Dalam berbagai kitab tarikh, yang mengambil dari kisah israiliyyat, kita bisa menemukan bahwa saat peristiwa banjir Nabi Nuh, ada 3 anak beliau yang selamat, Sem, Ham dan Yafit
Sem kelak menurunkan generasi yang dikenal suku Semit, serupa Arab dan Yahudi sekalian Romawi yang kita kenal sebagai Eropa saat ini, dengan hidung mancung dan mata berwarna
Ham kelak menurunkan suku Hamit yang berkulit gelap, berambut gelombang. Bila Sem menguasai wilayah pertengahan dunia yakni di sekitar Syam, Ham berdiam di wilayah selatan dunia
Lain lagi dengan Yafit, bermata sipit dan berkulit kuning langsat, mereka hidup di wilayah utara dunia nan dingin, hingga bersepatu bulu dan merupakan penunggang kuda yang handal, bangsa yang dikenal ganas
Yafit adalah nenek moyangnya bangsa-bangsa utara, mulai dari Ya'juj dan Ma'juj, Viking sampai Mongol, termasuk Hun, Turki, Rusia yang senantiasa menyerang wilayah lainnya, sampai-sampai banyak tembok dibuat untuk menahan serangan mereka
Alkisah, Ya'juj dan Ma'juj yang diceritakan dalam surah Al-Kahfi, berikut Dzulkarnain yang dipinta satu kaum untuk membuat tembok pemisah pun, terkait dengan bangsa Yafitik yang ganas itu
Menurut satu sumber, saat tembok pemisah dibuat, maka tertinggal satu kaum Ya'juj dan Ma'juj di dalam tembok, merekalah bani Turk, yang kelak sebagiannya jadi pembela Islam