[Tips] 7 Cara Membuat Foto Produk yang Bagus dan Mencuri Perhatian
Tak bisa dipungkiri, foto produk merupakan suatu komponen penting yang harus diperhatikan oleh sebuah brand atau bisnis online yang sedang dibangun. Pasalnya, foto yang dipajang ibaratnya adalah ‘wali’ atau ‘wakil’ dari produk itu sendiri. Di saat calon customer seharusnya bisa memegang dan bisa mengetahui kualitas produk kita, terutama ketika belanja di toko offline, foto dapat mewakili dan menggambarkan kualitas produk yang dijual secara online. Minimal, mampu memberi kesan bahwa produk kita layak beli. Oleh, karena itu, para crafter, crocheter, atau bahkan artist-an sudah seyogianya mengetahui cara membuat foto produk yang bagus dan mencuri perhatian. Semuanya, tanpa pengecualian. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak mau repot-repot belajar product photography. Jadi, tidak perlu pula berdalih dengan kalimat:
“Yang gue jual kan karyanya, bukan fotonya.”
“Yang gue tawarin kan bendanya, bukan modelnya. Ngapain harus foto pakai model sih?”
Foto Produk sebagai Apresiasi terhadap Karya Sendiri
Memang benar, yang kita jual adalah produknya, bukan fotonya, bukan pula orang alias model yang memakainya. Sangat sulit untuk menyangkal kedua kalimat di atas. Namun, sebelum belajar cara membuat foto produk yang bagus dan mencuri perhatian, harus disadari bahwa membuat foto yang bagus adalah langkah awal kita dalam mengapresiasi karya sendiri. Bagaimana orang lain akan mengapreasiasi karya kita kalau kita tidak mempresentasikannya dengan baik? Jadi, fotolah semuanya dengan maksud mengapresiasi diri sendiri. Berhubung tujuannya adalah apresiasi bagi diri sendiri, harus dibuat sebagus mungkin kan, fotonya?
Membuat foto yang bagus adalah langkah awal kita dalam mengapresiasi karya sendiri.
Foto Produk sebagai Dokumentasi
Ini merupakan poin penting lainnya, terutama jika produk kita adalah handmade atau berupa custom order only. Sebelum dikirim ke ‘tuannya’, selalu usahakan mengabadikannya terlebih dahulu, sekadar sebagai dokumentasi. Walau kita bisa membuatnya lagi, tapi ingat, tidak pernah ada satu pun barang handmade yang benar-benar sama. Sekalipun diciptakan oleh sepasang tangan yang sama. Karena itu, memiliki sebuah foto produk yang bagus dengan tujuan dokumentasi haruslah diutamakan.
Tidak pernah ada satu pun barang handmade yang benar-benar sama. Sekalipun diciptakan oleh sepasang tangan yang sama.
Tips Membuat Foto Produk yang Bagus
Ada beberapa cara membuat foto produk yang bagus dan mencuri perhatian. Kita bisa menerapkannya sekaligus memodifikasinya, sesuai dengan karakter produk.
1. Selalu Perhatikan Lighting
Dalam dunia fotografi, jenis dan merek kamera adalah nomor kesekian jika dibandingkan dengan masalah pencahayaan alias lighting. Maka dari itu, ketimbang pusing harus pakai kamera hp atau DSLR, rasanya lebih penting untuk mencari sumber cahaya. Sebab cahaya yang cukup membuat warna produk kita dalam foto terlihat tidak meleset atau bahkan kabur. Ada dua cara yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan lighting, yaitu mengambil gambar di dekat sumber cahaya/matahari (misal di dekat jendela atau di teras) dan mengambil gambar dengan bantuan lampu studio atau light box.
pic credit: redagapeblog.com
2. Tidak Asal Pilih Background
Supaya produk terlihat menonjol, terutama jika pada produknya terdapat motif dan tekstur, pastikan selalu menggunakan background yang polos. Pasalnya, jika backgroundnya terlihat ramai, maka orang yang melihat foto kita bukannya fokus pada produknya, melainkan malah fokus ke backgroundnya.
3. Tentukan Angle yang Tepat
Menentukan angle yang tepat merupakan salah satu cara membuat foto produk yang bagus dan mencuri perhatian. Kalau menghendaki untuk menonjolkan dimensinya, kita bisa memotretnya dalam posisi serong. Atau, bisa juga memotretnya dari atas (bird’s eye view) untuk melihat sisi lain produk kita. Kebanyakan foto Miracle Crochet diambil dengan angle yang terakhir ini secara flat lay.
4. Jangan Lupakan Properti Pendukung dan Model
Kata siapa properti pendukung tidak penting? Kadang, memotret sebuah produk begitu saja rasanya hambar atau terlalu polos. Apalagi, kalau foto yang kita ambil memang bukan untuk katalog, melainkan hanya untuk update media sosial biasa. Nah, misalnya kita menjual pouch make up, manfaatkan koleksi make up kita sebagai propertinya. Kalau yang kita jual adalah seperangkat produk fashion yang lengkap, tidak ada salahnya untuk membuat foto OOTD yang menampilkan baju, tas, atau sepatu dalam satu frame.
Selain itu, tak ada salahnya pula menggunakan model untuk mempresentasikan produk kita. Hal ini harus diingat bagi kamu yang ingin tahu cara foto produk pakaian. Dengan memakai model, produk kita jadi terlihat wearable dan memang ‘pantas’ dikenakan. Namun, yang perlu diingat, padankan juga dengan kostum dan make up yang sesuai. Jangan sampai yang kita jual adalah tas, tapi calon pembeli jadi fokus dengan baju yang dipakai modelnya.
5. Buat Lighting dan Reflektor Sendiri
Jangan khawatir apabila cuaca hari ini tidak mendukung kita buat melakukan pemotretan. Masih ada cara untuk mengakalinya. Misalnya dengan membuat lighting studio sederhana atau membuat studio foto rumahan. Cara membuat studio foto di rumah bisa dilihat pada gambar berikut ini.
Semua foto yang biasa kita lihat, baik itu di media iklan, majalah, maupun katalog, sudah pasti melewati melalui proses pengeditan. Editing yang dilakukan bisa bertujuan untuk menajamkan warnanya, membuat foto terlihat lebih cerah, sampai urusan sepele, seperti menghilangkan jerawat pada modelnya atau menghilangkan lipitan baju yang terlihat lusuh (jika produk kita berupa pakaian). Kalau sampai kita cuma foto, tapi tidak memikirkan editing, itu namanya bunuh diri!
7. Pikirkan Stylemu Sendiri
Kalau kesemua hal di atas sudah dilakukan, silakan lakukan langkah terakhir ini. Iya, kita harus punya style foto sendiri, yang membuat orang tahu: “Oh, ini toh ciri khas fotonya Miracle Crochet.” Hingga kini, Miracle Crochet telah menetapkan nuansa ‘colorful’ dan ‘cheerful’ sebagai ciri khas dalam fotonya. Jadi, jangan heran jika kami banyak pakai background warna-warni untuk alas foto. Beberapa alternatif lain yang dilakukan brand-brand lokal, di antaranya memasang filter, mengatur brightness yang sama antara satu foto dan foto yang lain, selalu bikin foto bokeh alias blur-blur di bagian belakang yang cantik, dan masih banyak lagi. Namun, tidak perlu juga terlalu memaksakan diri. Yang penting dasar-dasarnya atau cara membuat foto poduk yang bagus dan mencuri perhatian tadi, telah dilakukan.
Sudah tahu, kan seberapa pentingnya foto produk sebagai citra brand/usaha kita? Makanya, mulai sekarang bikinlah konsep dahulu sebelum memotret produk. Yuk, kita sama-sama belajar foto! :)