.”
HR Tirmidzi no. 2346
Kalau ada hal yang membuat bersedih, wajar, namanya juga kehidupan. Pasti ada naik dan turun. Kalau ada rencana-rencana yang tidak terjadi, itu juga sebuah keniscayaan bukan? Menampar diri lagi, biar sadar kalau tidak semua hal bisa kita kendalikan. Kita tahu itu, tapi kadang kita sengaja tidak mau tahu.
Kalau ada kegelisahan yang terus berteriak di kepalamu, ceritakanlah. Kalau nggak ada orang yang bisa diajak bertukar pikiran, tulis saja. Setidaknya, kamu tidak menyimpannya di pikiranmu dan membuatnya penuh oleh sampah-sampah yang tidak perlu kamu simpan selamanya.
Hidup memang lagi kerasa berat banget. Tapi aku mau ingetin kalau hidup ini bener-bener tidak lama, semua yang sedang kita alami ini sangat sebentar. Dan sejak awal, memang dunia bukan tempat istirahat. Kalau kita mencari ketenangan di sini, mungkin akan sulit ketemunya. Karena setiap hari kita akan ketemu ujian, entah kita diuji, atau kita yang menjadi ujian bagi yang lain.
Untuk itu, jadilah orang baik. Jangan memelihara luka dan dendam, jangan suka menyakiti orang lain. Kita mungkin akan mati tanpa dikenal siapapun kecuali keluarga kita. Seolah kita akan terhapus dari dunia ini begitu saja, tapi bukankah itu tidak penting? Karena yang terpenting adalah bagaimana Tuhan menilai perjalanan kita di sini? Dan semoga kita semua berakhir dalam keadaan baik. Itu sudah lebih dari cukup.
Sudah malam, selamat istirahat. Istirahatkanlah pikiranmu, badanmu, dan hatimu. Besok adalah hari baru, mungkin mengulang rutinitas hari ini. Tapi kalau boleh aku bertanya sekali lagi, besok kamu mau sarapan apa? Sarapan yang membuatmu bahagia?
KG