Couldn’t ask for a better Mom. Bangun tidur udah tersedia ini semua di kamar. Semakin sedih kalo inget banyak ngelawannya 😢
RMH
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Love Begins
Peter Solarz
d e v o n


#extradirty

JVL
we're not kids anymore.

izzy's playlists!

Origami Around
todays bird
Sweet Seals For You, Always
AnasAbdin

blake kathryn
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
I'd rather be in outer space 🛸
Not today Justin
Cosimo Galluzzi
seen from Türkiye

seen from Singapore

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Iraq

seen from Malaysia

seen from India

seen from United States

seen from Singapore
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Mexico

seen from Greece

seen from Türkiye
seen from Australia
seen from United States

seen from United States
@ankarrra
Couldn’t ask for a better Mom. Bangun tidur udah tersedia ini semua di kamar. Semakin sedih kalo inget banyak ngelawannya 😢

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Start to organize this messy life
Yes you settle with your friends, your career, your relationship and anything. But no, you don’t settle with yourself. Don’t ever settle with yourself.
Andhika Nugraha, S.T. (2016)
The misery is just state of mind. All i need to do is show my best quality.
Semoga suatu hari bisa benar-benar merasakan Hari Kemenangan. Aamin. #idulfitri

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Realize that you have boss that encourage you to be better and fully support you, even my work doesn't always good. But she appreciate every work I've done, that's makes me feel shame and try to be better everyday. I'm very happy to do my job. She teach and inspire me a lot! Thank you ❤️
Terima Kasih 2017
Bukan, ini bukan tulisan rangkuman akhir tahun, toh tahun 2017 ini juga masih setengah tahun dijalani. Walau baru bulan ke 5, di tahun ini banyak sekali yang sudah terjadi. Pertama, akhirnya saya lagi-lagi memberanikan diri untuk keluar dari pekerjaan saya sebelumnya, yaitu di sebuah instansi pemerintah yang kalau orang lihat kerjaannya hanya jalan-jalan saja. Tidak sedikit teman-teman yang menyesalkan keputusan saya untuk keluar. Lama-lama bosan juga tiap kali menjelaskan alasan kenapa saya keluar kepada teman-teman, yang ujung-ujungnya saya diberi ceramah oleh mereka. Yah memang begitu tipikal manusia, judgemental. Untungnya saya tipikal orang yang tidak begitu peduli apa kata orang. Kalau sudah yakin akan sesuatu, apalagi saya sendiri yang menjalani yasudah go with the flow saja.
Setelah “bebas” dari segala drama kantor lama akhirnya saya memutuskan untuk kembali mencoba meraih mimpi lama untuk bekerja di bidang NGO, start-up, ataupun social enterprise. Bukan berarti saya tidak menyukai pekerjaan saya di kantor yang lama, terlepas dari drama di kantor saya amat menyukai pekerjaannya. Bisa jalan-jalan gratis ke daerah tertinggal (yang sebagian besar daerah yang amat sangat ingin saya datangi), bahkan bisa tentuin sendiri mau dinas ke daerah mana (efek temenan sama pns) haha. Tentunya selain itu saya juga bisa ketemu dengan orang banyak dari berbagai daerah, hal itu yang paling saya sayangkan saat saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan yang lama. Saya berharap suatu saat saya bisa memberikan social impact kepada teman-teman yang membutuhkan. Salah satu caranya adalah dengan bertemu dengan mereka dan melihat secara langsung apa permasalahan yang mereka alami.
Tapi hidup harus tetap move on. Saya mengirmkan cv ke berbagai perusahaan/lembaga yang saya inginkan. Tipikal job seeker, saya juga sempat mengalami stress akibat belum mendapat pekerjaan yang saya inginkan. Sempat saya hampir mau mengambil tawaran pekerjaan dari salah saat itu start-up yang bergerak di bidang keuangan, pada saat itu tinggal tanda tangan offering letter tapi akhirnya saya memutuskan untuk mundur. Akhirnya saya mendapatkan panggilan dari sebuah start-up yang memang saya idamkan untuk interview. Ternyata saya ditawari posisi yang berbeda dari apa yang saya daftarkan. Setelah proses yang cukup singkat tibalah saya menjadi bagian dari perusahaan tersebut dengan posisi project officer. Ibarat jodoh yang tidak kemana, pekerjaan saya sekarang ini tidak begitu banyak perbedaan dengan pekerjaan saya yang lama. Masih berhubungan dengan orang di berbagai daerah dan lingkup yang lebih bawah, yaitu desa.
Dari situ saya belajar bahwa hidup memang harus banyak bersyukur. Tentunya Tuhan akan memberikan sesuatu yang baik untuk ummatnya. Saya masih diberikan kesempatan untuk mempelajari hal yang memang ingin saya dalami, kali ini dengan lingkungan dan orang-orang yang lebih supportif. Semakin hari, saya semakin merasa bahwa saya itu “kosong”. Semakin merasa bahwa saya tidak mengetahui apa-apa. Beruntungnya saya mendapatkan atasan yang sangat percaya bahwa saya punya potensi, yang selalu mendorong saya untuk bisa lebih. I really have the best bosses in the world! J
Tapi tetap sih walau pekerjaan saya menyenangkan dan penuh tantangan masih terbesit pertanyaan, “what do I want in life?” yang berujung menjadi “what do I really want in life?”. Pertanyaan yang bikin pusing untuk tau jawabannya. Pekerjaan, hubungan dengan orang lain, tujuan hidup, hari ini, besok, 5 tahun kedepan, 10 tahun kedepan, dan seterusnya. Sialnya, saya sendiri masih belum benar-benar tau jawabannya. Tapi apapun jawabannya kelak saya berharap tetap bisa menjadi orang yang passionate mengejar itu semua.
Jadi, terima kasih 2017 atas perjalanan barunya. Semoga kedepan akan terus ada pengalaman dan kejadian baru yang lebih meledak. Aamin.
Sedikit harapan,
Kalau sudah tua nanti, aku masih ingin bersamamu. Duduk di pojokan Midnight Espresso, dengan secangkir flat white di meja. Sambil menunggu pesanan nachos yang segunung itu, kamu berbicara tentang festival literasi yang diadakan di National Gallery minggu lalu di mana kamu jadi moderator salah satu sesinya. Aku akan menanggapimu dengan penuh antusiasme, sambil sedikit-sedikit menyeruput flat whiteku - tanpa gula, biji kopinya konon katanya diimpor dari Columbia, aromanya lumayan kuat sampai tetangga sebelah meja bisa menciumnya. Aku lihat mulai ada rambut putih di kumis dan jenggotmu.
Lalu kamu melanjutkan cerita tentang konsep terbaru buku kumpulan cerpenmu. Kamu ingin mulai menulis fiksi, karena merasa sulit menyampaikan filosofi ruwetmu melalui buku-buku akademik. “Ga ada yang baca kecuali dosen.” Haha.. Bener, aku setuju. Mataku lalu lari ke arah jendela, sekilas menatap pasukan Hare Krishna yang sedang siap-siap keliling Cuba Street. Walau kota ini aneh, siang ini cuacanya pas, terik tapi sangat berangin. Banyak pasangan kakek-nenek jalan-jalan tanpa alas kaki merayakan indahnya cuaca hari ini.
“Terus, terus, kamu apa kabar?” Aku jawab, lumayan. Gelang etnik yang dibuat ibu-ibu Kenya dari kertas koran yang digulung itu, kamu inget kan? Itu ketinggalan di Fiji, mungkin bukan seharusnya punyaku kali ya. Aku jawab sendu. Kamu ketawa, lalu malah mengajakku ke Waterfront, “Daripada galau lama-lama, mending mainin Blue Skies-nya Noah and the Whale di piano Waterfront. Yuk.” Ga bosen-bosen pikirku dalam hati.
Di jalan kita lewatin National Museum, ada papan besar menginformasikan kalau ada pameran Monet di dalam. Setelah hampir 15 tahun, akhirnya Monet kembali ke kota ini. Pertama kali kita lihat karyanya secara langsung, kita hampir nangis saking bingungnya. Haha sok ngerti seni. Terpikir untuk mampir lagi, tapi mungkin nanti di hari-hari terakhir pameran. Entah atas dasar apa.
Di ujung Waterfront, ada tempat duduk yang biasanya ditempati oleh pasangan oma-opa yang suka melihat kejauhan dengan keker jadul. “Sini aku isiin botol air minum kamu.” Kamu lalu jalan menjauh menuju tempat pengisian air minum di dekat bar paling tua di kota ini. Hari ini Waterfront agak sepi.
Aku teringat beberapa cerita hidup Frida Kahlo yang aku baca di perpustakaan kampus sambil menunggumu selesai ngajar tadi pagi. Aku sebenernya ga pernah ngerti kecintaanku pada Frida, sudah jelas hidupnya dia serahkan kepada kesengsaraan, keinginan, dan perasaan-perasaan yang begitu melekat. Hal-hal yang bukan aku. Tapi mungkin ada yang tersembunyi di dalam larik-larik yang aku temuin di buku harian dan karya seninya; usaha untuk memeluk semua sakit dan senang yang ia rasakan setiap saatnya dengan tangan lebar dan hati yang besar. Hari demi hari. Mungkin, itu salah satu harapanku.
Hiduplah untuk hari ini. Kutipan filosofis sedikit Buddhis ini terlintas di pikiranku. Hidupku ini banyak diisi kutipan ya haha. Tapi emang aneh rasanya, ketika benar-benar sedang hidup untuk saat ini. Tanpa harapan, tanpa penyesalan. Hanya menjadi, di saat ini. Tidak ada juga pikiran apakah aku pernah berharap untuk bisa ada di tempat ini, saat ini, bersama hal-hal yang ada di sekitarku. Tidak ada pikiran tentang pikiran, hanya menikmati keberadaan.
Lalu pikiran kembali nyamber. “Do you think that I count the days?” kata-kata Jean-Paul Sartre. “There is only one day left, always starting over: it is given to us at dawn and taken away from us at dusk.”
Hari sudah sore. “Ngelamun atau meditasi tadi?” kata kamu sambil bawa cinnamon roll dari bakery kecil di sebelah gedung arsip film kota. Manis.
Hehe, ngomong apa sih ini. Mungkin pengaruh overdosis Kiwi.
Semoga kalau sudah tua nanti, aku bisa selalu bersamamu.
Bandung, 23 Oktober 2014
I hate the situation when I must handle the "blablabla" thing. Love can be kind but cruel at the same time. Wait, is that love? Actually I don't know the meaning about love. Meh.
Dan yang terpenting, jangan hanya karena orang lain sudah sampai di tujuannya, atau karena orang lain sudah berhasil maka kamu jadi merasa tertinggal. Setiap orang itu punya jalannya masing-masing. Merasa tertinggal lalu kau mulai gegabah dan terburu-buru dalam mengambil langkah itu sama saja kau sedang meragukan takdir Tuhan untuk dirimu sendiri loh.. Wong kalau kamu percaya Tuhan, kamu juga seharusnya percaya kalau jalan hidup tiap orang itu berbeda kan?
(via mbeeer)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
#throwback setahun lalu, hijab trial aku sama mbainu. Mengikuti saran ai sicabai, kita nyoba buat pake hijab sehari full buat lebih meyakinkan hati huehe. Alhasil perjalanan hari itu ke beberapa tempat berujung pada keyakinan untuk dilanjutkanlah pake hijabnya, Alhamdulillah sampe sekarang. Makasih banyak buat duo Ainani Sungkar dan Abi Memet Wisnu yang pada saat itu memantapkan kita berdua buat dilanjutin pake hijabnya. Semoga pertemanan kita till' jannah #yha #amin. Apaqa kita mesti bikin hijap trip atau ikut hijab hunt? Wqwq Wallahualam. Sekian n trims 🙏🏼💫
Sabu Raijua, Flores, NTT, 2016.
So glad that i'm home. In my own bed.
It's very surprising to me that I could talk about things that I normally don't tell to others. Things that usually only exist in my head. 😳😳
Ada ya, orang yang sebegitu jahat hatinya. Bener-bener pengen orang yang dia gak suka itu "menderita". Tapi dia gak sadar, kalo sebenernya dia menyedihkan. Poor you.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Naik ke balkon rumah lantai 2, mendengar sayup-sayup suara shalawat tanda maghrib akan segera tiba, suara burung berkicauan sekaligus suara tertawa anak-anak kecil yang akan ke masjid. Sambil meminum kopi dingin kemasan, dan menyaksikan pelan-pelan langit berubah menguning. Semua hal terjadi bersamaan untuk pertama kalinya. Baru kali ini saya benar-benar menikmati itu semua di beranda ini. 8/365 18.10 WIB
2016 itu..
Gak terasa ya ternyata 2016 udah lewat gitu aja. Bagi saya pribadi, 2016 itu bener-bener tahun yang campur aduk. Ada pencapaian-pencapaian yang berhasil diraih dan juga yang belum dijodohkan untuk diraih.