Terima Kasih, Sampai Bertemu Lagi di Surga
Saat itu aku tertidur di Gunung Geulis, Bogor. tapi mimpiku di Daan Mogot, Jakarta. Saat itu aku bermimpi kita berbincang di dalam mobil dengan supir yang sedang mengemudi lambat. kita berbincang betapa indahnya kenangan yang sudah kita buat. saat itu aku ingat sekali ayah berkata
ayah sayang sekali sama sarah
aku juga sayang sekali sama ayah
nanti kita ketemu lagi di surga ya sarah, ayah pergi dulu
sepanjang perjalanan kita berpelukan. yang aku tidak tahu adalah, itu adalah pelukan terakhir kita.
Ini adalah sebuah artikel yang aku dedikasikan kepada ayahku, sahabatku, cinta matiku, dan duniaku.
yah, makasih udah menjadi ayah dalam hidupku. aku tidak menyangka Tuhan akan menakdirkanmu sebagai ayahku. bahkan aku menduga, ketika aku ditanya oleh malaikat apakah aku mau hidup di dunia ini? aku tahu jelas alasannya karena apa sejak pertama kali ditanya.
yah, aku baru sadar ternyata aku memiliki ayah terbaik. ayah hadir dalam hidup aku apapun kondisinya. ayah keren sekali, aku bahkan tidak bisa membayangkan betapa hebatnya ayah bisa memimpin perusahaan juga memberikan memori terbaik dalam hidupku.
aku tahu jelas ayah adalah seorang perintis. jalan hidup ayah adalah inspirasi yang terus mengalir dalam hidupku. ayah adalah figur laki-laki hebat dalam hidupku. yah, you're the best dad ever.
saat ini aku sadar, banyak sekali bagian dalam hidupku yang aku cintai karena dirimu.
sejak ayah gada, kereta rasanya sudah tidak semenggembirakan itu.
sejak ayah gada, memancing sudah tidak semenyenangkan itu.
sejak ayah gada, aku berhenti mendengarkan BonJovi
sejak ayah gada, dunia ini sudah tidak ada warnanya lagi.
ternyata, aku suka kehidupan ini karena ayah.
saat aku menonton kembal The Lord of The Rings, aku ingat sekali film ini adalah film favorite kita. betapa kita ingin keliling dunia bersama, menikmati matahari, melihat aurora..
sejak ayah dikebumikan. aku bahkan tidak tertarik untuk mengejar kehidupan yang pernah kita dambakan.
Gelora, Jakarta Pusat. 17 Juni 2025 18.11
ayah tauga, foto ini aku ambil ketika aku pulang kerja dari Menara Sudirman. kantor pusatku yah, aku sering menyebutnya dengan menara ayah. foto ini aku ambil seminggu setelah ayah meninggal. rasanya, aku ingin sekali menunjukan foto ini ke ayah betapa bahagianya aku berhasil menjadi apa yang ayah mau. yang aku pikirkan saat itu
ayah, pulang kerja sangat melelahkan tapi aku sangat bahagia berada disini!
aku tidak menyangka keinginanku untuk meninggalkan bandung dibayar dengan kepergianmu. aku terus bertanya mengapa demikian? tak pernah kutemukan jawabannya. Jakarta sudah tidak semegah itu, waktu demi waktu semuanya telah padam.
ayah, aku ingin menulis kembali tulisanku. tulisan yang aku tulis di notes ketika kita masih mengarungi dunia ini bersama
dunia ini begitu kejam. tempat demi tempat kita arungi untuk melanjutkan kehidupan ini. berdua bersamamu mengelilingi indonesia dari timur hingga barat adalah pengalaman terindah yang pernah aku alami. jika aku membayangkan mengapa aku ingin sekali dilahirkan kedunia ini, aku sudah mengetahui alasannya bahkan sejak pertama aku mengenal dunia ini.
ayah, aku tidak akan pernah lupa bagaimana kita berbincang di pesisir pantai Manado. tempat yang sangat indah dan terjauh yang pernah kita datangi. betapa aku mencintaimu, bahagianya diriku dilahirkan ke dunia ini. mengenal dunia yang selalu kita dambakan.
seperti Frodo dan Sam di film kesukaan kita, The Lord of The Rings
Farewell… my brave hobbits. My work is now finished
Here at last, on the shores of the sea, comes the end of our Fellowship
I will not say, do not weep, for not all tears are an evil
The last pages are for you.
Suatu saat nanti, di surga. ayo kita mengelilingi dunia ini lagi yah
i'll be good as it should yah.
Good bye, I love you so much