Pada suatu hari nanti, saat suaraku tak lagi terdengar, namamu akan tetap terselip di sela-sela makna sajak yang kutulis dengan rima, dari waktu ke waktu.
Bukan karena aku tak mampu lupa, melainkan karena kau terlampau indah untuk dilewatkan begitu saja.
Dan pada suatu hari nanti, ketika segala hal telah menemukan akhirnya, namamu akan tetap hidup di antara bait-bait yang pernah kuciptakan.













