Kelak, setelah kita menikah (Entah, kita berarti aku dan kamu atau aku dan orang lain). Ada banyak hal yang kuharapkan dan kuinginkan. Biarkan kusebutkan disini, kuharap kamu bisa mewujudkannya untukku, bersamaku.
Setelah kita menikah nanti, aku akan menjaga jarak dari wanita manapun, selain ibuku dan ibumu. Aku tak ingin membuat kamu cemburu, maka ku yakin kamu juga akan dengan senang hati menjagaku agar tidak tersulut cemburu.
Setelah kita menikah nanti, aku ingin menceritakan semua rahasiaku padamu. Aku tak ingin ada rahasia antara kita, maka ku yakin kamu juga akan dengan senang hati menceritakan semua masalah dan rahasiamu padaku. Oh ya, seberat apapun masalahmu aku akan berusaha selalu ada menyokongmu. Jika kamu ingin menangis, menangislah sepuasmu di pelukanku. Tapi setelah itu, jangan perlihatkan tangismu pada siapapun. Aku memang tak pandai menenangkan dan memberi solusi, tapi aku janji akan selalu ada menemani.
Setelah kita menikah nanti, aku ingin kita saling mengingatkan akan kebaikan juga keburukan. Jika aku berbuat buruk, sekecil apapun, ingatkan aku. Jika aku lupa melakukan kebaikan, sekecil apapun, ingatkan aku. Sebaliknya, aku juga akan mengingatkanmu. Jangan dengan kemarahan, tapi dengan sayang dan keramahan.
Setelah kita menikah nanti, aku ingin membuang semua waktu senggangku bersamamu, mungkin juga bersama buah hati kita. Entah hanya dengan duduk berdua tanpa cerita, berdebat hal-hal kecil tak berguna, nonton tivi bersama sembari mengomentari isi acara, ataupun mencoba menu masakan baru hingga mengotori dapur kita, apapun. Aku ingin menghabiskan semua waktu senggangku bersamamu, aku yakin dengan senang hati kamu akan membantuku menghabiskan semua waktu senggang itu.
Setelah kita menikah nanti, aku akan lebih sering makan di rumah bersamamu. Masaklah masakan apapun untukku, akan kuhabiskan semuanya bagaimanapun rasanya. Namun ada kalanya jika kamu ingin, aku akan mengajakmu pergi makan di luar. Aku tak akan makan di luar rumah, kecuali jika itu bersamamu. Kalaupun aku terpaksa makan di luar tanpamu, aku akan membawakan menu yang kupesan di tempat itu untukmu.
Setelah kita menikah nanti, aku akan mencoba menekan keinginan-keinginanku dibawah keinginan-keinginanmu. Jadi sebutkanlah apa keinginanmu, aku akan memenuhinya semampuku. Aku juga ingin menahan egoku. Jadi jika semua keinginanku dalam tulisan ini tidak sesuai inginmu, aku akan coba memaklumi.
Setelah kita menikah nanti, kumohon. Jangan mendiamkanku tapi sebutkanlah apa salahku. Jangan memarahiku (apalagi di depan buah hati kita) tapi nasehatilah aku. Jangan memaksaku tapi berilah saran padaku. Jangan tinggalkan aku tapi tetaplah bersamaku.
Setelah kita menikah nanti, aku akan mencintaimu, selalu dan setiap waktu. Cintailah aku, hanya aku.