Aku tidak pernah membenci takdir yang membawaku pulang.
Sebab di kota ini aku belajar, bahwa sunyi bukanlah musuh. Ia adalah ruang tempat hati perlahan sembuh.
Dan Makassar... menjadi tempatku merawat sunyi.
Cosimo Galluzzi
RMH

Love Begins
art blog(derogatory)
$LAYYYTER

shark vs the universe
Fai_Ryy
🪼
NASA
d e v o n

tannertan36
Game of Thrones Daily
The Stonewall Inn

PR's Tumblrdome
YOU ARE THE REASON

Discoholic 🪩

gracie abrams

Andulka
seen from Czechia

seen from Malaysia
seen from TĂĽrkiye
seen from Russia

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Singapore

seen from United States

seen from Dominican Republic
seen from Ireland

seen from Russia
seen from Sweden

seen from TĂĽrkiye

seen from Malaysia
@tomsssssstuff-blog
Aku tidak pernah membenci takdir yang membawaku pulang.
Sebab di kota ini aku belajar, bahwa sunyi bukanlah musuh. Ia adalah ruang tempat hati perlahan sembuh.
Dan Makassar... menjadi tempatku merawat sunyi.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
tempat terbaik mengisi kesendirian
Sudut Kafe yang Tenang: "Secangkir kopi hangat dan sudut sepi adalah teman terbaik. Di sini, aku menemukan kenyamanan tanpa harus bersuara."
Tuhan Kita Sama, Kita Saja yang Menyebutnya-nya dengan Nama yang Berbeda
Mungkin sudah lebih dari puluhan kali aku menjejakkan kaki disini. Di sebuah parkiran motor yang tidak terlalu banyak motornya, berkebalikan dengan mobil yang begitu membludak. Beberapa orang mulai berdatangan, para penjaja makanan terlihat bahagia pagi ini. . Aku beranjak turun dari motor, melepas helm sebentar sebelum tiba-tiba dari belakang ada ada yang menggandeng tanganku dengan erat. . “Ian, masuk, yuk!” Ucapnya manis sekali. Mungkin lebih manis dari bakpau isi kacang merah yang dijual di depan etalase parkiran. . “Bercanda aja kamu. Sana masuk dulu. Ibadah yang bener, aku tunggu ditempat yang biasa ya. Manisnya jangan terlalu berlebihan.... Bersambung....

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Gra(b)
Ada mimik kaget tampak diwajahmu ketika melihat aku duduk diatas motor yang sedari tadi celingak-celinguk kebingungan mencari gedung tempat kamu belajar. Kamu pun berjalan menuju kearahku yang keluar dari salah satu gedung menggunakan dress kuning panjang berjilbab coklat, “fa-biayyi alaa’i rabbi kuma tukadzdziban” (dalam hati). Pandangan yang tadinya mengarah ke aku tiba-tiba dengan sepihak merunduk kebawah begitu saja.
“Betul dengan Mbak Ken?” Tanyaku. Sambil menatap ke wajahnya.
Kau tidak bergeming. Dan hanya menganggukkan kepala, lalu naik ke atas motorku. Lalu dengan perlahan aku pun menjalankan motorku.
“Tujuan kita kemana?” Tanyaku. Pertanyaan yang sebenarnya sudah aku ketahui jawabannya namun dengan sengaja aku lontarkan agar bisa membuka percakapan dengan kamu.
“Nanti aku yang arahin” Jawabmu.
“Kuliah di sini Mbak?” Tanyaku lagi. Sekali lagi dengan begitu bodohnya aku bertanya dengan pertanyaan yang sebenarnya sudah aku ketahui jawabannya, namun itu aku lakukan agar bisa berbicara panjang denganmu.
“Ia..” Jawabmu Singkat.
“Semester berapa sekarang?” Tanyaku lagi.
“Semester 8.” Kau membalas.
“Sebentar lagi dong wisudanya.” Cercaku lagi.
Kau terkekeh kecil dan aku tahu itu, aku lihat dari kaca spion motor aku. “Itu pertama kalinya aku melihat kamu tersenyuman”.
“Ia.. ini sementara tunggu jadwal buat sidang”. Jawabmu.
Siang ini panas sekali, terlebih disepanjang jalan yang kita lalui terjadi kemacetan yang panjang, dimana seharusnya waktu yang kita tempuh kurang lebih hanya 15 menitan kini menjadi 40 menitan. Kurang lebih dua tahun yang lalu kota ini tidak sebegitu macet sekarang entah penyebabnya dikarenakan laju pertumbuhan penduduk yang pesat atau pertumbuhan kendaraan yang setiap rumah memiliki minimal 3 kendaraan atau bahkan lebih “buset udah kaya kendaraan mainan aja”. Namun untuk saat ini aku merasa macet begitu berguna dikarenakan aku memiliki kesempatan bisa berbicara panjang lebar dengan seseorang yang duduk tepat dibelakang aku, seseorang yang sebelumnya belum pernah aku lihat, seseorang yang duduk tepat dibelakangku menggunakan pakaian panjang layaknya muslimah pada umumnya, dan memiliki kesempatan menanyakan berbagai hal yang ingin aku ketahui tentang dirinya, memiliki kesempatan menanyakan apakah ukhti “udah main sebut ukhti aja” sudah ada yang punya atau belum “mungkin pertanyaan yang terakhir ini terlalu cepat” -_-. Â
Namun yang terjadi malah sebaliknya. Aku yang tadinya ingin menanyakan semua pertanyaan itu hanya terdiam dan menatap kosong di sepanjang jalan. Saat itu aku benar-benar merasa canggung untuk menanyakan beberapa list pertanyaan yang sudah aku siapkan, entah karena harus mulai dari mana untuk memulai percakapan lalu akhirnya menanyakannya atau ada beberapa pertanyaan yang begitu cepat untuk ditanyakan.Â
.
.
Selang beberapa menit lamanya kita berdua menyusuri jalan yang macet. Akhirnya kita pun sampai ditempat perempuan dengan dress kuning panjang tuju, yang tak lain adalah rumahnya. Dimana tempat ini agak sedikit asing bagi aku karena ini pertama kalinya aku menyusuri jalan menuju perumahan tempatnya tinggal. Dengan suara lembut yang terdengar melalui perantara helm yang aku pakai kamu mengarahkan aku menyusuri beberapa gang-gang agar bisa sampai dirumahmu.
“Depan berhenti ya.” Cercamu.
“Okeh siap.” Balasku.
Kamu pun turun dari motor aku lalu memberikan aku uang sebagai ongkos bahwa aku telah mengantar kamu pulang kerumah dengan selamat. Namun aku menolak pemberian kamu itu, lalu kamu memaksakan aku untuk mengambilnya.
“Ini, jangan gitu..” Katamau.
Namun aku hanya fokus memperhatikan raut wajahmu yang memaksa aku agar mengambil uang yang kamu berikan, raut wajah yang begitu khas, raut wajah yang sangat natural yang aku yakin kamu tidak sengaja mengekspresikannya, “saat itu aku merasakan ada sedikit senyum bahagia dalam hatiku yang telah lama hilang”. Melihat kamu.
bersambung.....
Seakan dengan sengajanya tujuan yang mereka akan tuju melewati berbagai tempat yang dulu sering kita singgahi dan begitu juga jalan yang dulu sering kita lalui. Tempat dan Jalan yang dulu paling aku suka kini terasa bosan untuk melewatinya bahkan sekalipun untuk singgah. via-(tomsssss)
My Beatiful Mistake 1
"Putt, hari minggu besok temen aku ngundang aku untuk dateng di pembukaan restoran barunya. Kamu temenin aku yuk?"
Dengan sedikit grogi, gue beranikan diri untuk mengirimkan sebuah pesan singkat hari itu. Pesan singkat yang bermaksud mengajak seorang wanita yang dulu sempat menjadi pengisi hidup gue selama beberapa tahun kebelakang, untuk ikut menghadiri pembukaan restoran baru temen gue di pinggiran daerah Jakarta Timur.
Kita samarkan saja namanya menjadi Puti...
Sebenarnya itu nama aslinya sih. Namanya aja nggak bisa gue samarkan, apalagi cinta gue sama dia selama ini.
#pffftt
Puti ini tipe cewek yang periang, dia benar-benar paling mengerti gue, dari luar sampe dalam, dari makanan favorite gue sampai makanan yang paling gue benci. Dari parfum gue, sampai shampo khusus yang sering gue pakai. Bahkan ironisnya, dia bisa lebih tahu ukuran boxer gue ketimbang gue sendiri.
Puti memang istimewa.
Tapi ada sesuatu yang membuat kami tidak bisa bersama lagi setelah menjalin hubungan beberapa tahun ke belakang. Dia memang nyaris sempurna, namun, ada kejanggalan yang sampai sekarang gue sendiri masih sulit menjelaskan itu apa, sesuatu yang janggal yang nggak bisa gue bicarakan. Sama janggalnya kaya muka gue yang tiap ketemu saudara selalu dihardik nanar dengan pertanyaan,
“Kapan lulus, Ian? Bukannya ini sudah masuk tahun ke lima ya?”
Sialan, harusnya pertanyaan tadi Dimasukan dalam Undang-Undang Perlindungan Mahasiswa Tingkat Akhir.
Selang lima menit kemudian, ada bunyi sms masuk ke hape Sony buntut gue.
"Hmm, boleh deh. Kamu atur-atur aja."
WUANJRIT! Dia ngebales sms gue, cuy! Dia mau gue ajak jalan, cuy!! Pagi itu gue bahagia banget rasanya. Dari jauh gue serasa mendengar burung gereja yang bertengger di atas dahan pohon jambu sedang menyanyikan lagu "We Are The Champion"-nya Queen.
"Tapi, Put, kamu sudah izin sama pacar kamu kan?" Balas sms gue.
Selang beberapa menit, Puti mengirim sms balasan.
"Belum sih, tapi gapapa kok."
Jawaban sms Puti yang terakhir serasa membuat lagu We Are The Champion tadi berubah menjadi lagu Boys Don't Cry-nya The Cure. Gimana enggak? Gue tahu Puti sudah punya pacar baru setelah putus dari gue beberapa bulan ini. Lantas masa iya gue yang notabenenya mantan Puti dan jelas-jelas lebih ganteng dari pacarnya yang sekarang itu berani ngajak Puti jalan? Gue bukan takut sama pacarnya, cuma yaaa agak nggak enak aja.
Masa sudah berstatus pacar orang tapi masih jalan sama mantannya? Walaupun gue tahu muka pacar barunya lebih mirip sama Garem Rujak ketimbang muka orang biasanya, tapi gue nggak boleh gitu juga dong sama species yang dilindungi itu.
Tapi, hati gue yang tiap harinya selalu mendung dan diguyur hujan ini sudah terlanjur terlalu rindu akan hadirnya Puti. Hati gue sudah berubah jadi Hutan Hujan Tropis, dengan di dalamnya hidup berbagai macam flora-fauna yang sering gue sebut sebagai, Galau, Kangen, Rindu, Perih, Nanar, Cinta, Jarak, dan Waktu.
"Oke, aku jemput besok di rumah kamu jam 10 siang aja ya.. Soalnya besok hari minggu, jadi pasti kamu bangunya siang." Balas sms gue lagi.
Tidak sampai satu menit, ada pesan balasan dari Puti masuk ke HP butut gue.
"Emm kamu masih inget ya?"
Hahaha tampaknya taktik pura-pura-ingat-guna-menyanjung-hati-sang-pujaan ini berhasil dengan baik. Setelah putus dari Puti, gue baru merasakan bahwa jarak tak pernah menyiksa seperti ini sebelumnya. Kehilangan terasa seperti penyakit mematikan yang obat penawarnya hanya ada di diri satu orang, dan gue benar-benar sekarat setelah ditinggal Puti pergi. Tampaknya perkataan para filsuf cinta ada benarnya, kau akan merasakan sayang teramat sangat tepat ketika yang biasanya hadir, kini tak ada lagi.
Nggak terasa hari sudah malam. Malam ini gue mau langsung bobo-bobo ganteng dulu, tidak lupa colek pipi kiri dan kanan dengan Garnier Cream Malam biar wajah kencang di pagi hari nanti. Biar pas ketemu gue nanti, Puti langsung tertegun dan berperang dengan hatinya sendiri,
"Masa sih cowok ganteng kaya gini lu rela lepasin hanya demi Garem Rujak kaya pacar lu yang sekarang itu, Put?!"
Itulah perang batin yang gue harapkan yang akan terjadi dalam benak Puti besok pagi.
bersambung...
Hampir setahun yang lalu. Ramadhan kemarin kita besama-sama menikmatinya, kita yang bergantian menjadi alarm ketika tiba waktu sahur entah itu kamu yang duluan membangunkan aku dan begitupun sebaliknya, kamu yang setiap menjelang ba’da subuh membangunkan aku ketika ketiduran selepas sahur.
Dan menjelang waktu buka, hampir setiap sore entah berdua atau bersama teman-teman kamu kita mencari menu buka puasa yang khas dikota ini, beberapa jajanan khas yang ada dipinggir jalan, warung makan yang sudah penuh, kamu tertawa terbahak-bahak diatas motor dengan beberapa candaan yang aku keluarkan, hingga telat berbuka puasa. Beberapa hal dari Banyak hal yang sampai sekarang masih teringat. -_-
Namun, pada bulan ramadahan kali ini. Semuanya sudah berubah, posisi yang dulunya aku disamping kamu sekarang telah digantikan oleh seseorang yang entah apakah dia membuatmu lebih bahagia, bisa membuatmu tersenyum lebar, bisa membuatmu lebih nyaman, dari berbagai cara yang aku lakukan dulu agar bisa membuatmu bahagia.
Saat ini aku sedang menikmati sahur dan buka puasa sendiri sembari mengingat hal-hal aneh yang kita lakukan dulu.Â
Dude...
Dude… Hidup tanpa menunggu itu menyenangkan.
Kamu bisa singgah di banyak tempat. Mengetuk banyak pintu. Menginap di banyak hati. Ngapain juga harus terpenjara sama sesuatu yang tak kasat mata?
Atau, kalau memang ada perasaan untuk tetap menunggunya, baiknya kamu bermain di banyak hati sembari juga menunggunya.
Nggak ada yang salah dengan hal itu. Siapa tau kamu malah bisa menemukan tempat baru dan jadi memilih untuk tidak menunggunya lagi.
Nothing to lose.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Jika tulisan kalian masih sama dengan tulisan orang lain, itu berarti kalian masih kurang membaca
.
.
.
.
.
.
“Ada beberapa lagu bagus di playlist handphone yang terpaksa tidak didengar lagi karena akan mengingatkan sama seseorang yang sudah pergi”.
lalu
Aku menyukaimu, dan begitu sebaliknya
Kamu menyukaiku, tapi sayangnya kamu masih tertinggal dimasalalu kamu.
Jadi bagaimana kalau kamu selesaikan masa lalumu terlebih dahulu dan berdamailah dengan masa lalumu.
Setelah itu. “Datanglah, lalu bersandarlah dipundakku maka akan aku ceritakan semuanya kecuali perpisahan”. -_-
ada jeda untuk beristirahat sejenak memulai hubungan dengan orang yang baru, termaksud dengan kamu.Â
dan memperbaiki cara saya yang salah dalam menjalani suatu hubungan.
Teruntuk kamu yang tengah kehilangan; Matamu butuh waktu untuk beristirahat sejenak. Senyummu telah rindu ingin bertamu. Jangan terlalu larut.
Perihal hilang, memang tak selalu kembali. Bisa saja ada yang datang lagi. Hatimu harus berbahagia setelahnya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
kitong sodara to kaka.!
Lelah sendirian, namun juga takut menjalani sebuah hubungan, Walaupun luka ku ini sudah lama terobati, tapi aku masih ingat betul bagaimana perihnya pengkhianatan, bagaimana sedihnya kahilangan, dan bagaimana hancur hati ini ketika lagi pada fase sayang-sayangnya namun dia pergi begitu saja, dan lebih sakitnya lagi dia telah menjalani hubungan bersama orang lain, Tapi disisi lain aku juga ingin kembali merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta, bagaimana rasanya memiliki, dan bagaimana caranya saling memahami.......