Karakter Moral Ibu Profesional
Penjelajahan samudera amarta dengan kapal selam sudah memasuki misi keenam, kali ini dapat kesempatan untuk mengetahui karakter moral Ibu Profesional.
Karakter moral ibu profesional ini menjadi pembeda dengan yang lainnya. Ketika memiliki karakter ini orang akan tahu dengan sendirinya kalau kita ibu profesional tanpa harus mengenalkannya atau memberitahu kepadanya.
Ada 5 karakter moral ibu profesional, yakni:
1. Don't stopped running, the mission alive
Jangan berhenti bergerak, karena misi itu tetap ada.
Dengan berbagai fase kehidupan seorang perempuan dari lahir hingga nanti menutup usia, selalu ada misi yang dijalani. Dengan adanya misi tersebut tak lantas membuat kita untuk merasa ingin balik lagi ke fase sebelumnya (karena mungkin lelah dengan fasenya saat ini). Misi itu harus kita lalui, kita jalani, terlebih dalam rangka sebagai bagian ibadah kepada Allah. Maka tetaplah berjalan pada misi itu, lakukan dengan kesungguhan karena pada waktunya kesungguhan akan muncul, memberikan dampak pada diri kita.
2. Don't teach me, I love to learn
Jangan ajari aku, aku mencintai belajar
Jangan ajari aku ini bukan berarti jangan kasih tau aku, jangan dikte aku, tapi aku memang akan belajar, aku akan cari tahu, karena aku memang mencintai belajar. Belajar bagian dari kebutuhan dalam hidupku. Karena nilai inti ibu profesional yang utama adalah belajar. Setelah belajar baru ia bisa menerapkan nilai inti lainnya yakni berkembang, berkarya, berbagi, dan berdampak.
3. I know I can be better
Aku tau aku akan lebih baik.
Aku setahun lalu akan berbeda dengan aku pada tahun ini. Tahun lalu aku belum belajar A, tapi tahun ini aku akan belajar dan akan menguasai A. Begitulah ibu profesional setiap tahunnya akan selalu ada yang dipelajari, dengan ini dirinya akan selalu lebih baik dari waktu ke waktu. Practice make progress.
Selalu tepat waktu. Salah satu kekhasan kegiatan di ibu profesional adalah tepat waktu mau berapapun yang hadir pasti akan mulai sesuai jadwalnya. Menghormati yang menghargai waktu dengan hadir tepat waktu, bukan mentolerir yang malah tidak tepat waktu.
Dan mengenai tepat waktu ini, perlu diri sendiri terlebih dahulu yang menerapkan insyaallah yang lain akan tertular untuk tepat waktu juga.
Berbagi sebagai bentuk kepedulian. Derasnya arus informasi saat ini membuat diri kita ingin segera berbagi juga untuk orang lain. Padahal sebelum kita berbagi kita perlu memastikan bahwa informasi yang diberikan itu memenuhi 3B, yakni:
Benar - Informasi benar, terpercaya sumbernya
Baik - baik untuk diri kita dan yang akan mendapatkan informasinya
Bermanfaat - memastikan informasi yang didapatkan itu bermanfaat, dengan memastikan informasi yang disebarkan itu tepat tuju.
Hal lain pula yang perlu diingat sebelum kita menyebarkan informasi atau ilmu, kita perlu menginternalisasi terlebih dahulu dalam diri kita, kita terapkan, kita rasakan manfaatnya, dan bagilah kepada yang lain.
Nah 5 karakter inilah yang dimiliki ibu profesional, yang perlu ditanamkan dalam diri. Dan karakter ini tidak bisa diajarkan di dalam kelas, tetapi karakter bisa ditularkan. Menularkannya dengan mengikuti mantra ibu profesional yakni main bareng, ngobrol bareng dan beraktivitas bareng.
Masya Allah dapat ilmu tentang karakter ibu profesional ini membuat diri ini berbinar mendapatkan ilmunya sekaligus berkaca pada diri sendiri. Duh masih banyak ya kurangnya, masih banyak ya PR untuk meningkatkan kualitas dirinya. Tapi tak mengapa, yuk terus berprogres pada diri. Aku latih dan terapkan satu per satu karakter ini, insya Allah seiring berjalannya waktu karakter ini akan kita miliki dan tertanam pada diri ini. Bismillah ya semoga Allah mudahkan.
Ku coba selami lebih dalam tentang karakter ibu profesional ini, rasanya baru 2 karakter yang tertanam pada diri ini yakni:
- don't stopped running, the mission alive
Aku menyadari setiap waktu ada peran yang terus aku mengemban dan bentuk ibadah sosial yang ku jalani juga berbeda-beda setiap waktunya. Dan ku berusaha sekali menikmati untuk menjalankan peran itu. Walau mungkin masih banyak kekurangan tapi ku bersyukur tetap terus menikmati tantangan serta kebaikan yang ada setiap fasenya. Dan tentang salah satu kebahagiaanku yakni berbagi sebagai bentuk kepedulian. Aku lakukan itu, karena aku ingin kebaikan itu banyak yang melakukan. Dengan tentunya aku harus terus berusaha untuk menerapkannya.
- Don't teach me, I love to learn
Rasanya ini masih jadi PR untuk diriku, diriku memang suka belajar, ingin lebih hanya saja karena tidak ada jurnal belajar, tidak ada refleksi dan evaluasi tentang ilmu yang ingin didapat rasanya diri ini seperti belum memiliki keilmuan yang profesional. Oleh karenanya untuk selanjutnya aku akan menuliskan apa yang ingin kupelajari dan sudah dapat apa yang kupelajari dalam jurnal belajarku, agar mudah dijelajahi dan dievaluasi pada rentang waktu tertentu.
Termasuk pula tentang ketepatan waktu, PR besar sekali ya, komitmen pada waktu yang harus lebih ditingkatkan.
Oleh karenanya, pada pekan ini aku latih karakter ibu profesional "always ontime", kali ini baru berjalan satu hari dan ternyata masih banyak yang tidak ontime.
Penyebabnya karena mengawali harinya tidak ontime serta masih fleksibel dengan kondisi anak-anak (sebenarnya tidak boleh kali ya mengkambinghitamkan mereka 🙈) akhirnya masih banyak yang belum ontime.
Insya Allah akan dilatih hari selanjutnya dengan menentukan garis besar target agenda hari itu dan komunikasikan dengan lingkaran terdekat untuk kita bisa menyelesaikan setiap aktivitas sesuai waktunya.
Bismillah. Mari kita berproses dan berprogres terus 🥰
Ade Irma Fazriah - IIP Bekasi
#PenjelajahPelabuhanSamuderaAmarta
#IbuprofesioanforIndonesia