Teruntuk adik kecil yang menangis dipangkuan ibu nya, waktu itu rasanya menyebalkan ya? Sampai kamu harus menangis di saat moment penting yaitu berfoto bersama. Hehe tidak apa dik, menangis itu wajar kok.
Dik, ingatkah kamu? Kamu pernah pulang sekolah dengan keadaan rumah kosong melompong, karena semua org pergi. Lalu ibu dan ayah meninggalkan sejumlah uang untuk kamu membeli makan, alih-alih beli makanan instan. Kamu memilih membeli telur lalu di rebus, kemudian makan dengan nasi dan sambal buatan ibu. Hebat sekalii dik, jiwa-jiwa penghematan kamu sudah muncul sejak kecil hihi.
Dik, ingatkah juga kamu? Waktu itu kamu berulang tahun, dan ayah mengajak pergi makan di hoka-hoka bento. Dan secara kebetulan ada balon-balon ulang tahun 'bekas' birthday party org lain. Rasanya seperti ayah yg menyiapkan ini ya? Hihi
Dik, aku tau ada begitu banyak kenangan manis dan pahit yang kamu rasakan bersama ayah. Tapi kumohon, ingatlah saja kenangan manis itu yaa. Rasanya begitu manis, sampai kamu tidak sempat mengingat kepahitan lainnya. Bisa dik?
Hal-hal manis yang wajib kamu ingat dan tak boleh terlupakan adalah, ketika Ayah mengajari mu tentang agama dengan keras. Bagaimanapun, itu semua demi kepentinganmu kan dik? Hehe
Selain itu, kebersamaan Ayah yang memangku mu di atas paha nya sambil mengobrol tentang kesehariaanmu di sekolah dasar. Kamu ingat cerita tentang apa saja?
Ada juga momen saat kamu terbangun dari tidurnya yang 12 jam, wah kuat sekali dik? Hihi. Lalu Ayah mengajak bercanda sambil menarik dirimu utk masuk ke pelukannya. Ayah bilang tidak apa tidur 12 jam, itu bagus utk mu.
Dik, ingat tidak? Ketika kamu dipuji menjadi anak paling sholihah dan baik hati karena tidak pernah meminta apapun? Hihi aku bangga sekalii padamu, sejak kecil punya rasa tidak enak dan memikirkan. Meski akhirnya Ayah dan Ibu memaksa mu utk meminta sesuatu, benar kan?
Anehnya, kala itu kamu meminta robot. Sebuah hal yang mungkin kamu fikir tidak akan terwujud yaa? Eitss salah besar dik, bagaimanapun Ayah adalah lelaki yg mencintai ibu mu dan anak-anaknya.
Ingat tidak? Akhirnya kamu dipanggil ke kamar dan diberikan sebuah robot beserta dus dan batrai nya? Akhirnya kamu sibuk main robot hehe.
Dik, ingatlah semua kenangan manis itu. Sampai tua nanti, dengan tangisan atau senyuman itu pilihan kamu.
Tapi dik, pernah kah kamu terbayang? Dari 4 hari dalam seminggu, dari 16 hari dalam sebulan, atau dari belasan tahun kedepannya. Pernah kah kamu terbayang bahwa akhirnya Ayah akan pergi meninggalkan?
Tidak ya? Hehe. Sulit juga dik.
Seharusnya sejak awal mengerti tentang ketidak abadian, kamu memikirkan itu. Tapi dunia terlalu menyenangkan utk diabaikan ya dik? Tidak apa.
Dik, jangan sedih yaa. Persiapkan dirimu.
Nanti, ada satu waktu, di sebuah masa dimana kamu telah berdiri di atas kakimu. Ayah tiba-tiba tertidur, tidur yang panjang dan selamanya dik. Nanti, di waktu itu, tugas mu adalah memeluk dan menguatkan ibu. Sambil berkata bahwa 'Ini bukan salah ibu'. Tidur panjangnya ayah adalah jalan menuju pertemuannya dengan sang kekasih abadi dik, juga pertemuan dengan sang bunda-bapak, dan banyak org terkasih lainnya.
Dik, di waktu itu. Tanganmu akan bergetar menghubungi org sekitar, mulutmu akan gagu utk memberi tau, dan air mata mu terus menetes sambil merasakan kekosongan dalam hati.
Di waktu itu, kamu hanya bisa menangis sambil menyesali perbuatanmu dik. Kamu harus kuat yaa.
Aku sampaikan ini sejak saat ini, semoga saja akan ada perubahan meski dalam sebuah mimpi yang panjang.
Dik, cinta ayah dan ibu tidak pernah hilang. Apapun tingkahnya, sikapnya, bentuknya, semua itu tetap ada dik.
Dik, bahagia terus yaa. Tetap jadi gadis yg sholihah, aku mohon. Dan, selalu kuat yaa untuk apapun yg terjadi di masa mendatang.
Selamat bertumbuh (kembali) adik kecil yang keriting dan cengeng❤️✨