Sombong!
Pertama, Allah itu Maha Baik sampai menutup sempurna semua aib yang kita punya, padahal mudah bagi Allah membukanya. Siapa kita berhak sombong? Sekali Allah spill aib kita, hancurlah sudah!
Kedua, hidup itu berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Seringnya ketika kita menyombongkan diri, seandainya pun benar sesuatu yang kita sombongkan itu memang keadaan/kebaikan kita saat ini, satu saat kita bisa saja menjadi seseorang yang berkebalikan.
Misalnya, kita nggak sengaja merendahkan orang yang nggak bisa bangun malam untuk tahajud, “Ya Allah bangun tahajud aja, kan gampang…kenapa dia nggak bisa ya…” atau “Kenapa ya dia gini aja nggak paham?”. Jangan sombong dulu, siapa tahu esok atau lusa kita justru ada di posisi dia-yang-kita-pertanyakan-itu.
Ketiga, semua yang ada di muka bumi ini kuasa Allah. Segala sesuatu terjadi atas izinNya. Lalu siapa kita berhak sombong? Allah cabut nikmat sedikit saja dari kita, kita bisa merasa tersiksa luar biasa.
Jadi, siapa kita behak sombong?









