Pagi itu, saya dan kakak perempuan saya yang nomor tiga berencana pergi bersama ke suatu tempat. Namun sebelum kesana, si kakak minta untuk ditemani ke tempat mengajarnya dulu sebelum akhirnya memutuskan resign.
Tepatnya hari itu sekolah tempat mengajarnya dulu sedang melakukan kegiatan rutin, yaitu olahraga di halaman masjid suatu komplek perumahan di surabaya. Kami pergi menuju lokasi dengan mobil tumpangan online. Begitu kami turun dan berjalan menuju teras masjid. Anak-anak perempuan yang dulunya murid kakakku ini langsung berlari dan berhambur memeluk, ramee banget suasana waktu itu, ditambah lagi, kami kesana dengan syakila, putri pertama kakakku alias ponakanku yang berusia 5 bulan. Bisa dibayangkan bagaimana hebohnya murid2 tadi dengan keberadaan si mungil :")
Hati yang lagi kusut lecek saat itu seketika berubah plong dan bahagiaa gitu pas pertama kali lihat mereka berlarian dengan gembira diiringi senyum lebar menyambut kakakku yang dulunya adalah guru mereka. bener-bener SEKETIKA lho! Takjub banget, wiiih bisa gini banget yah plongnya masyaAllah :") terus senyum-senyum sendiri 🤣 hehhehe.
Daaan, satu hal yang aku sadari setelahnya adalah anak-anak itu insyaAllah akan bertumbuh dalam kebaikan dan keimanan yang menghunjam. Orang tua mereka bukan orang tua biasa karena memutuskan untuk memilihkan sekolah tersebut untuk menjadi tempat belajar anak-anaknya. Sekolah itu bukan sekolah formal, bahkan kelas-kelasnya pun macamnya adalah seperti kelas iman, kelas akhlak, kelas tarikh, dll. Butuh keberanian orangtua yang mau dipandang "beda" dan mungkin "tidak umum" karena apa yang dipelajari anak mereka akan berbeda dengan sekolah lain pada umumnya.
Saat itu kebetulan setelah olahraga selesai, dilanjutkan dengan kelas iman di pelataran masjid. Ternyaataa, hasil yang kudapat dari nguping tipis-tipis isi pelajarannya saat itu adalah tadabbur ayat. Kebetulan mereka sampai pada tadabbur surat alfatihah ayat ke 5 "Hanya kepadaMu kami menyembah, dan hanya kepadaMu kami mohon pertolongan", disana sang guru menguraikan makna ibadah, tujuan penciptaan diri manusia, hakikat hidayah, disertai jg dengan kisah-kisah berhikmah terkait iman, dll
Satu kata: takjub! dan satu kata lain: IRI! mereka mendapatkan ilmu macam itu sejak krucil2 dan semua itu menjadi fokus utama pendidikan dalam sekolah mereka. How lucky they are, surely! :") Jika semuda usia mereka telah akrab dengan pendidikan semacam itu, aku sih percaya fitrah iman islam mereka insyaAllah bertumbuh dengan baik. Berbahagialah orangtua mereka, yang melahirkan anak-anak surga! anak-anak yang insyaAllah bisa membawa kebaikan bagi kedua orangtuanya, dan semoga bisa menjadi jalan untuk terlahirnya para ulama. Barakallah ❤️
ps: terus terus niis nanti mau masukin anak kesitu nggk? pingiiin, semoga abinya anak-anak nanti juga setuju *heyaak 😆 #abimasidicari wkwk