Lembaran 2 "Namanya Sastra"
Undangan itu tiba tiba bersinar, memancarkan cahaya yang sangat menyilaukan. Namun, bukan hanya itu tiba tiba ada 1 orang pria yang keluar dari undangan itu.
"Halo Tuan Shaka, saya perwakilan dari O mengucapkan terimakasih sudah mendaftar." Ucapnya. "Iya halo juga" aku tidak tahu siapa namanya, dia sangat indah hanya itu yang terlintas di pikiranku.
Dia segera menepuk bahuku, ah aku melamun ternyata. Dia kembali berbicara "Halo Tuan Shaka, izinkan saya memperkenalkan diri saya... nama saya adalah Sastra, selama beberapa hari kedepan saya akan menemani anda untuk perjalanan di Kereta O."
"Ooo kereta O, apa yang harus saya lakukan setelah ini? Saya sudah mengisi datanya namun bagaimana saya bisa menaiki keretanya?" Ucapku pada Sastra.
Sastra tersenyum kepadaku, "Hehe hampir lupa tuan, saya disini akan memberikan kartu masuknya." Dia segera mengeluarkan sesuatu dari kantungnya, dia pun memberikannya kepadaku.
"Silahkan tuan ini kartu masuknya, tuan cukup pegang kartu ini lalu buka pintu manapun di jam triple." dia mengatakannya sambil memberikannya kepadaku.
Aku mengambil kartu itu, kartunya sangat tipis layaknya kartu mainan. Aku melihatnya sekilas lalu bertanya lagi kepadanya, "Jam triple itu maksudnya apa?"
Dia menjawab "Oh jam triple adalah jam yang jam menit dan detiknya sama, misalnya 01:01:01 atau 02:02:02 ataupun 12:12:12. Anda bisa memilih yang manapun asal triple."
Akupun mengangguk lalu dia bertanya lagi "Apa ada yang mau ditanyakan lagi, tuan shaka?" Aku menggeleng kepadanya sambil tersenyum "Tidak sastra, sudah cukup. Oh iya jangan panggil aku Tuan Shaka. Cukup panggil aku Shaka."
Dia tertawa dan menjawab "Haha oke baiklah, shaka?" Demi ikan hiu belok kanan lalu menabrak tembok sastra itu lucu.
"Emm... Shaka?" Dia melambaikan tangannya di depan kepalaku, lagi lagi aku melamun, sialan.
"Oh iya kenapa Sastra?" Jawabku. "Hehe tidak apa apa. Saya izin untuk kembali. Harap pikirkan lagi keputusanmu, bila ingin membatalkan cukup bakar saja kartunya. Selamat siang dan sampai jumpa" dia berkata dengan ramah. Namun dia kembali berbicara dengan nada datar "Shaka"