Jurnal Hexagonia-17
Sebenarnya aku masih senang berada di Hexagon City, namun dari hari ke hari tampaknya pikiranku dipenuhi oleh kehidupan di dunia nyata. Seminggu belakangan ini aku diamanahi sebagai pemegang keuangan di kantor. Sebagai bendahara, tiba-tiba tugasku menumpuk begitu saja tanpa sempat kubernafas. Karenanya, aku benar-benar kelelahan saat pulang ke rumah. Saking lelahnya, aku lupa bahwa jadwal zoom dengan tetangga-tetangga di Jalan Cuap-cuap adalah ba’da magrib. Biasanya, zoom dilakukan setelah isya sehingga aku santai tertidur sehabis magrib, saat bangun aku baru sadar bahwa aku telah melewatkan pertemuan rutinku.
Biasanya pula, aku kerap memantau perbincangan hangat di grup whatsapp. Namun, sudah seminggu belakangan ini, aku melewati gup co-housing dan bahkan banyak grup lainnya. Suamiku menyadari bahwa kesibukanku kini bertambah-tambah. Ya rumah, kelas bunda produktif, Hexa Radio, training online, kantor, pesantren, dan pencarian beasiswa. Oh iya, juga mutasi. Aku berencana pindah (lagi) karena beberapa hal terkait pekerjaanku kini. Karenanya, suamiku meminta untuk melepaskan beberapa kegiatan. Katanya, aku terlalu sibuk. Begadang hampir setiap hari. Pulang sore setiap hari. Padahal, harusnya aku bisa di rumah karena jadwal working from home (WFH). Mungkin setelah kelas ini aku mempertimbangkan untuk melanjutkan kembali ke kelas berikutnya.
Inilah hasil diskusi kami terkait hal-hal yang harus dihentikan dan yang harus diteruskan. Sepertinya setelah project passion CIAMIK, kami akan membuat podcast dan youtube untuk promosi CIAMIK. Untuk beberapa hal yang sudah ada dan harus dilanjutkan adalah adanya pertemuan rutin dan sikap peduli satu sama lain. Semoga kami lebih baik ke depannya.
Untuk false celebration, satu kesalahan yang masih terngiang-ngiang di memori adalah lupa untuk mengumpulkan jurnal dengan tepat waktu. Padahal itu adalah bahasan jurnal favoritku. Alasannya pun sepele, ketiduran. Namun, atas apa yang diri ini telah kulakukan, aku berterima kasih. Terima kasih atas ada dan total dalam melalui setiap tantangan.Â
Dear self, I know you struggle sometimes but in case I don’t tell you enough, you’re wonderful. Thank you for being so strong and independent, the world sees you even you feel invisible. I feel grateful to have you. I appreciate your heart and your uniqueness. I’m so proud to know that you’ve grown to acknowledge your worth. With love, self.












