Technopreneurship
Technopreneurship Seperti yang kita ketahui, jaman terus mengalami berbagai kemajuan dan perubahan. Semakin lama, semakin berat persaingan yang ada. Persaingan ini ada di berbagai bidang, terutama di bidang ketenagakerjaan. Akhir akhir ini banyak lulusan sarjana yang masih belum mendapatkan pekerjaan. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah begitu banyaknya lulusan sarjana yang tidak diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan yang ada. Dengan semakin ketatnya persaingan ini, kita dituntut untuk lebih unggul dibandingkan dengan pesaing yang lain. Selain unggul, kita juga dituntut untuk memiliki nilai yang berbeda dari pesaing lain. Terlebih lagi pada tahun 2015 akhir akan dimulai MEA. Yaitu perdagangan bebas antara negara-negara di Asean. Tenaga kerja asing akan mudah masuk ke Indonesia dan akan menambah jumlah pesaing yang ada. Oleh karena itu kita harus memiliki kenggulan dan nilai lebih daripada pesaing yang lain. Para lulusan sarjana pada umumnya selalu berorientasi untuk mencari lapangan pekerjaan dan bukan membuat lapangan pekerjaan. Jiwa – jiwa entrepreneur harus ditanamkan sejak dini pada generasi generasi bangsa. Karena dengan menjadi seorang entrepreneur kita tidak lagi mencari dan memperebutkan sebuah kursi di suatu perusahaan, tetapi kita justru menciptakan lapangan pekerjaan sehingga kita bisa membantu orang lain. entrepreneur sangat dibutuhkan di jaman yang semakin ketat persaingannya ini. Entrepreneur adalah orang yang mampu menciptakan dan menjalankan suatu usaha sendiri. Entrepreneur sangat dibutuhkan di zaman sekarang ini. sedangkan teknopreneur adalah orang yang mampu menciptakan dan menjalankan suatu usaha dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Seorang teknopeneur harus bisa menemukan suatu teknologi yang mampu menyelesaikan masalah yang ada di sekitar dan mampu di pasarkan dengan baik di pasaran. Untuk menjadi seorang teknopreneur seseorang harus memahami ilmu yang menjadi dasar untuk menemukan suatu teknologi, selain itu unttuk menjadi teknopreneur kita harus tahan dengan berbagai kondisi, tidak cepat kecewa, dan tidak cepat puas, kita juga harus terbuka dalam menerima berbagai kritik dan saran dari orang lain demi kemajuan usaha kita sendiri. Seorang teknopreneur, selain mampu menemukan sebuah teknologi, juga dituntut untuk bisa memasarkan produk kepada masyarakat. Berbagai macam bidang di dalam teknopreneurship yang bisa kita jalani, diantaranya adalah energi. Banyak kesempatan untuk menemukan sebuah terobosan baru demi mendapatkan energi. Misalnya, dengan memanfaatkan energi gerak pada roda sepeda, sehingga diubah menjadi energi listrik dengan bantuan alat dynamo. Energi listrik ini bisa dimodifikasi sedemikian rupa sehingga bisa digunakan untuk mengisi energi pada powerbank. Dimana hampir setiap orang memiliki smartphone dan pasti memerlukan energi banyak untuk pengisian baterainya. Dengan pemanfaatan energi gerak ini kita juga bisa menghemat energi. Dalam hal ini produk yang di jual adalah sebuah alat yang bisa mengubah energi gerak menjadi listrik dan bisa disambungkan untuk pengisian baterai pada powerbank. Untuk memudahkan perencanaan bisnis atau usaha yang akan kita lakukan, kita bisa membuat sebuah bisnis model canvas, dimana kita bisa menuliskan perencanaan bisnis kita, dari biaya modal, daftar relasi yang dibutuhkan untuk kelangsungan bisnis kita, pasar yang dituju (misal: mahasiswa its), cara menarik konsumen, dan lain lain.













