Sebuah Deskripsi Untuk di Mengerti
Biarku deskripsikan!! Sebuah ruang beratap, bertiang, dan beralaskan semen. Siang hari sangat panas dimalam hari sangat dingin seperti tenda di tengah lapangan tanpa ada pohon rindang. Seperti bangunan kokoh nyatanya tidak, seperti besar nyatanya sangat kecil, dulunya hanya seperti seperempat meter untuk bermimpi, perlebarannya membutuhkan waktu yang lama berbulan bulan. seperti itu menjalani hidup dengan mimpi amat besar dan usaha yang dipercaya tak akan sia sia namun untuk saat ini masih belum merasakan enaknya. Terbayang dalam fikiranku waktu pertama kali datang “seperti inikah tempatnya?” haruskah melalui ini dulu, berfikir keras untuk memikirkan bahwa tidak ada kemungkinan untuk tidak lelah. Keringatnya, bahunya, semangat paginya, tawakalnya, kata tentang impiannya membawa diri ini untuk pergi dan membuat permohonan “tolong jangan gagalkan lagi usahanya tuhan!” ingin rasanya berteriak cukup! Namun aku bukan bagian besar, aku hanya butiran kecil yang mengharapkan angin datang menerpa untuk berpindah ke-kehidupan yang lebih baik dari ini. Berjalan sendiri tanpa ada siapapun untuk menunjukkan arah kemana? Melihat kiri kanan seakan ingin menemukan seseorang yang ku kenal nyatanya nihil. Aku lupa untuk menyadari bahwa dunia ini luas dan tak semua orang yang kukenal berkumpul menjadi satu. Bertemu temanku becengkrama dan pulang, namun aku masih harus menunggu seseorang yang penuh dengan semangat untuk menjemput. Terduduk, terdiam dengan memandang keramaian. Melihat dan mengamati setiap sudut dan bertanya pada diri sendiri seperti apa tujuan hidup mereka semua, apakah sama? namun jelas berbeda. Satu hal yang membuatku berfikir mereka mempunyai tujuan yang sama untuk berkata cepat dan bersiap untuk melaju adalah mereka yang sedang menunggu berubahnya lampu merah menjadi hijau. Datang! Menjemput dan mengatakan serta bertanya segala hal. Tempatnya tak lagi sempit namun tak juga sangat lebar hanya saja dirasa cukup untuk beristirahat, berselonjor dan kembali bermimpi. Satu meter perluasan adalah hal yang sangat berharga karena mendapatkannya tentunya tak mudah. Kongkalikong dengan pihak yang berkuasa, biaya banyak untuk itu semua dengan usahanya yang tak setiap hari berjalan mulus, Ramai adalah bunganya sepi adalah resikonya. Inilah yang dilakukannya sekarang. Berasal dari anak kecil yang selalu ingin dikabulkan permintaan oleh orang tuanya sampai remaja yang sikapnya tetap sama dan sering mengecewakan bilangnya, namun tidak untuk sekarang, berkeluarga membuatnya tersadar untuk berusaha membangun bisnis dan menyesali tindakan terdahulu sambil mulai memperbaiki diri dan semakin mendekatkan diri pada sang pencipta. Sekarang bukan lagi foya foya yang menjadi tujuannya melainkan terus berusaha dan berdoa untuk meraih impian terbesarnya! “berdiri gagah dengan usaha kecil yang menjadi besar” itu kesimpulannya. Tolong bertahan lebih lama dan lebih kuat lagi dari semua ini. aku hanya bisa ikut meng-aminkan segala do’a yang kau rangkai untuk menjadi kenyataan dan menjalankan hidup yang lurus juga. HiAKU_dap












