After finishing White Nights by Dostoevsky, Iâm kinda concerned about myself. The young manâs feelings feel really familiarâto the dreamer, the loneliness, and sometimes being stuck in the past. That's so me.
Iâve been thinking about it a lot these past few days. The line between solitude and loneliness feels so thin, and Iâm afraid that loneliness is quietly growing and will eat me away.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
â Live Streamingâ Interactive Chatâ Private Showsâ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
It's been a long time that I've been spent weekend with myself, lost in my own worldâwith book, coffee, and everything that make me happy.
Karena hari ini mau memperbaiki mood, aku memutuskan buat pake outfit yang girly, pake top vest, short skirt, dan salah satu sepatu favoritkuâmeski sejujurnya agak kurang nyaman, apalagi banyak jalan kaki, but someone said, "beauty is pain." HAHA.
***
Seperti biasa naik KRL dan lanjut MRT. Pemberhentian pertama adalah Pasar Santa. Karena sampe sana masih cukup siang dan PANAS, aku putuskan buat melipir dan ngadem dulu ke Tuku. Di sana, yang kubeli tak lain dan tak bukan adalah Cold Drip Remonâmenu favorit yang telah menggeser KST. Sekalian mengabadikan momen, yang lebih tepatnya, pingin pamer jam HAHA.
Salah satu jam favorit. Super ringan, vintage, dan timeless.
Lanjut ke destinasi utama, yaitu POST Bookshop, toko buku indie yang nyempil di Pasar Santa.
Meski banyak buku menarik, aku biasanya cuma fokus di sudut ini karena didominasi dengan buku tema sejarah dan politik.
Setelah banyak pertimbangan, akhirnya memutuskan buat membawa pulang buku Alok gara-gara sliweran terus di twitter.
Karna masih sore, jadi lanjut ke M Bloc sekalian mau ke photobooth. Kalo dipikir-pikir, beneran keliatan kecintaan banget ya sama Perunggu? Soalnya udah tiga kali foto dengan frame yang berbeda. Pertama sendiri, kedua sama seseorang, dan yang ketiga balik sendiri lagi. Hidup emang ada aja plot twist-nya HAHA.
Setelah photobooth, aku iseng cek koleksi buku patjar merah di Mataloka. Sungguh disayangkan koleksinya kurang menarik, malah bikin makin kangen sama kedai patjar merah di Pos Bloc deh. Kenapa sih gak selesai-selesai renovnya? :((
Destinasi selanjutnya adalah Gramedia Jalma. Sebenernya udah niat mau beli buku White Night atau Madonna in a Fur Coat. Bodohnya aku gak cek dulu di website dan pas sampe sana stoknya kosong, gak jadi beli buku deh. BTW, sepertinya gak ada Bang Ajay. Apakah beliau udah pindah cabang? :(
Karena laper dan cuaca mulai mendung, mampir dulu ke Dobah. Beneran secinta ituuuuu, apalagi aku orangnya sweet tooth. Biar gak planga plongoâmeski dateng sendiri, aku sambil nulis beberapa pikirianku aja di jurnal.
Setelah kenyang, lanjut develop dan scan roll film ke ojisan lab, terus pulang naik MRT. Gak lupa minta stamp di loket sebagai kenang-kenangan.
Siapa lagi namanya kalo bukan Ana yang suka impulsif dan nekat? HAHA.
Gak 100% impulsif juga sih karena emang udah kepikiran lama mau cobain via feratta. Kebetulan April ini ada long weekend, jadi aku memantapkan hati nyobain ini. Berhubung temenku gak ada yang mau dan berani (DUH kenapa punya temen gak ada yang seru???), jadinya aku pergi sendiri aja ikut OT.
Gak menyeramkan sama sekali, malah seru banget SUMPAH. Cuaca kemarin cerahâbahkan cenderung terik yang menyengatâjadi puas banget liat pemandangan Waduk Jatiluhur. Sayang agak berkabut(?), entah beneran kabut atau polusi.
Sampe diketinggian 300 m.
Di sana juga banyak dapet kenalan baruuuu, banyak cewe-cewe pemberani. Dari 17 orang, 6 orang (termasuk aku) lanjut sampe ke puncak dengan total tinggi 900 m. Katanya sih ini jadi jalur via feratta kedua tertinggi di Asia.
Gak sia-sia bangun pagi pas long weekend buat dapet pengalaman seseru ini. Duh, jadi gak sabar buat mewujudkan bucket list Ana the Explorer lainnya HAHA.
Hari ini di awali dengan fisioterapi karena bahu yang makin nyeri akibat salah gerak pas gym. Sumpah makin gak nyaman dan menggangu mobilitas.
Sesuai dugaan, pas di fisioterapi pun terapisnya bilang ototku kejepit. Selain karena salah gerak, ternyata nyeri juga akibat dari otot back kanan yang lemah, jadinya tiap gerak bahu refleks maju dan jadi kerja ekstraâbisa dibilang ada muscle imbalance juga di otot back.
Selesai fisio, aku malesss banget pulang karena pasti macet, jadi kuputuskan buat cari cafe buat sekalian kerja.
Iseng-iseng nyari rekomendasi di tiktok, terus nemu book cafe lucu. Letaknya cukup tersembunyi karena di area pasar modern. Pas nyampe ternyata oke banget! Meski gak besar, tapi ada dua lantai dan ini beneran book cafe yang ada buku di tiap sudutnya (bukan ala-ala doang). Super happy!
Sebenernya koleksinya masih lebih banyak lagi, tapi gak sempet ke foto.
Sangat disayangkan aku belum bisa baca koleksinya karena harus fokus kerja (SEDIH).
Kalo kuperhatikan, koleksi bukunya cukup oke and I think the owner is definitely a bookworm. Aku liat ada beberapa buku Pramoedya Ananta Toer, Mochtar Lubis, J. K. Rowling sama Agatha Christieâpara penulis favoritku, sayang J.K. Rowling ternyata zionist.
Sepertinya tempat ini bakal jadi tempat favoritku buat WFC dan me time. Terus, gak jauh dari rumah juga. Love banget!
Akhir-akhir ini lagi dibuat sedih sama beberapa teman, tapi entahlah. Mungkin aku yang lagi sensitif atau memang akhirnya aku menyadari pertemanan ini rasanya berat sebelah.
Aku selalu menanamkan bahwa aku selalu menjadi teman yang baik dan jor-joran. Berusaha selalu ada, nanya kabar, mendengarkan cerita mereka, bahkan sampe diajak main dengan lokasi sejauh apa pun sangat bisa kuusahakan (giliran mereka yang kusuruh main ke daerahku, selalu aja alesannya jauh. SEDIH).
Setelah dipikir-pikir, aku terlalu banyak effort sendirian ya? Rasanya... Gak sebanding dan tahun ini titik balik aku merasa sangat lelah, perlahan merasa gak dihargai.
Aku paham, semakin dewasa emang prioritas orang berubah, terutama yang udah nikah. Teman akan jadi prioritas ke sekian. Tapi, gak ada salahnya kan untuk tetap saling melakukan hal-hal kecil buat menjaga spark pertemanan? Sesimple nanya kabar atau ngucapin ulang tahun, misalnya.
Toh, ya sudah, aku gak bisa menuntut dan kurasa cukup. Aku gak mau lagi menjadi orang yang selalu mengejar, memohon atau selalu berusaha. Baik terkait percintaan atau pertemanan, harusnya gak bertepuk sebelah tangan.
Lebih baik aku sedikit menjauh, gak lagi terlalu jor-joran kayak sebelumnya. Aku sadar diriku lebih berharga. Aku gak pantas diperlakukan gak adil kayak gini dan gak mau sedih berkepanjangan. Mungkin, masanya juga memang udah abis aja....
Growing up means you shouldn't be the person who's always chasing, begging or putting all the effort anymore. It shouldn't be one sided, whether in love or in friendship. Just walk away. Don't disrespect yourself. You don't deserve to be treated like shit. Enough is enough.
And the moment I stop giving you full effort is the moment you start losing me.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
â Live Streamingâ Interactive Chatâ Private Showsâ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Setelah tiga kali pertemuan, akhirnya baju pertamaku jadi. OMG soooo proud of myself!
Bagian paling susah dari ngejahit bukan pas pake mesin, tapi bikin polanya. Aku beneran kesulitan. Ditambah, aku kalo ngitung dan pake logika tuh mikirnya supeeerrr lama, gak bisa langsung sat set dan paham detik itu juga. Untung gurunya sabar dengan aku yang telmi (telat mikir) ini :")
Sejauh ini, aku suka dengan aktivitas ngejahit. Bikin aku fokus dan tenggelam. Les lima jam juga gak berasa, bahkan malah kurang karena waktu berlalu cepet banget. Sisi baik lainnya, aku jadi makin produktif juga. Happy!
Selesai jahit kemeja ini (karena masih ada waktu), aku bikin pola dress. Kirain lebih gampang, ternyata sama aja susah..... Bahkan aku baru ngeh ketika pola baju belakang udah dipotong, aku salah ngitung panjang dan lebar belakang. Stress berat! Untungnya bisa diakalin, jadi aku rombak dikit dan gak perlu bikin pola dari awal.
Terus, pas bikin pola bagian depan ada lagi salah ngitung lingkar pangkal lengan hahaha (ketawa dengan miris). Gurunya langsung ngeh dan ngecek pake meteran dan beneran sempit dong. Aku pun ngitung ulang buat benerin pola.
Belum lagi salah gambar kupnat pinggang dan kupnat princess. Pusing banget ngitungnyaaaa. Akhirnya, aku minta lanjutin gambar pola di rumah aja karena jam les juga udah selesai.
Bener-bener kegiatan yang perlu fokus tinggi, pinter ngitung, mainin logika, sabar, dan telaten. Tapi, aku yakin bisa istikomah (bismillah), soalnya kalo aku udah bertekad bulat, aku beneran mengusahakan untuk bisa hahaha.
Note: I got the inspiration to write this letter from the song âLetter to My 13 Year Old Selfâ by Laufey.
Hi Ana! This is you from the future. Iâm 29 years old now and it actually feels amazing.
I assume youâre in your junior high school era, right? Ah, I remember I had so many beautiful memories at those moments. I met some really good friends (and you know what? Weâre still friends even now!) and kept playing basketball as my hobby. Sometimes I wish I could go back to those days.
I know you feel really scared about the futureâwhat you want to study in uni, what you want to be after you graduateâbut donât worry! Youâll be totally fine. Even tho you wonât end up taking a history or archaeology major, youâll have a lot of fun studying communication science because you love writing. And in uni, youâll make a lot of friends too! They make your life in uni much more fun, lively, and bearable.
Then, after graduating, I know youâll feel really stressed to find your first job. But surprisingly, youâll end up working at an advertising agencyâyour dream job. The journey wonât be easy (and it will make you stressed and cry A LOT), but youâll handle it really well. Youâll do a good job. Even during the rough times, your good friends from high school and uni will still be there for you, so you donât have to worry.
But⌠Maybe thereâs some not-so-good news too. You always think your love life will get betterâthat youâll meet your soulmate, get married by 25, have a beautiful child, and have your own home. But Iâm sorry⌠I havenât achieved those things yet.
You struggle a lot to find the right personâgo from one date to another, meeting new people, but still canât find the love of your life even tho you try so hard. So sucks. Sometimes it makes you feel really sad, lonely, tired and fed up. And I dunno whyâŚ.
But thatâs okay, youâll be able to endure it. Instead, you start focusing on improving yourself, doing your hobbies, trying new things, and exploring life. Itâs one of the ways you get to know yourself better and figure out what you really want in life.
And hereâs the good news. After all the heartbreak, you become braveâbrave enough to travel solo. Imagine that⌠From a little spoiled girl who was always worried and couldnât do anything alone, you grow into a woman who can do everything by herself. Sounds amazing, right? OMG I canât wait for you to experience this.
Last but not least, I just want to tell you that you donât have to worry. Donât overthink too much. The journey wonât always be easy, but youâll handle it. Youâll learn a lot, grow up healthy and happy, and become stronger along the way.Â
I met a man in a random way. At first, I was just being nice, but somehow he really caught my eye. We have tons of similarities. We like the same books and band, love working out and writing, have mutual friends, and even share the same silly little dreamâwe both wanted to experience mountain hiking with our fiancĂŠe.
Never in a million years did I imagine meeting a man like that. As time went by, I found myself falling deeper and deeper. I even caught myself wondering, âMaybe this is what it feels like to meet your soulmate?â
But it just became the same old story. Our relationship ended before we even officially started dating. And it really broke my heart.
The saddest part is that we both knew we were falling for each other, but there was a situation that made it impossible for us to be together. I wanted to stay, but he begged me not to. I cried so hard, and in that moment we walked away to live our separate lives.
After that, there were so many moments when I kept questioning God, even blamed myself. Why did we end like this? Why did we meet at the wrong time? Why I just didn't be egoist and stayed with him? Just why, why, and why⌠And I was mad at God, frustrated with myself.
Even sometimes, I still wondered why he didnât make a small moveâsomething that shows he still wanted me. Maybe he really didnât⌠Or maybe he had met someone else. I dunno.
But the thing is, Iâm not mad at God anymore. Iâm learning to accept things with an open heart. I realizing that everything I did for him was all I could do at the time. So, I pray to God, âIf we're not meant to be, please remove him from my life and send me the man who is truly right for me.â
And suddenly, in a magical yet strange way, he seemed farther away. The memories we sharedâthe late-night calls, the sweet messages that once warmed my heartâvanished just like that. Every piece of him became more and more vague.
Sometimes I just wonder, âHow come? Heâs the man I want in my life, the man I want to walk beside me down the aisle. It doesnât make any sense. Yesterday I really wanted him, but today my love for him has just vanished into thin air.â
I keep thinking of all the possible ways, but I still canât find an answer. Maybe, just maybe, God heard my prayer.
Maybe God wants me to move on, focus on myself, and then at the right time, God will send me a man who can treat me better. A man not just I want, but one I need; a man who gives his all and loves me fully; a man who stands by me in happiness and in sickness; a man who chooses me, wants me every single day.
So for now, I keep praying and leaving the rest, because God knows best.
Gue ngerasa yaudah aja? Karena emang udah biasa juga, tapi temen gue beneran heran karena dia takut ada begal dan hal menyeramkan lainnya. Untungnya jalan ke arah rumah gue emang rame, jadi toh gue ngerasa aman aja.
Ceritanya hari ini kerja sampe malem. Posisinya itu jam 10:30 malem dan gue di daerah Rasuna Said. Pas mau pulang, temen gue nanya, âLo beneran pulang jam segini ke arah Bekasi? Cewe dan naik motor lagi.â
Tapi, selama di jalan pulang pun gue jadi mikir. Apa sebenernya kayak âginiâ tuh gak normal ya? Perempuan, pulang malem jarak jauh, dan naik motor sendirian lagi.
Sebenernya perempuan gak apa kah semandiri ini? Atau selama ini gue terlalu menormalisasi? BingungâŚ
Terus, kemarin juga sempet ada momen juga gue diajak bukber di daerah Pondok Cabe. Awalnya gue gak mikir panjang, jadi gue iyakan, tapi pas hari H gue jadi kepikiran gimana pulangnya. Meski pun gue bawa mobil dan full toll, tapi nyetir sendirian malem-malem dari Pondok Cabe ke arah Bekasi tuh bener-bener berisiko. Kalo gue kenapa-kenapa di jalan gimana? :(
Kalo dipikir-pikir, sedih ya. And at this moment, i always blame myself, wondering why i donât have someone to rely on. Why does God keep making me rely only on myself? Sometimes i just feel so tiredâŚ.
Berawal dari tahun 2020-an yang mana gue beberapa kali jadi bridesmaid dan perlu jahit baju, gue kepikiran buat ambil les jahit. Sayangnya, tiap jahit seragam adaaaa aja kurangnya, gak pernah 100% sesuai keinginan gue.
Bertahun-tahun, niat itu cuma sekadar niat, gak pernah benar-benar teralisasikan. Tahun ini tekad gue bulat dan gue beneran daftar les jahit. Seneng bangeettttt salah satu wishlist hidup gue tercapai! Bismillah semoga istikomah HAHA.
Di samping sebagai upgrade diri dan keinginan punya hobi baru, gue berharap les jahit ini juga bisa jadi jembatan gue buat jadi cewe keren. Also, i wanna be a cool mom.
Bayangin aja, di masa depan ketika gue punya anak, anak gue bilang, âIni nyokap gue yang jahit lho!â Damn, that sounds cool.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
â Live Streamingâ Interactive Chatâ Private Showsâ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Someone once said, âI remember is more powerful than I love you,â and I donât believe it.
But somehow, when I see books, a bookstore, or a library, I remember how much you love books too. âMaybe heâll love this book.â
When I wear a cap, I remember how you usually wore one too when you worked or went to the gym.
When the rainy season begins, I remember you always had a flu or cough, so I had to remind you to reduce smoking your iqos.
When I get cold at night because my AC temperature is too low, I remember how you couldnât sleep in a room that was too coldâyou always set your AC to 25°C.
When I go to the gym and do my leg day, I remember how much you struggled with doms after leg day.
When I make my homemade yogurt, I remember you saying, âI love your yogurt, but I canât eat it anymore,â and it breaks my heart.
When I watch a DIY leather book journal video, I remember how you love writing too, and how you sometimes made notes about the books you read. It makes me want to make one for you, but I know I canât.
Itâs funny, right? At first, I donât believe it. But now I realize⌠I do remember a lot of things about you.
Hari ini ada kejadian yang agak bikin gue shock, gini ceritanya...
Hari ini gue memutuskan berangkat kerja naik KRL. Pas sampe, ternyata gue ketinggalan kereta, jadi gue nunggu kereta berikutnya, sekalian buka laptop dan nyicil kerjaan. Gue duduk di peron 3 karena emang mau ke arah Sudirman, terus ada sepasang pasutri.
Awalnya agak gue gak begitu memperhatikan, sampe tiba-tiba si istri teriak marah ke suaminya, "Gendong nih anak lo, gue capek!"
Jujur gue kaget, apalagi posisinya udah agak siang (jam 11an) dan peron itu cukup sepi, jadi teriakan si istri bener-bener kedengeran. Yang bikin gue shock adalah si suami tiba-tiba nyamperin istrinya dengan gestur kayak mau mukul. Lebih parahnya, si suami sampe ngata-ngatain istrinya tolol dan kata kasar lainnya. GUE MAKIN TAKUT.
Selain takut karena denger teriakan dan makian, gue takut mereka ribut. Untungnya, si istri langsung menghindar dan menjauh dari si suami, gak jadi ribut. Gak lama kereta dateng dan gue langsung naik, gak tau kelanjutan kejadiannya.
Yang bikin miris, si istri sambil gendong anaknya yang masih kecil, mungkin usia 6 bulanan. Sempet ada momen di mana gue sama anaknya saling tatap, di situ gue beneran kasiaaan banget. Raut wajah adiknya super polos, tapi harus menyaksikan kedua orang tuanya berantem dengan penuh teriakan dan makian. Gue cuma berharap, adiknya gak sampe diperlakukan secara kasar.
***
Sejujurnya kejadian itu beneran bikin gue shock. Gue bener-bener GAK SUKA banget denger teriakan atau bentakan. Rasanya beneran gak nyaman. Kejadian hari ini pun bikin gue flashback ke momen-momen gue kecil, di mana nyokap gue sering bentak karena gue selalu nangis (dan bisa berkali-kali dalam sehari) karena digangguin kakak-kakak gue.
Dibentak nyokap aja bikin gue sedih, apalagi dibentak pasangan ya? Ya Allah, may those kind of love NEVER find me.
Hari ini tumben-tumbenan gue mau diajak lari di GBK, biasanya juga ogah karena jauh. Berhubung kemarin gue gak ikut main ramean (karena jauh dan lagi mode introvert), jadi hari ini menebusan dosa ke teman gue satu ini HAHA. Dia udah bilang dari minggu lalu mau meeting di jkt (cuma 3 hari), makanya gue agak gak enak kalo gak jadi ketemu.
So, here we are, lari berdua aja karena dua teman gue yang lainnya gak ikut, lebih pilih berbuat maksiat (re: mabok), terus dua lainnya entah ke mana.
Hari ini lumayan dapet 3 km. Kalo masalah kaki, gue yakin kuat karena rasanya biasa aja, gak pegel. Masalah napas? Wah kacau. Beneran harus diniatin buat rutin kardio lagi, setidaknya seminggu sekali. Gak tau kenapa, tiap lari sebentar tuh gampang engap. Main basket satu quarter pun beneran gak sanggup full lari. Parah banget.
***
Tiba-tiba random kepikiran. Kadang teman-teman perempuan gue suka nanya, "Kok lo bisa sih sesantai itu pergi main sama temen cowo?"
Awalnya, gue pikir itu adalah hal yang normal? Eh, ternyata bagi sebagian orang itu gak sama sekali. Mungkin emang beda jenis pertemanan kali ya karena dipertemanan gue emang sesantai itu. Sesimpel makan/nongkrong berdua pun biasa aja, gak bakal ada yang ngecengin apa gimana.
Alasan terbesar juga karena gue melihat teman-teman cowo gue sebagai "no gender", makanya gak pernah baper (dalam artian romantis). Beneran udah tau sifatnya mereka gimana, jadi DUHHH gak dulu. Personally, sebagai temen oke, but as a boyfie is a big NO, beneran sejauh itu dari tipe gue. Itulah kenapa gak pernah kepikiran buat suka.
Selain itu, dua dari empat temen cowo gue pun udah nikah sama pilihannya masing-masing. Artinya, pertemanan cewe cowo tanpa melibatkan perasaan itu rill terjadi kok. Gue pun happy temen gue bisa menemukan partnernya masing-masing (meski gue sendiri pun belum :"))
Tadi liat salah satu postingan temen deket gue di Instagram Story. Intinya, dia abis jalan-jalan ke salah satu museum di Jakarta. Entah kenapa, gue ngerasa agak miris? Ada perasaan, "Kenapa ya dia diajak temennya mau, sedangkan sama gue gak?" Terus berujung sedih sendiri.
Hal yang begini bikin gue sangat jarang mengajak siapa pun masuk ke "dunia" gue. FYI, gue suka banget ke museum, art gallery atau pameran. Meski belum tentu gue suka dengan isi dan temanya, tapi pasti ada aja hal menarik yang gue pelajari. Bisa jadi tentang sejarah bangunan atau pun hal lainnya.
Sedihnya, gue gak punya circle yang bersedia untuk menemani gue. Mungkin sesekali mereka bisa aja mau, tapi gue gak siap dengan responnya. Gue takut mereka gak tertarik, bosen atau keliatan terpaksa hanya karena menuruti kemauan gue. Hal itu beneran bikin gue sedih gak main-main (karena pernah kejadian).
Pada akhirnya, gue akan selalu pergi sendiri. Terkadang sedih sih, tapi mau gimana? Gue hanya bisa mengandalkan diri sendiri, lagi-lagi survival mode.
Sebenernya pernah ada satu orang yang bersedia untuk masuk ke "dunia" gue ini dan menemani gue jalan-jalan ke museum. Entah dia beneran tertarik atau sekadar basa-basi aja, gue pun gak tau. Meski gitu, gue udah beneran happy banget. Sikap antusiasnya sangat berarti buat gue. Sayangnya, itu orang itu cuma jadi cerita masa lalu.
Karena itu, gue selalu berdoa sama Tuhan untuk dipertemukan with a man who matches my freak. Gak perlu satu hobi atau punya ketertarikan yang sama, tapi laki-laki yang selalu suka belajar hal baru, selalu antusias dan mendukung hobi gue, serta selalu bersedia untuk menemani ketika gue tenggelam dalam "dunia" gue.
To be love is to be seen,
To be heard,
To be considered,
Also to be chosen, every single day
Di malam minggu yang tidak ada kerjaan ini, gue ngide buat baking. Udah lama juga gak baking, plus lagi pingin makan yang manis-manis. Karena lagi muak sama cookies ((dan di keluarga gue pada gak terlalu suka juga)), jadi bikin carrot cupcake aja. Super gampang dan punya semua bahannya sekaligus menghabiskan sisa cream cheese forsting di kulkas.
Sudah pasti semua keluarga gue approved. Mereka pada heran karena cupcake nya gak ada rasa wortel samsek <3
Cuma foto tiga cupcake karena yang lain frosting-nya amburadul. Untungnya ponakan bocil approved hahaha.
***
Terus, tiba-tiba kepikiran. Kapan ya part di mana gue bisa punya rumah sendiri dengan dapur yang luas? Pingin punya stainless steel working table, kitchen pantry (buat menyimpan alat baking dan bahan kue), jejeran pisau mahal, dan oven gas. Dapur rumah gue sekarang JUJUR terlalu sempit.
Sekeluarga pun udah paham kalo gue udah ngeluarin oven tangkring. Pertanda area dapur dan meja makan harus clear dari barang dan manusia. Gue bener-bener gak suka direcokin (dan bisa badmood) hehe :))
***
Another random thought, bismillah suami dan anak gue di masa depan bangga punya istri dan ibu kayak gue. Biar apa? Biar gue semangat baking tiap weekend dan bikinin makanan apa pun yang mereka mau. Definitely baking is one of my love language. I dont say âi love youâ, but i say âi bake for youâ <3
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
â Live Streamingâ Interactive Chatâ Private Showsâ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Tahun udah berganti dan udah memasuki tanggal 2 Januari lagi. Rasanya berat karena hari ini tepat hari ulang tahun teman baik gue di SMP, namanya Ikhwan.
Sejujurnya gue juga agak lupa gimana pastinya kita bisa berteman. Awalnya mungkin karena kita satu organisasi, tapi... Entahlah, gue tidak bisa mengingat secara pasti. Memori terjauh yang gue ingat, dia salah satu orang yang selalu ada dan menemani masa-masa kelas 8 dan 9. Jam istirahat kita sering makan bareng dan ngobrol di depan koridor kelas (FYI, kelas kita sebelahan). Ikhwan adalah orang yang sangat wise, jarang marah, dan bisa menghadapi gue yang suka marah-marah, ngambek atau mood swing (baru sadar zaman SMP gue semenyebalkan itu). Makanya gue banyak cerita ke dia, terutama soal percintaan.
Ketika SMA dan kuliah, kita jadi lost contact. Mungkin karena beda pergaulan dan kota juga. Setelah balik wisuda di 2020, gue dan Ikhwan jadi deket lagi. Beberapa kali sempet chat dan hangout berdua dan ternyata dia masih orang yang sama. Masih super extrovert, bawel, dan selalu ada aja ceritanya. After all those years, iâm still not awkward around him. Ketika ketemu pun banyak hal pula yang dibahas. Cerita tentang zaman sekolah, kerjaan, percintaan, dan cerita random lainnya.
Ada satu momen dimana dia makin sering ngajakin ketemu, bahkan bersedia buat nyamperin gue. Sayangnya, gue banyak menolak karena sibuk sendiri. Ternyata, itu adalah awal dari sebuah penyesalan.
Suatu pagi gue di chat temen gue kalo Ikhwan udah gak ada, pergi menemui Tuhan Yang Masa Esa. Gue shock berat dan denial, nyatanya kabar itu bener. Sedihnya lagi, gue gak bisa melihat dia buat terakhir kalinya karena dia langsung dibawa dan dimakamkan di kampungnya Tasikmalaya. Sedih. Masih gak nyangka kenapa dia harus pergi secepat ini.
Itulah awal mula dari sebuah penyesalan. Padahal gue berjanji kalo hangout lagi, gantian gue yang traktir dia. Gue pun masih inget sama keinginan dia untuk menikah dengan wanita yang sedang dia usahakan. Nyatanya kedua hal tersebut gak bisa terwujud.
Sejak kejadian itu, gue suka FOMO sama teman-teman gue. Suka tiba-tiba chat dan nanya, "Kok gue udah lama gak denger kabar lo" atau ngajak main. Jujur gue takut untuk kehilangan teman lagi.
Note: Entah kenapa gue gak pernah punya foto yang proper sama dia :")
Pada awalnya, semua terasa sulit. Puluhan pesan teks, obrolan malam sebelum tidur hingga kebiasaan kecil mengucapkan "selamat pagi" yang sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Pada suatu hari, semua berhenti. Rasanya aneh dan hampa hingga membuatku gila. Kepalaku pening. Hatiku kian hari kian nelangsa.
Seorang sahabat pun memberi nasihat, "Hadapi saja, rasakan semua. Semakin kau hindari, rasa itu justru kian membunuhmu perlahan."
Aku jawab, "Yang benar saja? Kau ingin membuatku makin gila?"
Kubiarkan nasihat itu jadi angin lalu. Tak kuhiraukan hingga berminggu-minggu. Benar saja, malah aku makin tak waras, kerap menangis terlewat batas. Tidur pun tak nyenyak, kerap terbangun tengah malam hingga tubuhku kelelahan.
Lambat laun, aku mulai mempertimbangkan nasihat sahabatku. "Mungkin, perasaan kehilangan ini harus aku hadapi dan mulai berdamai dengan diri sendiri. Rasanya pasti sulit, sulit sekali. Tapi, percaya saja semua ini akan berakhir dan aku, bisa bahagia lagi." Kata-kata itu terus menjadi mantra yang aku rapalkan tiap hari.
Suatu pagi, aku bangun dengan hati yang lebih ringan. Perasaan kehilangan itu tak lagi menyesakkan, justru hilang bagai tak ada beban. Hatiku lega, aku sudah rela. Dengan lantang, aku berani mengucapkan, "Selamat tinggal. Semoga masing-masing kita menemukan bahagia."