Sore,, ditemani senandung sebuah lagu dari band indie dari denpasar.
Mencoba slalu temukan apa yang ingin kita cari
Dan tetap slalu bersama dalam berfikir dan menjalani
Semua cerita dalam setiap hidup takkan selamanya indah
Takkan selamanya buruk
Coba slalu hadapi .......
Menjelang waktu ashar, sekitar setengah jam sebelum adzan ashar di wilayah arcamanik tepatnya, tetiba pengen aja buru-buru ke mesjid, kalau waktu itu saya sengaja pergi ke mesjid setengah jam sebelum adzan karna sengaja, bukan krna pengen sholat tepat waktu loh ya tapi karna pengen belajar adzan.
yupp ,, BELAJAR !! waktu itu saya lagi ngejoss-ngejossnya pengen belajar semua yg belum saya bisa (laaahh situ adzan aja ga bisa?), yang belum saya temukan. Jujur bisa banget, kalo lagi dikamar dan sendirian. Tapi ini beda men,, meskipun nih ya cuman depan mic dan setengah jam waktu kesendirian yg ada, tetep ini dengkul sama jantung ga bisa bo’ong, masya allah deg-degannya tiada tara, macam mau temu sama do’i dan orang tuanya lah (kelebayan yang haqiqi :D) tapi seriusan ini mah mungkin ane banyak dosa kali ya pertama kali adzan meskipun sendirian dan cuman berhadapan sama si mic doang, duh reuwasnya moal aya, mungkin ini yg dialamin sama yg first time banget adzan kaya ane, tapi alhamdulillah kesini-kesininya ketagihan, jadi sering ngeyutub buat nyari referensi suara adzan yg bagus gitu biar orang rumah ga ngeledekin hehe
Dan semua itu tidak terlepas akibat dari ghirah nuntut ilmu yg luar biasa waktu itu, mulai dari halaqahnya pemuda hijrah sampe yg pemuda ujlah (ujlah ke majelisnya engkong sendirian kalo-kalo si kaka pertama ga bisa ikut) juga ane kerjain, dari mulai malam senin sampe malam selasa (laah berarti cuman 2 hari yee..) maksudnya malem seninnya udah kelewat lagi .. :D
Seminggu full waktu itu buat nyari-nyari halaqah selain yg rutin yg biasa di rumah engkong,sampe-sampe kalo hari minggu nyari-nyari dah tuh dimana ada majelis, abis nyuci dan futsal langsung berangkat kemanapun, dari yang mulai ke tempat yg penuh dengan orang yg mengikuti sunnah rasul yg haratis (sebut saja janggut) sampai yg berbayar. Sampe-sampe mesjid di deket rumah tak bikin halaqah bareng sama rekan-rekan seperkomplekan.
Tapi perlahan namun pasti semua berubah ketika negara api mulai menyerang, yah apa lagi kalau bukan rasa malas, bosan, tidak sabaran, dan tentunya kalah sama yg biasa kita sebut syetan. Satu persatu halaqah ditinggalin, solat ke mesjid di kendorin, adzan di tinggalin dan ini nih yang paling gaswat, mulai kurangnya ke-istiqamahan.
Waktu semakin berlalu, yg muda semakin tua, yg tua perlahan hilang, dan yang hilang perlahan dilupakan, tapi aksara selalu menjelma menjadi berbagai bahasa berbagai rasa.
dan akhirnya sampai dititik bifurkasi di kala waktu beranjak mendekati ashar waktu itu, saya rasanya kangen banget pengen pergi ke mesjid sebelum adzan tapi bukan untuk mengumandangkan adzan, cuman berlalu gitu aja, rasanya tetiba gerak sendiri tapi ringan banget ga semales dan seharoream seperti biasanya. Sayapun bergegas bersiap kemesjid, membuka pintu, menggeser pagar, melihat ke langit seperti biasa (siapa tau ada lukisan di awan gambar muka gue) ya siapa tau.
Dan ditengah perjalanan malah melipir dulu ke rumah salah satu cs yang ayahnya emang sosok yg religius banget, karna sempet beberapa kali sharing keilmuan dan saya banyak banget dapet wawasan dari beliau. Akhirnya sampe juga dirumah si cs ini, dan ternyata doski lagi gak ada, dan ketemulah sama ayahnya cs ane, seperti biasa beliau selalu menyapa dengan hangat tamunya, “eehh a, kalebet hela atuh..” (masuk dulu keles kedalem.) kurang lebih artinya seperti itu, lalu saya meng-iyakan untuk ngobrol-ngobrol sebentar, dan keluarlah beberapa kalimat dari relung hati saya yg terdalam menjelma menjadi beberapa pertanyaan.
“pak, kayaknya akhir-akhir ini iman saya lagi melendoy nih, ibadah udah mulai kendor, kenapa ya?” entah kenapa kata-kata tersebut mengalir begitu saja, begitu enteng saya ucapkan, seperti seorang pemabuk jalanan yg marahin temen-temennya kalau mabuk itu haram. Iya saya jadi kaya orang mabok, udah tau salah masih aja dilakuin, udah tau iman lagi turun tapi ga mau gimana supaya naikinnya, atau se-enggaknya mencegah supaya ga semakin turun.
Lalu beliaupun menjawab dengan spontan, “alhamdulillah kesadaran yg muncul itu harus disyukuri, apa yang udah terjadi sama aa, bisa jadi dari karena kita ngelakuin hal-hal yang mulai kurang berguna, karna ngelakuin hal-hal yang berdasarkan hawa nafsu kita, ayo a, kita kembali lagi sama allah kembali lagi ke jalan Allah.” seru beliau.
Ya ga salah lagi apa yg beliau katakan amat sangat benar, jawaban yang make a sense banget dan langsung menghujam di hati saya yang paling dalam. beliau mengatakan apa yang allah ingin katakan kepada hamba-Nya dengan berbagai metode dengan berbagai perantara. Ini sebuah teguran bagi saya yang ingin selalu menjadi orang yang sadar agar tidak seperti pemabuk.
Lagu Nosstress: Tak Pernah Terlambat
Ketika kubertanya , tentang semua yang terjadi
Ketika kuberkaca melihat kehebatannya
Harus sadar semua semua kembali padanya
Dan kita semua sama
Sama sama menyembah-Nya
Tak pernah terlambat jika kau ingin berubah
Hanya dirimulah yang menghambat segalanya
Bukan mereka , bukan siapa, bukan juga Dia
Harus sadar semua semua kembali pada-Nya
Dan kita semua sama
Sama sama menyembahnya
Jika pahit terasa coba kau rasakan saja
Mungkin kau sedang dicoba
Dicoba tuk mengingat-Nya
Alhamdulillah beliau telah mengajari saya kembali dengan caranya tersendiri dan mengajari saya bahwa ilmu bisa datang dari mana saja, siapa saja, dan kapan saja asalkan kita mau jadi orang yg selalu open minded. Dan atas kehendak Allah, saya seperti membuka lorong waktu dalam pikiran saya dalam ingatan saya, dan mengingat ayat-ayat yang telah saya pelajari maknanya sebelumnya..
(3). وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ
dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, QS 23:3
(41). انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. QS 9:41
176. وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الأرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ذَلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir. QS 7:176 Na’udzubillah...
dan akhirnya saya tutup (emang dibuka?) dengan ayat ..
11. إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ
(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penentraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki (mu). Qs 8:11
Berhubung ngantuk dan malam ini hujan .. hehe :D
mudah-mudahan Allah mengampuni dosa kita semua dan memelihara kita dalam pemeliharaan-Nya. aamiin
*belum diedit ngantuk sekali :(( maapin :((
Warmest Regards.
Ahmad Jajang Hermawan
ph +682219151445
23:41
08/11/2016