Kali ini aku tak peduli. Saling tersadar bahwa ternyata kami sudah menjadi rumah satu sama lain. Untuk sekarang aku hanya ingin mendampinginya, Ikmal.
Bukittinggi, 12 Agustus 2022
I'd rather be in outer space 🛸

Discoholic 🪩

pixel skylines
art blog(derogatory)
Show & Tell
Phantogram Three
Game of Thrones Daily
h

Origami Around
Not today Justin

❣ Chile in a Photography ❣
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
occasionally subtle
Noah Kahan
sheepfilms

Love Begins
Claire Keane
One Nice Bug Per Day
Mike Driver
The Stonewall Inn

seen from Bangladesh

seen from Netherlands

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from Philippines
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Netherlands

seen from Türkiye
seen from Iraq
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Japan
@thisisrizka
Kali ini aku tak peduli. Saling tersadar bahwa ternyata kami sudah menjadi rumah satu sama lain. Untuk sekarang aku hanya ingin mendampinginya, Ikmal.
Bukittinggi, 12 Agustus 2022

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bagaimanapun, peran yang dominan di dalam hubungan itu tetap laki-laki. Apalagi itu perihal memperjuangkan.
Satu hari di bulan Juni
Kala hati dan pikiran sudah tak sejalan
Entah apa maunya
Mengapa terlalu sulit membuat keputusan?
Seandainya semudah itu melepaskan genggaman
Mengabaikan perasaan yang mulai dalam
Pekanbaru, 14 Juni 2022
Mau liat effortnya. Inisiatifnya ada tidak buat membaikkan keadaan yang lagi awkward. Ternyata tidak bung. Kita diam, dia ikutan diam. Awkwkwk
Rest.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Selamat hari Ayah, Pa. Ayo bertemu sebentar dalam mimpiku. Katakan apa yang ingin kau pesankan untukku. Terus terang, dunia ini terlalu jahat untukku. Kali saja, petuahmu menguatkanku.
Pekanbaru, 12 November 2021
Thankyou guys. I learned.
Calm down, Rizka. Jangan kecewa. Kamu hanya terbunuh ekspektasimu sendiri terhadap mereka. So don't expect too much to people dear.
Seseorang pernah bercerita padaku tentang pengalamannya, ketika ia sedang jatuh sakit cukup parah, dan kala itu memang butuh orang lain untuk mempersiapkan kepulangannya (ia perantau), membantu menghubungi keluarganya, atau sekadar menanyakan kabar dan perkembangannya. Saat itulah ia bisa menilai mana yang teman, mana yang pura-pura teman, katanya. And now i felt that.
Ingin bercerita dari awal kondisi ku mengidap FAM hingga akhirnya di operasi.
Pada awalnya, hari itu tidak sengaja meraba bagian payudara setelah mandi. Ingat sekali hari itu lagi di kontrakan teman. Tapi aku lupa kapan tepatnya. Yang jelas sekitar bulan Februari/Maret/April. Aku langsung menceritakan ke seorang temanku. Ia menenangkan dengan mengatakan bahwa gejala seperti itu biasa karna kelenjar hormon dan akan hilang dengan sendirinya. Setelahnya aku bersikap santai dan menghiraukannya.
Aku tak mengamati perkembangannya setiap hari. Sekali dua kali dalam seminggu setidaknya aku raba. Namun hitungan minggu demi minggu, bulan demi bulan ia tak kunjung hilang, malah makin terasa benjolannya alias membesar. Perasaankupun mulai kalut dan khawatir. Tapi aku berusaha tenang dan masih belum melakukan tindakan setidaknya menghubungi orang tua dan keluargaku di kampung (aku perantau). Aku hanya takut beliau khawatir dan dipastikan ujung-ujungnya menyuruhku periksa ke dokter.
Begitulah, kusimpan rapat-rapat sampai akhirnya aku dihantui rasa bersalah dan khawatir dengan kondisiku.
Akhirnya aku beranikan mengatakan ke mamaku, minggu terakhir bulan september. Kuceritakan bia telepon. Beliau terkejut dan sangat shock. Kutenangkan dan aku berjanji untuk pulang untuk berobat ke dokter.
Awal Oktober, sekitar tanggal 6 atau 7, aku memutuskan pulang kampung ke Bukittinggi untuk berobat ke dokter. Mengapa aku pilih untuk pulang sedangkan di Pekanbaru pun sebenarnya masih bisa berobat bahkan tenaga medis, alat dan fasilitasnya lebih memadai? Jawabannya, karena jika di rumah, aku ada keluarga yang mengurusi. Jika nanti kenapa-napa ada mereka dan setidaknya aku lebih merasa 'aman'.
Sehari di rumah, esoknya aku langsung dibawa mama berobat ke dokter spesialis bedah onkologi, aku ingat sekali nama dokternya Ismeldi Syarief. Aku sampaikan keluhan bahwa ada benjolan di payudara sebelah kiri, setelah aku disuruh menyingkap bajuku, lalu dokter Ismeldi meraba benjolan di payudaraku dengan tangan telanjang. Akhirnya aku di diagnosa sementara tumor jinak, dan beliau mengatakan satu-satunya obat(solusi) lewat jalan operasi. Badanku lemas, jantungku berdegup kencang menerima kenyataan pahit di hidupku.
Singkat cerita akhirnya aku dan keluarga memutuskan untuk setuju dengan tindakan operasi dan segera mendaftar. Aku dapat jadwal operasi tanggal 22 Oktober. Akhirnya datanglah hari H nya. Operasiku dijadwalkan jam 20.00. Pukul 19.30, aku dijemput oleh perawat dengan menggunakan kursi roda dan dituntun menuju ruangan operasi. Aku berpamitan dengan mama (karna yang menjaga hanya diizinkan satu orang).
Sebelum masuk ke ruangan operasi, aku disuruh menunggu di lorong sebelah ruangan operasi dengan tandu.
Sekitar 30 menit aku menunggu, akhirnya giliranku, dan didorong masuk ke ruangan operasi. Walaupun mataku minus, tapi masih tergambar jelas bagaimana suasana ruangan malam itu. Orang-orang berpakaian serba hijau, lampu-lampu di atas kepala, peralatan-peralatan medis, dengan ruangan cukup luas.
Tubuhku diangkat dengan karpet yang menjadi alas tandu dan dipindahkan ke meja operasi. Kusadari tubuhku menggigil saking gugupnya. Dokter mencercaiku dengan beberapa pertanyaan, sembari perawat dan stafnya mempersiapkan alat dan kebutuhan untuk operasi, sampai akhirnya aku 'dieksekusi'. Dokter menyuruhku istighfar, tidak berapa lama setelah itu aku tertidur. Bangun-bangun tiba2 payudaraku yang mau dioperasi sudah diperban saja. Alhamdulillah, operasiku berjalan lancar. Ruangan itu sedang disetel musik, yang lumayan kencang sehingga mempercepat siumanku. Akhirnya tanduku di dorong keluar ruangan dan berhenti di sekitar lorong tadi sebelum aku masuk ruangan operasi. 30 menit berlalu, akhirnya perawat datang menjemputku dan mendorong tanduku keluar ruangan operasi menuju ruang rawat inap.
Bersyukur sekali kepada Allah, sehingga operasiku berjalan lancar. Aku beristirahat di ruang rawat inap dengan infus masih terpasang. Total 3 hari 2 malam aku di opname sampai akhirnya dibolehkan pulang, dan perkembangan jahitan operasinya dikonsultasikan sewaktu check up ke poli, minggu depannya.
Begitulah gambarannya. Besok aku dijadwalkwn checkup bekas operasi. Semoga hasilnya baik dan tidak ada masalah. Semoga cepat sembuh, aku. Bangga dengan diri sendiri karna berhasil melalui sesuatu yang tidak terpikirkan akan bisa dilalui. Jadi pelajaran juga buat yang membaca agar jags kesehatan selalu. Untuk kasusku belum diketahui pasti penyebab tumornya apa. Tapi dari keturunan, nenek di pihak ayah memang ada riwayat tumor payudara juga. Sepertinya gennya mengalir ke aku. Tapi tidak dipungkiri makanan tetap jadi pemicu. Karena aku tipikal yang suka makan dan jajan. Kadang tidak berpikir apa yang akan masuk ke perut itu sehat/tidaknya. Inilah yang semestinya jadi alarmku karena sudah punya riwayat, semoga bisa menjaga.
Akhir kata, semoga lukanya cepat kering, pulih dan aku bisa beraktivitas seperti sedia kala. Semangat, Rizka😊
Bukittinggi, 28 Oktober 2021

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
I'm proud of myself because i survived the days i thought i couldn't. Semoga cepet recoverynya, cantik.
Bukittinggi, 27 Oktober 2021
Sepertinya semesta benar-benar menguji mentalku kali ini. Ujian bertubi-tubi datangnya. Tapi aku yakin, Allah kasih ini semua karena Dia percaya aku bisa menjalani dan melewatinya, semoga.
Oktober aku baru didiagnosa FAM, semacam benjolan kecil tumbuh di sekitar payudara. Jarang yang berbahaya, tapi menurut dokter harus diangkat. Pertama kali dokter mengatakan, tentu saja shock dan lemes bukan main. Aku yang jarang sakit, sehat-sehat saja kesehariannya, diuji dengan sakit ini. Perlahan aku kuatkan diri dan ikhlas menerima ketetapan Sang Kuasa. Ketika aku menulis ini, perkembangannya masih dalam pengurusan syarat Operasi. Semoga Allah lancarkan dan bisa operasi dalam waktu dekat. Aamiin
Cerita lainnya, baru kemarin aku didekati oleh seorang lelaki yang kukenal dari sosmed Telegram, dan dia menyatakan ketertarikan terhadapku, ingin berkenalan lebih jauh bahkan berniat untuk menikahiku. Perkenalan yang baru sebatas hitungan jam, lalu hilang dalam sehari. Malam ini, kudapati akun Telegramnya hilang, yang setelah ku cari tahu pengguna yang menghapus sendiri. Oke, aku mencoba berpikiran positif. Allah uji lagi imanku dengan hal lain, lelaki. Ya, ku akui aku cukup terbuai dan berniat juga untuk kenal lebih jauh, tapi ternyata Allah beri petunjuk dalam sehari, bahwa ternyata bukan dia, dan setidaknya tidak putus di tengah jalan, aku masih cukup kuat karena baru diawal.
Ya, segitulah curhatan kali ini. Tak menceritakan pada siapa2, aku hanya ingin mengeluarkan yang tersimpan di kepala dan hatiku lewat tulisan. Kuharap setelah ini bisa lega. Ku tak berhenti libatkan Allah dalam setiap ceritaku. Setiap kejadian, tawa, sedih, sakit, sehat itu kuasa-Nya. Aku hanya bisa jalani yang udah ditetepkan oleh-Nya. Dan semoga saja, kesulitan ku sat ini Allah hadiahkan kebahagiaan sebagai gantinya nanti. Aamiin..
Semangat Rizka🔥
Bukittinggi, 16 Oktober 2021
Step by step. Nikmati rasa sakitnya fi. Yakin Allaah tdk akan mencabut nikmat tanpa menggantikan dengan kenikmatan yang lebih baik di sisiNya.
Bila dirasa ujian datang bertubi-tubi, berbahagialah sebab itulah cara Allah agar dirimu sadar kalau dunia tak seharusnya jadi prioritasmu.
Bila ujian dirasa datang bertubi-tubi, berbahagialah! Sebab kamu masih diberi kesempatan untuk kembali kepada Allah dengan hati penuh kesadaran kemana seharusnya kamu bergantung.
@ngasihjeda
Pada mereka yang kau tau usianya tak lagi "muda" lantas masih terlihat sendiri dan belum ada tanda-tanda akan menggenap, sudahlah ngga usah ditanya-tanya.
Mungkin kamu pikir mereka hanya fokus pada karir sampai-sampai tak sempat meresahkan nasib kesendiriannya, ngga galau karena terlihat fine-fine aja jalanin rutinitas hariannya. Masih haha hihi sama temen-temennya.
Padahal di balik itu, kamu ngga pernah tau seberapa perjuangannya menenangkan hati kedua orang tua, juga sanak saudaranya kalau waktu itu akan tiba. Sosok pendamping yang tepat juga kelak akan Allah hadirkan di waktu yang tepat juga.
Kamu ngga tau seberapa keras ikhtiarnya, do'anya yang ia pinta kepada Rabb-Nya di sepertiga malam. Kamu ngga tau kalau setiap pertanyaan dan sindiran tentang hal itu cukup mengusik ketenangan hidupnya yang ia pupuk setiap hari.
Dan herannya tuh, ngapain ya ada orang nanya perkara yang sebenarnya dia pun udah tau kalau yang ditanya ngga tau jawabannya. Karena masalah jodoh ada di genggaman Allah, harusnya nanyanya ke Allah aja gitu.
Mau ditanya atau disindir berulang kali pun, ya bisa apa kalau memang Allah belum berkehendak. Udah ahh ngga perlu diulangi lagi, banyakin do'a aja buat temen-temenmu yang sekarang masih dalam penantian, semoga Allah pertemukan dengan sosok yang shalih/shalihah, berakhlak mulia, dan sayang sama keluarga.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kemarin, 08 Oktober check up ke Dokter spesialis tumor karena ada benjolan di payudara, lalu didiagnosa FAM, dan secepatnya harus dilakukan tindakan pengangkatan. Hari ini aku sudah mempersiapkan berkas untuk operasi, semoga lancar dan dapat jadwal operasi minggu ini. Semoga lancar ya Allah. Semoga aku kuat dan bisa lewati ujian ini.
Bukittinggi, 09 Oktober 2021
Sempatkan sebentar saja untuk mengangkat telfon dari mereka yang kini amat jauh darimu. Mereka yang selalu ada untukmu, dalam sekian tahun perjalanan hidupmu. Melewati suka duka, pahit manis dalam tiap lembar episode kehidupan.
Ya, mereka adalah tempat pulang ternyaman saat tiada orang yang memelukmu kala kamu terjatuh. Mereka yang pertama kali tau di saat kamu sedang terpuruk, tanpa kamu menjelaskan semuanya.
Mereka adalah orang tua kita, yang sering kita abaikan panggilannya kala dulu masih serumah dengannya. Yang kini sering kita lewatkan panggilan telfonnya dengan dalih kesibukan karir atau hal-hal duniawi lainnya.
Sekalipun kita tak pernah punya keinginan, untuk tau apa yang sebenarnya mereka rasakan? Atas sikap pengabaian kita, kelalaian kita. Ngga tau sesedih apa, sekhawatir apa beliau dengan kita.
Makanya kalo telfon seringnya cuma ditanya kabar, udah makan atau belom, ya itu sepercik perhatian yang tampak dari ribuan perhatian yang masih terpendam. Makanya jangan bosen kalo ditanya begitu, kalo ditelfon ya segera diangkat.
Merasakan betul betapa perihnya menahan rindu, apalagi pas lagi sakit atau banyak masalah. Pengen sekedar bersandar di pundak bapak atau ibu. Dan kadang gitu aja udah cukup jadi obat dari kalutnya masalah yang berkecamuk di pikiran.
Ya ini nasehat untuk diriku sendiri sebagai anak rantau yang jauh dari orang tua ;(
Ya Allah jagalah, lindungi, sayangi dan karuaniakan panjang umur serta keberkahan untuk orang tua kami