Mumupung masih dalam suasana lebaran. Maka mari mulai tulisan ini dengan ucapan selamat hari raya idulfitri untukmu dan siapapun nanti yang membaca tulisan ini. Semoga keberkahan dan kebaikan selalu menyertai.
Buatku sendiri, sudah lama idulfitri tidak terasa spesial. Entah kenapa? Apakah karena semakin bertambah usia, membuat idulfitri jadi terasa biasa saja?
Terkadang malah momen lebaran ini menjadi momen yang melelahkan dan menyesakkan. Aku pernah menulis, aku selalu suka idulfitri tapi tidak suka lebaran. Idulfitri itu sederhana, lebaran banyak ritualnya.
Scrolling di media sosial belakangan, ternyata banyak juga yang merasakan hal yang sama, dan kurasa It's ok. tidak semua orang harus merasa bahagia dihari lebaran. Toh juga tidak semua orang puasa saat ramadan.
Semua orang punya pengalaman, cerita, dan perasaannya sendiri tentang lebarannya, dan itu semua valid. it's ok. This too shall pass. you'll be alright. Selamat Lebaran. Enjoy while it last.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Suasana rumah lagi gak enak banget. Aku sama Ibuk lagi perang dingin. Udah beberapa hari ini gak saling ngobrol (Yaaa... Biasanya juga gak sering ngobrol sih). Bener-bener diem-dieman.
Awalnya diawali karena aku marah, ibuk main ambil botol bekas air mineral di kamarku. Jadi Ibuk ini hobi banget koleksi sampah. Segala macem bekas makanan/minuman plastik asal kelihat masih bagus walaupun bekas dan harusnya hanya sekali pakai akan disimpan dan sebisa mungkin dipakai lagi (iyaa... mendukung 3R banget). Tapi jadi bikin rumah berantakan. Rumah ini besar dan seharusnya bisa ada banyak ruang. Hanya saja rumah ini jadi terasa sempit dan berantakan salah satunya yaa... karena hobi ibuk menyimpan sampah itu. Yaa... bayangkan saja, nggak cuma botol bekas atau packaging bekas makanan, buku-bukuku semasa SD pun masih dikoleksinya. Siapapun tidak boleh membuangnya. Pasti akan berakhir ribut jika ada yang berani mencoba membuang. Adekku dulu pernah mencoba memanggil tukang rosok untuk membuang barang-barang itu... dan yaaa tentu saja berakhir ribut.
Aku marah waktu ibu tiba-tiba ngambil botol bekas air mineralku karena mau disimpan dan dikoleksi. Padahal aku niatnya mau membuangnya. Marah yang juga dibalas marah sama ibuk dan akhirnya jadi merembet bahas kemana-mana.
Beberapa hari ini aku dan ibuk gak ngomong dan ibuk lebih banyak beraktifitas di kamar (mungkin karena menghindari ketemu sama aku) jadi ibuk ini sok-sokan menutp pintu kamar dan gak keluar- keluar. Yaaa... sebenernya sih nggak masalah, Kalau emang dia gak ada resiko apa-apa dengan kelakuannya itu. Tapi kan dia itu orang yang berisko. Jadinya itu membuat aku kepikiran.
Hari ini lebih parah karena dari pagi, ibuk gak keluar kamar. Pintunya ditutup terus. Biasanya, walaupun nutup pintu dan lebih banyak beraktifitas di kamar, dia masih keluar-keluar. Ngobrol sama tetangga di luar atau yaaa..siram-siram dan potong-potong tanaman. Yaa.... sebenarnya tadi pagi dia keluar sih. Naik motor kayaknya beli makanan dan sedikit belanja di pasar tumpah dekat rumah. Siang ini juga dia keluar. Cuma jalan kaki. Kayaknya sih cuma beli makanan di warung dekat rumah. Aku sihh.... kepikira kalau dia agak gak enak badan. Tadi pas dia keluar aku masuk ke kamarnya dan aku lihat ada bekas-bekas tissu... Apa dia lagi gak enak badan dan flu ya?
Tapi aku terlalu gengsi untuk nanya dan nyapa dia duluan. Aku sungguh malas. Biarlah untuk sementara biar begini dulu.
Hubunganku sama ibuk ini emang dari dulu nggak baik. Yaaa... bisa dibulang ibuk itu bukan teman baikku. Jadi kalau ada apa-apa aku hampir gak pernah cerita ke dia. Jadi yaaaa...dia bisa dibilang gak kenal sama aku. Misalnya pas aku suka dan dekat sama seseorang, dia juga gak tau. Dan aku emang gak ngasih tau dia sih... Yaaa soalnya aku merasa emang dia bukan orang yang nyaman buat cerita-cerita. Jadi yaaa...kadang aku lebih milih untuk cerita ke teman atau yaaaa... menulis seperti inilah caraku untuk menuangkan perasaan.
Mungkin karena dari kecil aku biasa dibentak dan dimarahi sama dia kali yaaa..... jadinya rasanya kayak gak deket dan gak ada bonding aja gitu sama dia. Males aja gitu kalau harus cerita-cerita ke dia.
Dah lah yaaa... kalau kamu lagi gak enak badan semoga cepet sembuh dan cepet enakan badannya ya Buk. Biar kamu bisa haha hihi ngobrol sama tetangga atau jengjeng beli pecel ke warung tetangga. Biar rumah suasananya agak enak dan gak mencekam.
Sementara sih kondisinya masih tetap diem-dieman. Nggak tau nanti gimana. Yaaa...semoga sih bisa membaik.
Soalnya, tanpa ditambahin masalah sama Ibuk pun masalah hidupku rasanya udah banyak. Masalah kerjaan (yang sampai saat ini aku juga masih struggling buat bisa dapat pekerjaan tetap), masalah insecure, belum lagi masalah jodoh dan percintaan. Buat bertahan dan nggak nyerah sampai hari ini aja aku masih harus terus berjuang. Dengan semua masalahku sendiri. Aku rasanya kayak kehabisan tenaga dan pikiran untuk menghadapi masalah sama Ibuk.
Udahlah yaa....
Kadang,kalau suasana rumah lagi gak enak atau lagi ada masalah kayak gini, rasanya tuh pengen banget bisa punya seseorang yang bisa jadi teman bicara. Bisa dukung aku dan nguatin aku. Sedih rasanya kalau ingat bahwa aku harus menghadapi semua ini sendirian dan gak ada orang yang peduli sama aku.
Aku gak mau nangis. Aku sudah terlalu lelah untuk itu. Aku sudah benar-benar lelah.
Belakangan ini, isu-isu soal insecurity menjadi topik yang banyak yang dibahas di mana-mana. Sebenarnya, menagapa manusia mudah merasa insecure? Menurutku, pada dasarnya manusia memang tidak akan merasa nyaman ketika melihat orang lain berbeda dengan dirinya. Baik berbeda secara fisik, maupun pemikiran. Maka manusia akan cenderung nyaman berkelompok dengan manusia lainnya yang memiliki banyak kesamaan. Di sini akan terbentuk konsep inklusifitas dan ekslusifitas. Orang yang memiliki kesamaaan akan bersatu dan menjadi inklusif (artinya berda dalam satu kelompok) sedangkan orang yang memiliki perbedaan akan menjadi pihak ekslusif (artinya berada diluar kelompok). Adanya rasisme dan diskriminasi yang terjadi dalam kehidupan manusia adalah efek dari proses eklusifisme tersebut. Demikian juga, pada dasarnya diri manusia juga tidak akan merasa nyaman ketika dirinya berbeda dengan lingkungan sekitarnya. Itulah mengapa kita akan cenderung berkeinginan untuk menjadi sama dengan orang-orang di sekitar kita. Ada keinginan untuk menjadi inklusif dan menjadi bagian dalam suatu kelompok. Keinginan untuk menjadi sama dengan orang lain di sekitarnya inilah yang disebut dengan komformitas
Mari kita jelaskan hal ini dalam sebuah contoh kejadian sederhana. Contoh ini dilakukan berdasarkan social experiment Ketika ada seseorang yang berpidato di atas panggung dengan ditonton oleh banyak orang. Awalnya si pembicara memang berbicara tentang hal yang sangat menarik, tapi kemudian ditengah-tengah pidatonya, ia mulai berbicara sembarangan dengan arah pembicaraan yang kacau sehingga hampir semua penonton bingung terhadap apa yang sedang ia bicarakan. Di akhir pidatonya ada dua atau tiga orang (yang sebelumnya memang sudah di-setting untuk memberi tepuk tangan)sangat antusias memberikan standing ovation. Maka apa yang terjadi? Mendadak penonton lain di ruang tersebut juga ikut berdiri memberikan standing ovation bahkan meskipun mereka tidak paham atas apa isi pidato yang disampaikan pembicara. Mengapa orang-orang dalam ruangan itu mau memberikan standing ovation jika memang mereka tidak merasa paham atas pidato yang diberikan pembicara? Jawabannya karena mereka ingin menjadi sama seperti yang lainnya. Akan terasa tidak nyaman bagi seseorang di ruangan tersebut ketika orang-orang lain bertepuk tangan sementara dia tidak melakukannya. Orang terbeut menjadi merasa memiliki keharusan untuk bertepuk tangan meskipun sebenarnya dia tidak ingin melakukannya. Fenomena ini yang disebut dengan peer preasure atau tekanan sosial.
Number Is Power
Mari kita tengok agak jauh ke belakang di jaman manusia masih hidup dengan berburu dan meramu. Di jaman itu, manusia hidup secara berkelompok dan mempertahankan hidup dengan cara berburu di alam liar. Untuk bertahan hidup di alam liar pada masa itu, sangat penting untuk tetap bersama dan menjadi bagian dalam suatu kelompok. Hal ini karena ketika kita sendiri atau tidak berada dalam suatu kelompok, maka kemungkinan kita untuk bisa bertahan hidup akan jauh lebih kecil dibanding jika kita berada dalam suatu kelompok. Tentu saja karena pada masa itu, ketika seseorang sendirian dan tidak bergabung dalam suatu kelompok maka binatang buas akan lebih mudah memangsanya sehingga kemungkinannya untuk bertahan hidup menjadi lebih kecil. Menjadi bagian dari kelompok berarti kita memiliki kekuatan dan memiliki orang-orang yang akan melindugi kita. Semakin besar kelompok, maka semakin besar kekuatan kita. Sebaliknya jika sendirian atau tidak menjadi bagian dari sebuah kelompok maka kita menjadi lemah dan kemungkinan untuk bertahan hidup semakin kecil. Insting itulah yang masih melekat pada diri kita hingga saat ini.
Wajar jika akhirnya manusia ingin selalu menjadi sama dengan orang-orang lain di sekitarnya agar dapat diterima menjadi bagian dalam suatu kelompok. Dengan begitu manusia akan dapat bertahan hidup. Pada dasarnya konformitas atau keinginan untuk menjadi sama dengan orang lain di sekitarnya sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Dengan adanya konformitas ini budaya, tradisi, dan aturan tak tertulis disepakati dan diwariskan. Konformitas ini membuat kehidupan manusia menjadi tertatur.
Insecurity akibat Peer Preasure
Bagai dua sisi mata uang, disamping memiliki manfaat, sebenarnya konformitas dan peer preasure juga menimbulkan efek yang menurutku kurang baik. Masalah yang timbul dari adanya konformitas dan peer presure ini adalah karena pada dasanya manusia itu diciptakan unik dan berbeda-beda. Baik pemikiran, sifat, dan karakternya. Sedangkan dengan adanya konformitas dan peer presure ini, terkadang mau tidak mau manusia harus mengubah dirinya agar menjadi sama dengan orang lain di sekitarnya. Banyak yang akhirnya menjadi kehilangan dirinya sendiri dan merasa disorientasi. Seperti contoh yang dituliskan diatas, banyak penonton yang akhirnya ikut bertepuk tangan diakhir pidato bukan karena benar-benar paham akan isi pidatonya dan ingin bertepuk tangan, melainkan hanya karena orang di sekitarnya bertepuk tangan sehingga ia merasa harus ikut bertepuk tangan juga.
Inilah yang menimbulkan rasa insecurity. Orang merasa tidak aman atau insecure jika berbeda dengan orang lain di sekitarnya. Padahal pada dasarnya memang setiap orang itu unik dan berbeda, tetapi konformitas membuat semua orang menjadi merasa terpaksa untuk menjadi sama. Hal ini tidak menjadi masalah jika tidak membuat seseorang menjadi merasa kehilangan dirinya sendiri. Tetapi jelas akan menjadi masalah ketika seseorang menjadi merasa disorientasi dan kehilangan dirinya sendiri hanya karena ingin menjadi sama dengan orang lain.
Pada akhirnya, diperlukan kesadaran penuh terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar agar kita dapat berimbang dalam bersikap. Sadar bahwa memang pada dasarnya manusia diciptakan berbeda dan unik sebagai individu, sehingga tidak perlu merasa insecure jika memang menemukan bahwa diri kita tidak sama dengan orang lain baik dari sisi pemikiran, gagasan, pemahaman, maupun kondisi fisik. Juga sadar bahwa memang kita harus hidup berdampingan dengan manusia-manusia lain yang juga unik dan berbeda-beda, sehingga diperlukan suatu haluan agar dapat berjalan bersama secara teratur dan tidak menyebabkan kekacauan.
Konformitas dan Peer Preasure diperlukan dalam kehidupan kita dalam porsi dan takaran yang tepat. Konformitas dan Peer Preasure harus diimbangi dengan kesadaran individual difference yaitu kesadaran bahwa setiap individu memang diciptakan berbeda-beda. Keseimbangan antara Konformitas dan individual difference inilah yang harus kita upayakan untuk dicapai agar manusia tidak kehilangan dirinya sendiri sebagai individu dan juga tidak kehilangan bagiannya sebagai bagian dari sebuah kelompok.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Writer! I always want to be a Writer. Iya, dari dulu aku selalu ingin jadi penulis. Aku sangat suka membaca dan menulis. Terlepas dari semua itu, tulisan dan buku sangat banyak menemaniku. Aku, sebagai orang yang introvert dan tidak terlalu suka menghabiskan waktu beramai-ramai dengan orang lain, sangat berterima kasih pada siapa pun yang telah menulis buku. Buku-buku itu, bagiku bisa menjadi sebuah penghibur. Ia juga bisa menjadi temanku. Aku bisa menghabiskan waktu tanpa terasa jika sedang membaca buku yang ceritanya seru. Buku itu, juga membuatku merasa tidak terlalu sendirian dan kesepian. Beberapa buku bahkan juga bisa membuatku kembali punya energi untuk terus melanjutkan hidup.
Aku ingin menjadi penulis. Tidak muluk-muluk. Aku cuma ingin agar suatu saat tulisanku bisa hadir menemani banyak orang. Jika aku tidak bisa secara fisik hadir untuk menemani dan menghibur mereka, aku berharap tulisanku bisa sampai kepada mereka. Menjadi teman bagi mereka yang mungkin sedang merasa sendirian. Menjadi penghibur bagi mereka yang mungkin sedang bersedih. Aku sangat tahu bagaimana rasanya sendiri dan kesepian. Aku tahu bagaimana rasanya sangat kehabisan energi bahkan hingga merasa enggan untuk melanjutkan kehidupan, merasa bosan dengan dunia yang memuakkan. Aku mungkin tidak punya banyak kemampuan untuk bisa membantu mereka yang sedang mengalami dan berada dalam kondisi itu. Maka aku berharap dengan tulisanku, aku bisa sedikit menghibur mereka, menemani mereka, bahkan sangat bersyukur jika sampai tulisanku bisa memberikan mereka energi baru bagi mereka walau hanya sepercik, agar mereka bisa kembali memiliki kekuatan untuk melanjutkan kehidupan yang kadang memang tidak mudah menjalaninya.
Aku ingin menjadi penulis agar aku bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Semoga akan segera terbuka jalanku untuk bisa menjadi penulis.
Hari ini rasanya sedih banget. Nggak tau kenapa sih. Cuma tadi di kantor ada kejadian yg bikin nggak enak. Jadi gara-gara kemarin tiba-tiba ada teman yang mendadak pindah,terus tadi hawa di kantor jadi nggak enak. Ini sebenernya bukan kejadian pertama, sih ada yang pindahan gini. Jadi, setahun ini udah ada dua orang yang pindah dari sini. Dan keduanya perginya emang secara mendadak. Sebenernya sih awalnya keadaan kantor biasa aja. Kemudian kejadian nggak enak dimulai ketika “Si Orang itu” bertanya
“Lha, kamu gimana. Ada rencana mau pindah juga?”
“Aku belum tau….. Sejauh ini sih masih cukup baik... Nggak tau nanti kalau ada kesempatan”
“Lhoh! ya kita nggak mau kayak gitu! Kita udah beberapa kali kayak gini (maksudnya ada yang masuk dan keluar mendadak). Dulu kan janjinya cuma kalau keterima CPNS”
“…….....” Aku cuma diam
“Kalau emang mau pindah, biar sekalian diganti RKA nya “
“………” Aku masih diam
“Eh, jangan dipaksa jawab sekarang gitu dong, biar besok aja. Biar dia mikir dulu” Kata seorang yang lain
“Ya, nggak bisa. Biar dijawab sekarang sekalian. Gimana?”
“ Yaa…so far so good, kok” akhirnya itu aja jawabku.
aku yang sebenernya nggak ada rencana dan nggak kepikiran apa-apa kaget dan bingung ditanyain begitu. Iya, ini memang bukan pekerjaan yang bener-bener mau kupertahankan selamanya di sini. Pengen cari hal yang lebih baik dan pengen berkembang itu pasti. Tapi jujur saja, sampai saat ini aku belum terpikirkan langkah apa yang ingin kuambil. Aku memang sering menjalani hidup dengan mengalir. Ketika ada timing yang tepat dan memang ada kesempatan maka mengapa tidak aku mengambil kesempatan itu. Maka ketika aku ditanya pertanyaan seperti itu rasanya jadi sangat tidak nyaman. Ditambah “Si Orang” itu bertanya dengan nada yang tidak mengenakan, jadi seolah kesan yang kutangkap seperti aku tidak diinginkan dan diusir dari sini. Ya, mungkin itu hanya perasaanku saja, baper. Tapi itu benar-benar membuat aku merasa tidak nyaman.
Aku tahu kerja di sini dari sisi gaji dan pendapatan sudah cukup buat aku. Di sini juga ada teman-teman yang menyenangkan. Hanya saja, memang tekanan dari seorang rekan kerja sebut saja dia “Si Orang itu” membuatku menjadi sering merasa tidak nyaman. Cara bicara yang tidak mengenakan, cara memerintah (aku gak suka diperintah-perintah) yang juga sangat menyebalkan, juga perkataan yang sering menyakitkan sering membuatku tertekan. Ditambah melihat teman-teman yang keluar dari sini dan mendapatkan kerja yang kelihatannya lebih bagus membuatku jadi semakin tertekan. Aku merasa jadi tidak berguna. Merasa tidak bisa apa-apa. Merasa semua pekerjaanku tidak penting. Aku tahu, tak seharusnya aku punya pikiran seperti itu. Pun tidak seharusnya aku membandingkan diriku dengan orang lain, termasuk temanku yang sudah keluar dan dapat pekerjaan lain yang tampak lebih baik. Karena setiap orang punya jalannya masing-masing. Yang kelihatan baik bagi orang lain ,belum tentu membuatku bahagia ketika aku mendapatkan hal yang sama. Qona’ah,menerima dan mencukupkan mungkin bisa jadi jalan terbaik. Bukan berarti kemudian pasrah tanpa usaha perbaikan, tapi memang harus berjuang dan berserah pada kadar yang tepat. PR dan janji untuk terus berproses lebih menghargai dan menyanyangi diri sendiri juga masih harus terus diperjuangkan dan diupayakan. Semoga rezeki,kebaikan, dan keberkahan senantiasa mendatangiku. Aaamiin..
Akhirnya, kekumpul juga niat dan mood untuk menulis recap tahun 2020. Banyak orang yang bilang bahwa tahun 2020 adalah tahun yang cukup berat dan menantang. Ya, karena memang banyak hal yang sudah terjadi di tahun 2020 ini. Terutama karena ada pandemi covid-19 yang bikin heboh orang sedunia. Dari yang awalnya kelihatan sangat jauh dan nggak mungkin sampai kejadian di Indonesia, sampai akhirnya ternyata ada juga teman sekantor yang positif. Pandemi ini juga bikin semua orang punya kebiasaan baru buat pakai makser kemana-mana dan nggak ngumpul-ngumpul yang nggak perlu. Aku sendiri sempat ngalami hampir satu sengah bulan bener-bener cuma dirumah aja waktu awal pendemi ini heboh di Indonesia.
Gimana dengan 2020ku secara personal? Ini recap-nya seingatku.
Januari 2020
Januari tahun ini sempat pergi ke Jakarta karena ada verifikasi untuk proyek PTSL sama teman. Senang karena bisa sedikit escape dari rutinitas kantor. Dan juga akhirnya bisa naik pesawat –gratis – setelah sekian lama gak terbang. Oh, ya kayaknya ini pertama kalinya aku naik pesawat dari Bandara Halim Perdana Kusuma (HLP), karena biasanya kalau naik pesawat dari dan ke Jakarta selalu dari Soekarno Hatta (CGK). Pengalaman baru.
Bulan Januari ini aku bener-bener banyak ngabisin waktu buat belajar persiapan Tes CPNS. Iya, tahun ini aku nyoba lagi ikut Tes CPNS dan daftar formasi di LAPAN. Jadi bulan Januari ini memang paling sibuk buat latihan soal-soal. Beruntung ada banyak teman yang asyik buat belajar bareng. Jadi aku bisa belajar bareng-bareng mereka tiap selesai jam pulang kerja. Apalagi juga sering di support sama Bu Maria yang sering ngasih kita makanan atau jajanan setiap kita lagi pada belajar. Ini seru sih. Glad to have you here Fellas.
Februari 2020
Bulan Februari awal, ternyata aku baru inget kalau aku bisa beli LM lagi. Lumayan, nambah portofolio aset. Kalau kata orang Emas emang Safe Heaven. Jadi ya kurasa gak ada salahnya investasi di emas.
Februari akhir, akhirnya kembali ke Jakarta. Kali ini untuk tes CPNS – walaupun akhirnya nggak lolos - . Lumayan bisa escape dari kantor lagi. Kali ini aku booking hotel yang cukup comfortable dan affordable banget. Hotelnya di daerah deket Velodrome Jakarta. Sumpah nyaman banget viewnya juga bagus. Worth it banget lah. Jadi secara staycation. Sempat ketemuan sama Dita dan Mas Yanuar juga di Jakarta karena sejak lahhiran anaknya, aku belum pernah nengok, akhirnya bisa negeokin juga. Happy banget karena sempat jalan-jalan sama Dita dan Mas Yanuar di Jakarta. Ngerasain naik MRT buat pertama kali, main dan makan di di Blok M. Senenglah pokoknya. Ini perjalanan naik kerta api dan pesawatku yang terakhir di tahun ini, karena sehari setelah aku pulang dari sana, pemerintah mengumumkan kasus covid pertama di Indonesia dan sejak itu semuanya jadi berubah.
Maret 2020
Tiba-tiba ada seorang cowo yang deketin aku. Dia mulai ngajakin chat karena ibunya dan bapakku bersekongkol mau ngenalin kami. Ya, sebenarnya kami udah saling kenal kok, kami teman dari kecil cuma udah lama banget gak pernah kontak-kontakan ataupun ketemuan. Dia tetanggaku yang rumahnya cuma beda satu gang doang dari rumahku. Aku sih sebenernya gak keberatan kok dijodihin sama dia –soalnya dari kecil dia emang udah cakep secara tampilan fisik-, tapi ya, kasihan aja kalau dia jadi ngerasa terpaksa harus kenal dan dekat sama aku cuma karena tuntutan orang tua. Akhirnya, kami cuma sempat chattingan selama kurang lebih 2-3 minggu. Selanjutnya, dia menghilang setelah sebelumnya aku mencoba mengonfirmasi dengan tanya apakah dia memang niat menghubungi aku karena mau kenal atau hanya karena mau menuruti orang tua saja dan dia menjawab bahwa dia menghubungiku karena dapat nomerku dari ibunya dan disuruh oleh ibunya untuk coba menghubungiku dan berkenalan. Yasudah, segala yang dipaksakan tidak akan baik hasilnya,kan. Mungkin memang lebih baik untuk melepaskan.
April 2020.
Pertama kali ngerasain Ramadhan di tengah kondisi Pandemi. Rasanya bener-bener beda dari Ramadhan sebelumnya. Gak ada Shalat tarawih jamaah, Gak ada kumpul-kumpul buat bukber, Gak ada ikutan kajian sore menjelang buka juga berburu Takjil di masjid kayak Ramadhan sebelumnya. Semua kajian diganti via online baik live youtube, instagram, maupun zoom. Ada bagusnya juga, karena aku yang ada di sini jadi masih bisa juga ikutan kajian dari masjid yang ada di Jogja. Pokoknya Ramadan ini bener-berner beda. Aku sendiri jadi belajar makna Ramadhan yang sebenarnya. Bener-bener bisa fokus ibadah. Bukan sibuk ngumpul-ngumpul dan bukber sana-sini yang kadang malah bikin lupa buat ibadah karena keasyikan haha hihi sama teman.
Mei 2020
Ngerasain lebaran di tengah pandemi. Nggak balik ke rumah pas lebaran itu sesuatu yang baru banget sih buat aku. Sungkeman lewat video call, canggung. Hal baiknya sih punya teman-teman kantor yang cukup perhatian. Mereka tahu, aku nggak pulang pas lebaran, makanya mereka tanpa sepengetahuanku nyiapin hampers lebaran. Isinya macem-macem: opor ayam, rendang, kering kencang balado, sambel pecel, juga jajanan. Thanks fellas. You’re the best. Sekali lagi pelajaran yang aku dapatkan bahwa ternyata, keluarga bukan cuma masalah darah, ini masalah hati. Sometimes water thicker than blood. Aku merasa diperhatikan dan punya keluarga di sini walaupun bukan selalu karena ikatan darah.
Juni 2020
Harus pisah sama seorang Team Mate di kantor. Dia aplly kerjaan lain di pusat. Ya, memang lebih banyak peluang buat berkembang kalau di pusat sih. Bener- bener ngerasa belum siap banget buat pisah sama dia, karena selama ini ngerjain apa-apa selalu bareng dia. Kalau bingung apa-apa selalu tanya ke dia. Ngerasa udah cocok dan deket banget sama dia. Tapi ya, this is life. People come and go, dan sering kali nggak pakai nanya dulu apa kita udah siap atau belum. It just happens. Sempat nangis juga di hari dia bilang mau pamit. Pada akhirnya memang aku harus belajar mandiri dan nggak bergantung sama orang lain.
Juli 2020
Nggak terlalu banyak hal yang terjadi, hanya di bulan ini, satu karyawan baru masuk menggantikan posisi teman yang baru keluar kemarin. Kembali aku harus melakukan adaptasi. Membangun chemsitry dan bonding lagi. Syukurnya, semua berjalan lancar. Dia orang yang cukup baik untuk diajak bekerja bersama. Yoroshiku onengaeshimasu.
Agustus 2020
My month. Akhirnya resmi berkepala tiga. Umur yang bagi sebagian orang adalah saat puncak galau-galaunya. Bersyukur masih diberi waktu hiduup sampai saat ini. Walau kadang sering bingung bagaimana cara menjalaninya. Bisa hidup dan bertahan sampai saat ini saja sudah sebuah berkah.
September 2020
Karena kelamaan rebahan di kamar selama WFH makanya jadi sering browsing dan buka- buka internet. Salah satu yang paling sering aku buka adalah video youtube tentang financial planning. Iya, karena banyak waktu luang selama pandemi, aku jadi agak belajar soal financial planning. Kadang bisa sampai dua jam langsung kuhabiskan untuk menonton berbagai video tentang teori financial planning. Dan di bulan September ini mulai untuk mencoba praktik berinvestasi di reksadana. Awalnya memang agak susah karena banyak sekali istilah baru yang yang harus dipelajari. Juga harus membaca dan mempelajari fund fact sheet dan Prospektus dari masing-masing Manager Investasi. Akhirnya dengan sedikit pengetahuan dan sambil masih terus belajar, aku mulai terjun ke dunia pasar bursa. Mulai dengan membeli RDPU sebagai latihan. Dilanjutkan ke RDO dan RDS di bulan berikutnya. Harapannya bisa konsisten untuk menabung. Sampai di akhir tahun ini, ternyata keuntungannya cukup lumayan. Jadi berinvestasi adalah salah satu keputusan baik yang kuambil di tahun 2020.
Oktober 2020
Sebuah keputusan besar kuambil pada bulan ini. Akhirnya aku memutuskan untuk berkonsultasi dengan seorang psikolog. Deg-degan, nerveous, gak karuan rasanya pengalaman pertama konsultasi sama psikolog ini. Apalagi aku bukan tipe orang yang gampang cerita atau ngumbar derita ke sana-sini. Kebiasaan kalau ada masalah apa-apa selaluu dipendam sendiri. Paling-paling kalau udah mentok dilampiaskan lewat tulisan. Tapi ini bener-bener pengalaman yang sangat berkesan. Ternyata konseling dengan psikolog bisa menyenangkan juga. Buat aku sih, sebagai ajang latihan buat bisa lebih terbuka aja sama orang lain. Ya, syukurnya aku ketemu sama psikolog yang cukup nyaman dan komunikatif. Jadi ya, pengalaman konsul pertamku dengan psikolog jadi menyenangkan. Perasaan ragu dan deg-degan masih tetap ada walaupun sudah sampai empat kali konsultasi di beberapa bulan selanjutnya. Tapi aku nggak menyesal sama seklai kok dengan keputusanku yang satu ini. Ya, konsul ke psikolog juga adalah salah satu keputusan baik lainnya yang kuambil tahun ini. Aku beneran banyak belajar dan diskusi sih, sama psikologku. Salah satunya belajar untuk lebih menghargai dan menyayangi diri sendiri. Karena ya memang selama ini aku sering nggak menghargai diri sendiri, padahal udah berjuang dan ngelakuin banyak hal, tapi aku nggak bersyukur dan menghargai itu. Makanya aku diingetin untuk lebih peduli sama diri sendiri juga, bukan cuma peduli sama orang lain. Masih berproses sampai sekarang, karena nggak ada yang instan dan semuanya butuh proses. Dan sekarang aku lebih menikmati proses itu. Intinya, aku benar-benar merasa terbantu dengan semua ini. No regrets.
November 2020
Pertama kalinya ngrasain tracking naik gunung. Sebenernya bukan guung sih, cuma bukit kok. Bukit Sikunir. Naik sampai puncaknya pun cuma butuh waktu sekitar setengah jam. Tapi Pemandangannya di atasitu bener-bener keren. Ini pengalaman pertamaku lihat sunrise dari atas bukit. Dan beneran keren banget. Ya, walaupun waktu perjalanan naiknya agak ngerepotin teman karena aku nggak kuat jalan di track yang nanjak. Tapi akhirnya,sampai juga di puncak dan bisa lihat sunrise. This is one of my great experience this year. Akhirnya, setelah lebih dari setahun tinggal di sini, baru kali ini bisa jalan-jalan ke Sikunir dan sekitarnya. Padahal sebenernya jaraknya dekat. Naik motor setengah jam juga samapai kok ke kawasan wisata ini. Cuma nggak pernah sempat dan nggak pernah nyemaptin diri aja. Thanks friends. Selanjutnya kalau pandemi udah beres, aku pengen jalan-jalan lagi ke tempat yang lain. Mungkin Bromo boleh juga.
Desember 2020
Ah, akhirnya sampai juga di penghujung tahun ini. Banyak banget pengalaman dan pelajaran yang aku dapatkan selama tahun ini. Semuanya berharga. Aku nggak pernah nulis sedetil ini recap tahunan, biasnya sih Cuma bikin tulisan singkat sebagai catatan akhir tahun, tapi karena belakangan aku sering menulis catatan harian buat tracking pribadiku, jadi ya sekalian aja bikin recap tahunan yang agak lebih detil. 2020 benar-benar istimewa. Annus Mirabilis (The Year of Wonder) kalau kata John Dryden. Sangat bersyukur karena bisa melewati tahun ini dengan segala lika-likunya. Semoga tahun depan bisa lebih banyak hal baik lagi. Thank you 2020. Welcome 2021
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Malam itu adalah sesi konsultasiku dengan psikolog. Aku lupa itu sesi keberapa. Yang jelas bukan sesi pertama. Malam itu melalaui telpon aku berbincang dengan psikologku. Aku menceritakan berbagai hal yang aku rasakan. Iya, akhirnya setelah pertimbangan dan kebimbangan yang panjang, aku berani mengambil keputusan untuk mulai berkonsultasi dengan psikolog. Entah salah atau benar keputusan yang kubuat ini, tapi, yah… setidaknya aku berani untuk berusaha mengambil sebuah langkah saat aku merasa ada sesuatu yang tidak nyaman dan tidak beres pada diriku dibandingkan hanya sekadar diam tanpa berusaha mencari solusi.
Bukan keputusan yang mudah bagiku untuk akhirnya memutuskan berani mengambil sesi konsultasi dengan psikolog. Sempat muncul perasaan bahwa, mungkin aku tidak sebegitu perlunya untuk mengambil sesi konsultasi dengan psikolog. Toh, masalahku tidak seberat dan seserius itu. Lemah sekali rasanya kalau hanya dengan masalah seperti ini saja aku harus konsultasi dengan psikolog. Aku juga tidak terbiasa cerita dengan terbuka pada orang, maka bagiku ini adalah sebuah tantangan.
Malam itu aku mulai menceritakan tentang kondisiku, masalah yang aku hadapi, juga tentang kondisi di rumah. Sebenarnya sebagian dari masalah-masalah itu sudah kutuliskan di blogku. Selama ini blog memang media yang menurutku cukup nyaman dimana aku bisa menuliskan berbagai perasaanku dengan jujur. Yah, singkatnya blog ini semacam media kontemplasiku. Justru keputusanku untuk akhirnya berani konsultasi dengan psikolog aku ambil karena aku melihat tulisan diblogku yang semakin lama semakin suram dan negatif.
Satu hal yang aku dapat dari hasil ngobrol dan disksiku dengan psikologku, bahwa memang kadang ada kalanya kita harus sadar diri dan tahu batas kemampuan kita. Jika kita memang tidak mampu dan tidak punya sumberdaya untuk mengatasi sesuatu masalah sendirian, maka ada baiknya kita dan mengakui itu. Menyadari dan mengakui ketidakmampuan diri ini memang bukan perkara yang mudah. Karena di titik ini biasanaya kita akan menjadi merasa sangat lemah, tidak berdaya. Dan tentu saja itu tidak nyaman. Ya, karena semua orang tentu ingin terlihat kuat dan capable dalam hidup ini. Tapi kenyataannya, manusia memang punya banyak kelemahan dan ketidakmampuan. Mengingkari hal ini justru akan membuat kita semakin stress. Sebaliknya, mengakui kelemahan kita, untuk kemudian berusaha mencari pertolongan untuk mengatasi masalah itu justru mungkin bisa menjadi solusi.
Jika suatu masalah sudah terlalu menjadi beban yang rumit, dan seolah tidak ada ujung pangkal penyelesaiannya, mungkin ada baiknya kita untuk “meletakkan gelas”. Jika diibaratkan masalah itu seperti beban, walaupun hanya seberat segelas air, namun jika kita menahan beban itu dalam waktu yang lama, maka yang terjadi tangan kita bisa capek, kram, kesemutan, bahkan mati rasa. Di kondisi itulah aku berada. Masalah yang sudah terlalu lama terjadi tanpa ada solusi, akhirnya membuatku menjadi kelelahan, bahkan nyaris mati rasa dan apatis.
Aku kemudian diingatkan untuk sadar mengakui dan mengukur kemampuan diri. Aku diingatkan untuk “meletakkan gelasku” dan tidak memaksakan diri jika memang itu sudah terasa terlalu berat membebani . Bukan berarti menyerah, tapi memaksakan diri pada saat kita sebenarnya tidak mampu dan tidak memiliki sumberdaya yang cukup, pada akhirnya justru tidak akan membawa perbaikan apapun. Maka, cara yang lebih baik adalah tidak terus berfokus pada masalah yang ada tapi pada seberapa dan apa yang kita bisa lakukan untuk mengatasi masalah itu. Ya, masalah itu mungkin akan tetap ada dan memang akan tetap seperti itu adanya. Tapi kita bisa mengalihkan fokus pada diri kita sendiri, menguatkan diri kita sendiri dari dalam dan mencari sumberdaya yang cukup untuk bertahan dan menghadapi masalah yang ada. Mengubah dan memiliki cara pandang yang berbeda terhadap masalah yang sama.
Pada akhirnya, apakah aku merasa menyesal dengan keputusanku untuk berdiskusi dengan psikolog? Tentu tidak. Aku sangat suka berdiskusi. Punya referensi dan cara pandang lain terhadap suatu masalah bukanlah hal yang buruk. Hal itu justru memperkayaku. Bahkan kadang pandangan orang yang berada “di luar kotak” justru kita butuhkan karena ia lebih bersifat netral dan obyektif. Mungkin keputusanku untuk mulai berkonsultasi dengan psikolog bukan keputusan terbaik yang bisa kuambil karena mungkin masih ada hal lain yang lebih baik untuk kulakukan. Tapi yang jelas aku sama sekali tidak menyesali keputusanku. Dan itu, sudah cukup bagiku. Sejujurnya, aku malah merasa kangen untuk mengobrol dan diskusi lagi dengan psikologku. Ini adalah salah satu proses yang cukup penting dan cukup memorable dalam hidupku, karena ini adalah pengalaman pertamaku berdiskusi dan berkonsultasi dengan psikolog. And it was a nice experience
Hai Aku…. Cieee… udah 30 nih yee tahun ini. Selamat Yaa.. Iya, tau aku telat ngucapin selamatnya. Harusnya dua bulan lalu sih yaa ngucapinnya.... Tapi gapapa lah yaa..hihhi. Sebenernya udah ada niat pengen nulis beginian sejak dua bulan lalu juga. Secara dulu pas 20 juga sempat bikin tulisan singkat di blog. Biar jadi kayak semacam 10 years challenge- challenge-an yang viral gitu lahh…wkwkwk.. Tapi ya,akhirnya baru sempat nulis beginian sekarang.
So, gimana rasanya jadi kepala 3? Asyikah? Pusingkah? Bingungkah? Wkwkwk,,campur aduk gak karuan yaa rasanya? Hehehe. Yang jelas diumur sekarang kamu udah gak harus dikejar-kejar lagi sama skripsi atau tesis. Yang beberapa tahun lalu sempat jadi beban. Bahkan sampai males banget nyebut namanya. Udah kayak semacam Lord Voldemord – Dia yang namanya tidak boleh disebut-. Karena setiap kali nyebut tesis atau skripsi langsung kebayang deh stressnya…wkwkwk. Juga udah gak dikejar lagi pertanyaan “kapan lulus?” kan?
Ternyata bisa juga kan kamu nyelesaiin itu skipsi dan tesis. Ya…walau gimanapun hasilnya. Itu sudah yang terbaik yang pernah kamu bikin. Karena sebaik-baik Skripsi atau Tesis adalah yang berhasil diselesaikan….Lagipula ujian skripsi dan tesis yang sebenernya bukan soal substansinya kok. Ujiannya itu ada pada seberapa bisa kamu bertanggung jawab untuk nyelesaiin apa yang sudah kamu mulai. Dan sejauh ini kamu cukup berhasil.
Kadang aku tuh bingung tau sama kamu. Kamu nih kok betah banget sih ngerjain sesuatu yang sebenernya gak kamu suka. Udah tau dari SD gak jago matematika, dari SMP gak pinter fisika. Eh, di SMA malah ambil IPA. Yaa.. emang sih yaa, dulu jaman SMA rasanya kalau gak IPA berarti gak keren, gak jago dan payah. Pokoknya Aku IPA Maka Aku Ada deh yaa… Hahaha. Ya walaupun akhirnya dua tahun di IPA selalu remidi tiap ulangan matematika dan fisika tapi toh akhirnya kamu berhasil lulus juga. Walau UN nilainya pas-pasan asal cukup syarat untuk lulus tapi bisa juga masuk kuliah dan diterima di dua Universitas Negeri dan kamu dipersilakan untuk memilih.
Memulai selalu lebih gampang daripada menyelesaikan. Mulai kuliah memang asyik dan menyenangkan tapi nyelesaiinnya gak segampang itu juga kan… walaupun selama kuliah rata-rata nilai bagus tapi ternyata menerapkan semua yang kamu pelajari selama kuliah menjadi suatu penelitian itu gak gampang. Terbukti kamu kewalahan juga ngerjainnya. Tapi seperti yang aku bilang tadi kamu tuh kok betah banget ngerjain sesuatu yang kamu gak suka. Pun begitu pula waktu kamu memilih untuk melanjutkan sekolah. Lagi-lagi kamu berbetah-betah mengerjakan sesuatu yang mungkin sebenernya kamu gak suka. Entah mungkin karena kamu takut ambil resiko atau gimana. Ya..sih, gak ada yang jamin kalau kamu ngerjain yang lain atau ambil pilihan yang lain waktu itu, kamu akan jadi lebih baik dari sekarang. It’s OK… pilihan kamu untuk masuk IPA, milih jurusan di Universitas, bahkan pilihan kamu untuk lanjut sekolah lagi juga gak buruk- buruk amat kok. Toh kamu gak melakukan sesuatu yang melanggar hukum negara ataupun agama. Lagipula, walau pun dibilang kamu gak suka sama hal-hal itu, tapi hasilnya bagus-bagus juga. Tapi kamu pernah bayangin gak sih kalau seandainya kamu ngerjain semua itu bukan hanya untuk ngejar Aku Ada, atau sekedar memenuhi tanggung jawab, pasti semuanya lebih berasa feelnya. Lebih hidup gitu. Gak kayak robot. Dan pastinya bakalan lebih asyik juga ngerjainnya. Kamu ngerjain banyak hal yang kamu gak suka aja bisa sekeren ini. Pasti bakal keren banget kalau kamu bisa ngerjain yang bener-bener kamu suka.
Aku, kamu tuh gak harus loh jadi Aku yang serba bisa. Kamu tuh gapapa loh kalau mau jadi Aku yang biasa-biasa aja. Kamu tuh gapapa loh kalau emang gak bisa ngerjain semua-muanya. Kamu tetap Aku yang keren kok, walaupun gak serba bisa dan gak bisa ngerjain semua-muanya. Karena kamu ciptaan Tuhan yang sempurna. Tuhan kan gak menciptakan sesuatu dengan sia-sia.
Aku, pastinya karena kamu masih dikasih hidup dan masih dikasih umur sampai detik ini berarti masih ada yang harus kamu lakukan di dunia ini. Kalau sekarang kamu belum ngerti itu apa, gapapa kok. Pelan-pelan aja. Itu memang bukan proses yang gampang. Bisa jadi prosesnya bakal makan waktu seumur hidup juga. Pun kalau akhirnya kamu tetap gak nemu juga gapapa, yang penting kamu selalu berproses.
Aku, Abis ini –Hmm…kayaknya udah mulai sih-- pertanyaan “kapan lulus?” akan berganti jadi pertanyaan “kapan nikah?”. Aku cuma mau pesan satu hal. Nanti kalau kamu memutuskan untuk menikah dengan seseorang putuskan dengan tenang yaa…tanya yang jujur sama dirimu sendiri kenapa kamu mau ngelakuin itu. Supaya kamu bisa melakukannya dengan sepenuh hati supaya lebih berasa Benar-bener hidup. Gak kayak robot. Seperti kamu ngejalanin pilihanmu sebelum-sebelumnya. Aku tahu, kamu bisa bertahan pada hal-hal yang tidak kamu sukai, dan kamu masih sangat butuh kemampuan itu. Tapi untuk kali ini tolong lakukan dengan sepenuh hati yaa...
Aku, aku Cuma mau bilang makasih karena kamu udah jadi Aku yang kuat dan gak gampang nyerah selama ini. Makasih ya udah mau menolong dirimu sendiri sampai sejauh ini. Makasih juga udah selalu bisa diandalkan ketika gak ada seorang pun yang bisa diandalkan buat nyelesaiin semua masalah yang aku hadapi. Makasih karena kamu masih mau terus berusaha bergerak dan bertahan sampai detik ini walaupun aku tau itu nggak gampang. Terima Kasih juga karena udah selalu jadi anak baik yang gak neko-neko selama 30 tahun ini. Sekali lagi selamat menempuh kepala tiga, Aku. Semoga tambah berkah dan bahagia :D
Belakangan ini aku merasa hidup dan hatiku sangat kosong... (Ah, mungkin karena imanku sedang turun. Maklum sudah lumayan lama gak ikut dan datang ke kajian)
Rasanya belakangan ini aku sering bersedih. Hal yang paling sering membuatku bersedih ya, tentu saja masih masalah tentang menikah. Rasanya kalau ingat tentang hal itu selalu membuat aku sedih. Yaa...gimana ya.. aku tahu setiap orang punya timeline dan waktu sendiri. Gak pernah terlalu cepat ataupun terlambat. Tapi ya gimana yaa perasaan sedih itu tak terhindarkan saat melihat teman menikah atau pamer foto anaknya.
Rasanya aku juga ingin seperti mereka. Bisa menikah dan punya keuarga yang saling mendukung dan saling setia. Tapi di sisi lain aku juga bingung harus gimana untuk bisa menikah.
Aku sudah pernah mencoba beberapa cara...yaa kata orang kalau mau sesuatu harus berusaha, kan..
Pernah mencoba mencari jodoh lewat setipe. Semacam aplikasi/sosial media untuk saling berkenalan dan mencari pasangan. Tapi ketemu dengan orang yang aku nggak sreg. Lulusan SMA, belum mapan berpenghasilan. Bukannya matre atau apa, tapi aku pasti bakal sangat kesulitan untuk mengajukan dia ke orang tuaku. Pasti susah juga buat ortuku menerima dia. Membuatku jadi gak yakin, jadi tidak kulanjutkan
Pernah juga coba dikenalkan sama seorang teman. Dia orangnya baik. Tapi lagi-lagi aku belum juga merasa yakin.
Pernah ikutan acara semacam cari jodoh gitu. Eh ternyata pas datang ke acaranya, isinya kebanyakan kakek/nenek yang mau cari istri/suami lagi karena istri/suaminya udah meninggal ataupun cerai. Ada satu orang yang sempet deketin aku. Perjaka sih, sudah sangat amat cukup berumur. Eh taunya cuma mau dijadikan target jualan barang MLM nya...
Sempat juga ngasih semacam biodata taaruf ke temen, eh pas mau dikasih biodataku, ternyata cowoknya keberatan dan gak siap taaruf. Yaa...karena emang mungkin dia gak familiar dengan cara taaruf dan bertukar biodata seperti ini.
Sungguh aku rasanya lelaaaaahhh sekali. Kalau aku boleh menyerah rasanya aku pengen sekali menyerah sekarang. Udah lelah dengan hidupku yang serasa gak ada arah tujuan.
Tapi gimana pun aku tau, aku masih diberikan waktu untuk menjalani kehidupan, artinya aku masih harus menjalankan misi/tugas kehidupan. Aku sendiri juga gak tau sebenarnya apa tugas dan misi itu.
Sekarang yang bisa kulakukan hanya menjalankan kehidupan semampuku, setahuku. Ya, hanya itu saat ini yang bisa kulakukan. Semoga aku bisa menjalankan misi kehidupanku dan semua akan menjadi lebih baik.
Lately, I feel really bad about my life. Yeah...I just think everything goes so wrong in my life recently.
I cry almost every night. Even this afternoon i cried while I rode my motorcycle. Yeahh..I feel really bad about my life.
What makes me feel bad about my life? let’s make a short list of things that make me feel bad about my life. May be it will make me easier to “track” what I have and what should i do.
1. Marriage.
Ya. I really want. And may be really need to get married. But..i still don’t know how to get it. I don’t know what should I do. Well....for now, I just can try my best. try to be a better person each day. It said that a good woman is for good man, and good man is for good woman. Bad woman is for bad man and bad man is for bad woman.
I want to be with a good man so i’ll try my best to be a good woman too. I hope will meet a good man to be my husband, my partner, my friend. To whom I can Share all of my story, my life, my experience, my happiness, my sadness, my fear, my proud.
2. Work
I really don’t like my recent job. I want to quit this job. But i fell some fear. I don’t want to be jobless. I know i should not feel like that. I should not feel worry about money. Cause money is not everything. Yeah.. i know. The only thing I fear if i am jobless is my parent’s “nyinyir” they will ask me “what do you do for living?” or “what is your activity now?” and some other questions that i don’t like to hear. For now, I still trying to search some job. Hoping I will get a better job.
3. Family
I feel not really comfortable with my family. I just can’t trust my family. Especially my mom and dad. I have some issue with them. I know i should have forgive them for whatever they have done. Because, however, they are my parents and i have to forgive them. but i don’t know. i just can’t trust them right now. may be slowly i will try to trust them. Not for all of the things in my life, but may be i cant try to to trust them for some some part of my life.
Hmmm.....i thing i have some other else thing to be written in this list. but... I think it’s enough for know cause i don’t know what else to write.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Lhahh...ternyata Gak cuma dunia nyata yg sempit. Dunia Maya juga sempit. Aku ngefollow orang diTumblr ternyata org tersebut ngefollow sepupuku di Tumblr....
Aku bukan termasuk orang yang suka sama tipe tulisannya sepupuku sih. Tapi mungkin aku harus mengakui kalau kemampuan menulis sepupuku cukup bagus (bagi orang-orang yang sepemikiran dan selingkungan dengannya)
Hmmm...aku cuma lagi pengen nulis aja. Tentang perasaanku saat ini. Jadi sebenernya, aku lagi bingung. Karena aku sudah muali diterima bekerja di SMK. Tapi ya gitu... aku kok rasanya gak terlalu suka. Bukan apa-apa sih cuma dari awal aku memang kurang suka mengajar. Entah JAdi dosen ataupun guru. aku tetap gak suka itu.
Tapi yaa..Let’s see deh. kita lihat nanti gimana. Kalau emang gak cocok yaudah aku bisa keluar kapan aja sih..