Catatan: Menyikapi Kehilangan, Lagi.
Terkadang, kamu harus menerima bahwa tidak semua harapan itu menjadi kenyataan. Mau kamu berjuang sederas hujan pun, pasti ada saatnya ia malah berteduh dan menghindar dari basahnya air hujan. Untuk apapun itu, mungkin mimpimu, atau orang yang sedang kamu perjuangkan di dunia dan di langit dengan doa. Tidak semuanya harus sesuai doa dan usahamu, sebab Allah Maha Tahu.
Redakan dulu gemuruh hatimu dengan diam dan jangan dulu bercerita pada manusia. Sebab lebih baik jika kamu diam daripada menjelaskan apa yang kamu rasakan pada manusia, karena akan jauh terasa sakit ketika ia bisa mendengar kisahmu tapi tidak bisa mengerti hatimu. Sampaikan saja dulu pada Allah, soal kegagalan dan kehilanganmu hari ini.
Teruslah mendoakan kebaikan untuk sesuatu yang hilang itu, sampai kata rela dan ikhlas itu tergambar dalam senyumanmu, seakan tidak terjadi apa-apa meski hati dan rasa sedang tidak akur dan belum bisa didamaikan.
Barangkali Allah sedang tidak ingin kamu jatuh cinta atau menyukai makhluk terlalu dalam, agar kamu bisa melengkapi apa yang kurang dan bisa lebih mengutamakan Allah daripada ciptaan-Nya.
Mungkin rasamu padanya seperti pelangi saat hujan turun, indah bukan? Tapi sayang, saat hujan reda pelangi pun perlahan pudar dan menghilang. Sikapilah kepergian dan kehilangan itu dengan baik, tidak perlu sampai menghina atau mencerca. Jika sudah saatnya kamu layak menerima, pasti akan Allah berikan dan kembalikan semuanya. Tanpa kurang sedikit pun.