Dibalut gaun merah muda, seperti biasa Wafiqah selalu terlihat cantik, bahkan sangat cantik dan anggun pada hari itu. Acara yang begitu sederhana, yang hanya dihadiri oleh beberapa teman di Australia sana, mitsaqan ghalidza terucap antara Bang Izzi dan Wafi. Begitu bahagia wajah kedua pengantin ini, meski kuhanya melihat dari layar dari tayangan LIVE Instagram.
Setelah kumenangis seminggu sebelumnya saat mendengar kabar pernikahan ini, percayalah itu tangisan bahagia namun tak percaya. Bagaimana bisa Wafiqah, temanku yang paling manja, yang selalu pilih-pilih saat makan, yang dulu menangis tersedu-sedu saat TPB karena nilai Kimia Dasar, akan mengarungi fase hidup baru sebagai seorang istri.
Kubahkan mengatur agenda rapat kerja kantorku agar aku bisa hadir di acara pernikahan orang spesialku ini yang kebetulan jadwalnya sama. Bersyukur diberikan wewenang mengatur jadwal kantor âī¸ Begitupun meminta izin keluar kota saat pandemi kepada orangtua menjadi sebuah perjuangan berat.
Hari itu aku dan Intan telat hadir, sehingga tidak dapat masuk ke dalam tempat akad, karena sudah diatur jumlah orang sesuai dengan protokol kesehatan. Namun saat akad itu terucap, kuterharu. Mba Sari dengan gaun akad yang putih, kupangling, she looks like a princess, beautiful in white. Dia kah Mba Sari, teman Kerja Praktik dan Tugas Akhirku? teman yang semangat belajarnya tinggi (yuhuu, cumlaude bund) namun sering marah-marah kalau ada hal yang kurang sesuai haha. Anggi, semoga selalu sabar menghadapi Mba Sari yah đ
Alhamdulillah, undangan pernikahan ini menjadi obat rinduku bertemu teman-teman lain di Bandung.
UNBELIEVABLE, Intan mau nikah?
Masih ingat saat kuliah Intan pernah berkata, "Yen, gue kayanya gamau nikah deh. Gue ngurus hidup sendiri aja susah, apalagi ngurusin hidup orang lain."
sontak aku kaget dan seperti biasa keluar kalimat-kalimat ceramah.
Intan, temanku yang paling aneh, paling sering tidur di kelas, paling baik tapi mood swing sekali sudah SAH menjadi istri orang. Rencana menghadiri acara pernikahannya pun pupus karena Covid semakin merajalela di Tangerang Raya. Sedih.
Kupantau LIVE Youtube dari jam 8, nyatanya acaranya jam 9an LIVE IG, rasanya hadeeuuuhhh tapi semua terbayar saat mengikuti prosesi pernikahan yang sangat khidmat. Begitu anggun pengantin wanita saat keluar menuju pengantin pria dan mencium tangan pria tanda bakti seorang perempuan. Kak Hafiz, mohon tuntun Intan menuju bahagia dunia akhirat.
Bagaimanapun dibalik rasa sedih ini karena ditinggal menikah para sahabatnya, ada rasa bahagia karena orang yang disayanginya menemukan separuh agamanya.
Untuk sahabatku, barakallahulakuma wabaraka'alaikuma wa jama'a bainakuma fii khaiir. Selamat menempuh hidup yang baru, selamat mengarungi lautan kehidupan dengan kapal masing-masing. Semoga tujuan kapal kita sama, menuju ridho Allah dalam menggapai surga-Nya. Aamiin
Yeyen, yang ditinggalkan~