senin pagi punya logo dan tampilan baru nih..
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
I'd rather be in outer space 🛸
Not today Justin

Product Placement
RMH

pixel skylines
cherry valley forever
Jules of Nature
$LAYYYTER
styofa doing anything
art blog(derogatory)
ojovivo

blake kathryn

@theartofmadeline
Xuebing Du

❣ Chile in a Photography ❣
Acquired Stardust
Game of Thrones Daily
occasionally subtle
seen from Brazil
seen from Italy

seen from Netherlands

seen from United States

seen from Spain
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from Brazil

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@alensui
senin pagi punya logo dan tampilan baru nih..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sometime, there is no time. Just some. Alone. The end.
Spend your Saturday improving your photography with 8 YouTube tutorials photographer and 500px all-star Jimmy Mcintyre says you absolutely must watch.
Selalu ada kepuasan disetiap seruput kopi di pagi hari.
Liat video kocak Senin Pagi lainnya di sini guys >> bit.ly/seninpagi
ada yg mau pinjem korek? :))
liat lebih banyak lagi video kocak disini >> senin pagi youtube channel

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sebuah Jendela
Gue pun gak ngerti gimana ceritanya di sore hari yang teduh kayak sekarang ini gue malah ikut antri dalam barisan panjang pintu masuk musium Fatahillah. Mungkin karna sudah kehabisan objek untuk gue foto di area luar Kota Tua kali ya. Makanya gue coba masuk ke dalam musium. Siapa tau ada objek yang pas untuk menuh2in folder foto di laptop. Lumayan panjang untuk giliran gue masuk ke dalam. Dan beruntung sekali gue adalah pengunjung terakhir yang masih diperbolehkan masuk karna sebentar lagi jam operasional musium akan habis.
 Setelah masuk musium, gue langsung cari spot bagus sekalian nostalgia masa lalu. Udah lama banget gue gak masuk lagi ke tempat ini. Lumayan banyak sih perubahan struktur dan tata letak artefak dalam musium ini. But its ok. Suasana musium ini tetap terlihat wibawa dengan benda sejarah yg memenuhi gedung ini. Sampai akhirnya sedikit demi sedikit, pengunjung musium mulai habis. Gue pun memutuskan untuk menghentikan kegiatan mencumbu sejarah ini. Toh sudah cukup banyak foto yang gue abadikan hari ini.
 Saat gue memutar badan mencari jalan untuk keluar gedung, saat itulah gue melihat seorang wanita sedang berdiri dekat jendela. Bajunya warna putih model renda. Baju terusan gitu. Susah deh gue jelasinnya. Soalnya gue tipikal cowok yang gak terlalu peduli sama fashion. Dalam ruangan dengan lampu remang saat itu, dan dibantu sinar matahari sore dari balik jendela yang menyentuh wajahnya, dia terlihat begitu cantik. Sangat cantik dan bisa dibilang kalau dia adalah objek terindah yang gue lihat hari ini. Ingin sekali gue minta ijin untuk jadi model foto gue untuk satu jepretan.
 Butuh waktu untuk gue memutuskan mendekati sosok yang pastinya adalah idaman seluruh pria di mana pun.
 "Neng, lagi ngintipin apa?" Ucap gue setelah posisi gue cukup dekat dengan harapan sebuah sapa balasan yg ramah darinya.
 “Ah, enggak ngintip kok, aku lagi nunggu seseorang. Gimana fotonya? Bagus2?" Kata dia.
 Gue kaget. Ternyata respon yg gue dapet ramah banget.
 “Lumayan,... Bagus2 sih. Eh, aku minta ijin buat foto kamu boleh?"
 “Jangan, percuma aja. Lagian aku gak biasa difoto. Mending gak usah aja" kata dia dengan senyum malu.
 "Oh, baiklah klo gitu, emang eneng lagi nunggu siapa?" gue langsung ganti topik biar gak terlalu malu karna penolakan dia untuk gue foto.
 “Aku nunggu pacarku." Ujarnya sambil memalingkan pandangannya ke jendela. Tatapannya kosong. Seolah dia telah berdiri disitu untuk waktu yang sangat lama.
 “Gimana hubungan kamu sama pacar kamu?" Katanya.
 Spontan gue terkejut. Kok dia bisa bilang kayak gitu? Kenal aja enggak. Tapi sok akrab.
 “Aku pernah liat kamu menyatakan cinta kepada seorang gadis disana." Lanjut dia sambil menunjuk ke jendela menuju arah pagar beton.
 Gue bingung. Gue emang pernah nembak cewek di tempat yang dia tunjuk. Tapi itu beberapa tahun lalu.
 “Kok tau? Kamu siapa sih?" Kata gue dengan alis beradu.
 "Hampir tiap hari, aku selalu berdiri memandang dunia melalui jendela ini. Bukan tanpa alasan. Aku menunggu seseorang datang. Sudah lama sekali dia pergi dengan janji akan kembali. Tapi sampai saat ini, dia belum menepati janjinya untuk datang kembali" cerita dia.
 Di tengah wanita itu sedang bercerita, gue sadar kalau ada yg menghampiri gue dari belakang. Ketika gue menoleh, seorang penjaga musium sudah berdiri di belakang gue.
 "Maaf mas, tapi waktu berkunjung sudah habis. Musium akan segera ditutup untuk umum" kata penjaga musium.
 “Baik pak, ini juga udah mau keluar. Bentar pak, sekalian nunggu temennya si....." saat gue menoleh ke jendela, wanita yang gue ajak ngobrol sudah tidak di tempatnya semula.
“Loh, temen saya kemana ya pak?” kata gue.
“Enggak ada mas. Dari pas saya samperin mas sampe sini mas berdiri sendiri di sini. Emang temennya kemana mas? lagi ke toilet? klo udah dateng, tolong langsung ke pintu keluar ya mas. Sudah waktunya tutup soalnya” kata penjaga musium menegaskan dan menunjukkan arah pintu keluar.
“Oh enggak kok pak, saya sendirian. Saya juga udah mau keluar kok. Yok pak bareng aja.” kata gue setelah sadar apa yang sedang terjadi.
Akhirnya gue dan penjaga gedung pergi menuju pintu keluar. Gue gak bisa berkata-kata lagi. keringat dingin mulai membasahi pelipis dan pundak gue. Apapun itu, semoga yang gue ajak ngobrol menemukan ketenangan di alam sana.
Ini salah satu cerita perjalanan gue yg gue ikutsertakan di lomba ulang tahunnya Raja Wisata.
Xiaomi Bakal Menjamah Indonesia
Tidak banyak pengguna smartphone di Indonesia yang tau merk lokal satu ini. Semua mata tertuju pada Samsung yang saat ini menjadi raja android meski kualitas produknya sendiri hanya berupa bongkahan plastik murah dengan penjualan yang luar biasa untuk OS android.
Xiaomi adalah merk lokal dari daratan Cina dengan kualitas jauh di atas Samsung tapi dengan harga yang jauh lebih murah. Berbeda dengan Samsung, Xiaomi memiliki desain yang lebih kokoh dan spesifikasi yang lebih tinggi tapi mematok harga hampir setengahnya.
Sudah banyak produk gadget yang dikeluarkan pabrikan Cina ini dan sayangnya, mereka hanya menjualnya di negeri mereka sendiri. Bukan untuk konsumsi dunia.
Kabarnya, Xiaomi akan mencoba peruntungannya akhir Agustus nanti melalui Erajaya sebagai distributornya. Akan tetapi Xiaomi tak akan langsung membanjiri pasar ponsel Indonesia. Xiaomi akan menge-tes pasar Indonesia dengan salah satu produk dewanya, Redmi.
Redmi merupakan ponsel pintar berlayar 4,7 inch dengan resolusi 720p. Ponsel murah ini punya dapur pacu yang juara untuk kelasnya. Menggunakan prosesor MediaTek quad core 1,5 GHz, RAM 1 GB, dengan kapasitas penyimpanan internal 4 GB. Adapun kamera belakang Redmi 8 megapixel dan kamera depannya 1,3 megapixel.
Ketika masyarakat Indonesia bilang “murah” biasanya hanya terlihat murah. Tapi untuk brand Xiaomi ini kata murah berarti benar-benar murah dalam literally. Bayangkan, ponsel dengan spesifik seperti itu hanya akan dilego di angka Rp 1,5 juta. Waw!!
Apakah peruntungan Xiaomi di Indonesia akan sebagus Samsung dan semakin banyak produk-produk “dewa” mereka yang dipasarkan disini? Semoga saja. Kalau semisal penasaran sama produk-produk Xiaomi, cek aja website mereka di sini.
Jadi, untuk apa berharap pada sebuah harapan klo ujung2nya harapan yg kita harapkan gak sesuai sama yg diharapkan?
too much memories in here..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
See through the lens. And them real..
Wherever I am. I wish you were here..
Buta yang terburuk adalah buta politik. Dia tidak mendengar, tidak berbicara, tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahwa biaya hidup, harga kacang, harga ikan, harga tepung, biaya sewa, harga sepatu dan obat, semua tergantung pada keputusan politik. Orang yang buta politik begitu bodoh sehingga ia bangga dan membusungkan dadanya mengatakan bahwa ia membenci politik. Si dungu tidak tahu bahwa dari kebodohan politiknya, lahir pelacur, anak terlantar, dan pencuri terburuk dari semua pencuri, politisi buruk, rusaknya perusahaan nasional dan multinasional.
Bertolt Brecht (Penyair Jerman)
The whole World is your Mosque..Â
Baru sadar :')
Ayah Pulang..
Subuh hari di tepi pantai Lambu Peo. Aku menunggu ayah dan teman-temannya pulang dengan keranjang penuh hasil tangkapan. Diatas pasir ini. Aku sendirian menunggu. Biasanya tempat ini selalu ramai warga desa yang ingin membeli hasil tangkapan para nelayan. “Mungkin mereka bosan makan ikan” pikirku.
Aku seorang anak kecil yang lahir di desa nelayan. Kebetulan rumahku dekat sekali dengan pantai. Dalam sendiriku. Tangan kecilku sesekali memainkan pasir disekitar tempatku duduk. Kutulis sebuah kata, kemudian kuhapus agar aku bisa menulis kata lain disitu.
Tak terasa, seingatku sudah 2 jam lebih aku menunggu di sini. Tapi perahu ayahku tak juga terlihat. Seharusnya saat ini aku sudah membantu ayah memindahkan keranjang hasil tangkapannya. Meski pada akhirnya aku hanya merecoki kerjaan mereka.
Dalam tanya yang belum sempat aku tebak mengapa, dikejauhan terlihat perahu yang aku kenal betul itu perahu milik ayah. Perahu biru dengan bendera indonesia di sisi belakangnya. Seolah rasa jenuh setelah menunggu lama hilang begitu saja saat kapal yang kutunggu-tunggu muncul.
Sontak aku berdiri dari tempatku duduk untuk melambaikan tangan. Begitu senangnya aku hingga aku berteriak sekencang mungkin memanggil ayahku. Dikejauhan kulihat senyum ayah yg ceria membalas lambaian tanganku. “Pasti ayah habis dapat tangkapan besar nih!” gumamku dalam hati.
Akhirnya kapal ayah pun sampai ke tepi pantai. Aku mulai berlari mendekati ayah untuk dapat pelukan hangat darinya. Dan ayahku menunggu di pinggir kapal. Menungguku melompat ke arahnya. Belum sempat aku melompat, aku mendengar ibu memanggil namaku, membangunkanku ke dunia nyata.
Ku usap wajahku sambil bergumam “Huh, mimpi itu lagi”. Hingga sebesar ini. Aku masih ingat pertemuan terakhirku dengan ayah. Kelak kami akan bertemu ketika Tuhan melakukan hal sama yang telah Dia lakukan padanya. Hingga saatnya nanti, aku akan selalu menjaga ibu.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Lost In Time |Â Episode : Museum Mandiri
Bagi sang waktu, adalah pantangan untuk menoleh ke belakang.
Dalam diam, mereka berbicara.
Dalam bingkai, mereka abadi.
Dalam gelap, mereka nyata...
People in pic : @artantozora