Chrysalis
Entah berapa ratus kilometer yang telah kita lalui, hanya untuk sekedar menyeruput kopi.
Terkadang kita sama – sama tidak memesan rasa apa yang kita inginkan.
Tapi tergiur dengan nama dan harga yang tertera di lembaran kertas.
Entah berapa gelas juga yang telah kita habiskan bersama.
Aku tidak pernah menghitungnya hingga akhir – akhir ini.
Aku juga tidak pernah menolaknya, bahkan aku yang mengajakmu ke mana – mana (mungkin).
Kamu bilang, aku dulu menjadi satu – satunya yang sangat sulit untuk diajak ke mana – mana. Memang kataku selalu sibuk, aku bahkan lupa aku sibuk apa kala itu. Tapi setelah selama ini, bukankah aku paling selalu mengiyakan ketika kamu mengajak ke mana – mana ?
Tadinya aku pikir aku yang harus mencari topik untuk bercerita.
Membuka obrolan yang kita anggap spesial,
Namun akhir – akhir ini banyak topik keluar dipikiranmu.
Langkahku rasanya melambat,
Tapi untuk menemanimu rasanya tidak sia – sia.
Mendengar ceritamu tentang progresmu itu menyenangkan. Sungguh, setiap kita bertemu selalu ada progres di hidupmu. Entah itu tentang pendidikanmu, entah itu tentang organisasi yang kamu ikuti, acara kampus yang katamu bagus, magangmu yang katanya penuh cerita dan pengalaman yang menyenangkan atau masih banyak lagi.
Terkadang aku ingin bercerita hal yang sama denganmu, tapi aku tidak tertarik untuk menceritakannya. Aku hanya menceritakan yang sekiranya berkesan dan menyebalkan di pikiranku. Karena itu, hanya keluhan yang keluar ketika bersamamu.
Katamu, kamu suka membaca, menulis dan lainnya.
Itu hampir sama dengan kesenanganku.
Hanya saja, akhir – akhir ini aku tidak punya topik untuk aku tulis dan stok buku yang harus aku baca.
Kamu menceritakan lebih dulu tentang kesepianmu,
Aku hanya mencoba memahamimu,
Tapi ternyata seperti ini, setelah Aku merasakannya sendiri.
Setelah kita sedekat ini,
Kita bahkan sudah seperti roti, mentega dan susu yang tidak pernah lepas dari meja sarapan pagi.
Aku sering bercanda, menyuruhmu untuk bertemu dengan teman – temanmu, minta bantuan ke teman – teman kuliahmu. Tapi kamu selalu bilang, mereka sudah tidak tau di mana.
Ternyata saat ini aku sudah merasakannya, rasa kesepian yang kamu alami. Ketika menoleh kanan atau kiri sudah tidak ada yang mengenal kita.
Satu lagi tentangmu,
Bukankah posisi kita saat ini sama ?
Kamu dengan mimpi – mimpimu, aku dengan mimpi – mimpiku.
Tapi menyenangkan ketika kita berbicara, berangan – angan hal yang sama.
Berjuanglah, akupun sedang dan akan terus melakukan hal ini.













